Keindahan pantai Pizzeria Casa Italia, di Pantai Trikora.

DSC_9920

Pantai trikora seakan menjadi salah satu tujuan wajib bila singgah ke pulau bintan, setiap orang yang pernah berkunjung ke Bintan Pasti tidak melewatkan mengunjungi pantai Ini. Pantai dengan batu batuan besar, pasir putih yang halus serta air laut yang bening, seakan menjadi magnet pulau ini. Banyak tempat wisata di sepanjang pantai ini, class nya pun bermacam macam, mulai dari resort, resto hingga warung warung sederhana di pinggir pantai banyak tersedia disini, jadi tinggal sesuaikan saja dengan budget liburannya J, karna disini menikmati pantai yang indah tidak mesti mahal J.

Salah satu pantai  yang patut dikunjungi yaitu pantai pada restoran Pizzeria Cassa Italia pantai Trikora :) . Ya, kenapa bernama Italia? Karena restoran sederhana ini dikelola oleh sebuah keluarga asal italia yang sudah cukup lama tinggal di daerah tersebut.

Lokasi Warung Pizza ini terletak di Km40 teluk bakau, sekitar 1 jam perjalanan dari pusat kota Tanjung Pinang, lokasi nya terletak di tepi pantai dengan pemandangan yang indah dan memukau, ada sebuah pulau kecil tak jauh dari bibir pantai, sehingga kalau air laut surut kita bisa berjalan ke pulau kecil tersebut.

 

 

DSC_9887

 

 

DSC_9874

Tempat ini sangat cocok untuk liburan keluarga, selain bisa  memanjakan lidah dengan Pizza citarasa Italia yang cukup terjangkau (hanya 45rb/porsi),  pemandangan pantai disana sangat yang aduhai  :) , cocok berenang, foto foto, bahkan menurut penuturan si pelayan warung, tempat ini kerab dijadikan lokasi foto prewedding oleh pengunjnug,  tersedia lapangan yang cukup luas untuk bermain volley pantai atau futsal. 

pantai ini terawat dengan baik, jangan sekali kali buang sampah sembarangan karna anda akan di denda sebesar 50 ribu :) , begitu yang penulis ketahui dari papan larangan yang di pasang di beberapa area :) . Warung Pizza ini hanya buka dari hari Selasa hingga minggu, pukul 10 pagi sampai jam 8 malam.

DSC_9914

Suasana Warung Pizza Trikora

DSC_9904

Saung Tempat santai

DSC_9907

View laut yang indah

DSC_9917

View Laut, pantai Trikora

DSC_9901

Air laut surut

Pelepasan Tukik (anak Penyu) di perairan Pulau Bintan

Pelepasan tukik

Pantai berpasir putih, landai dan perubahan panjang dan lebar garis pantai setiap tahunnya, menjadikan beberapa daerah pantai di pulau bintan adalah tempat yang sering di kunjungi penyu untuk bertelur. Adalah pulau Tambelan, pulau Wie, pulau Lintang dan pulau beralas besar, tercatat menjadi daerah tujuan tertinggi Penyu untuk menetaskan telurnya menurut sebuah penelitian. Namun seperti kita ketahuai, kelangsungan hidup dan kelestariaanya terancam oleh perilaku manusia yang memperdagangkan telur telur penyu dan predator yang ada di alam membuat perkembangan populasi penyu secara alami akan semakin sulit. Maka dari itu program konservasi untuk menyelamatkan habitat penyu dari kepunahan seakan akan menjadi satu satunya cara untuk bisa penyelamatkan habitat penyu di dunia.

setelah telur menetas,tukik disimpan didalam kandang selama 50-60 hari

setelah telur menetas,tukik disimpan didalam kandang selama 50-60 hari

Beruntung sekali minggu lalu bisa menyaksikan moment pelepasan puluhan ekor tukik (anak Penyu) berkat ajakan bang Herlambang dan Mas Ade yang bertugas di Nirwana resort. Ternyata program ini merupakan kegiatan yang telah menjadi agenda rutin Nirwana resort sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan kelestarian populasi penyu di perarairan pulau bintan, sudah lebih dari 3000 ekor tukik yang dilepaskan di pantai Nirwana ini pada kegiatan ini pihak resort juga melibatkan para pengunjung resort untuk terlibat dalam kegiatan tersebut, dan tentu saja ini menjadi suatu hal yang penarik pula bagi para tamu.

DSC_8288

pelepasan tukik

Pada sore hari itu, pengunjung resort yang sebagian besar adalah warga asing sudah berkumpul di pinggir pantai banyu biru Nirwana resort untuk acara pelepasan tukik, sengaja dipilih lebih dari 30 anak yang merupakan anak anak dari pengunjung resort untuk berkesempatan melepaskan tukik tukik tersebut di perarairan, dengan harapan menimbulkan kesadaran dan memberikan informasi tetang pelestarian penyu sejak dini kepada mereka.

seorang ibu memberikan bayi penyu kepada anaknya

seorang ibu memberikan bayi penyu kepada anaknya

Mereka tampak antusias dan terkesan dengan kegiatan tersebut, meskipun cuaca dingin setelah diguyur hujan mereka tetap antusias untuk menyaksikan kegiatan tersebut ada yang terlihat takut, geli, namun sebagian besar mereka malah menyukai bentuk bayi penyu yang lucu itu.

anak anak melepaskan tukik (anak penyu)

anak anak melepaskan tukik (anak penyu)

DSC_0844

Tukik berhasil di lepaskan ke perairan

Tukik berhasil di lepaskan ke perairan

jalan jalan ke Sentra Budidaya Ikan kerapu Pulau Bintan

Peternak kerapu sedang memberi pakan

Peternak kerapu sedang memberi pakan

Postingan kali ini melanjutkan cerita jalan jalaan murah meriah saya yang terdahulu di Pulau Bintan ini J, yeah… yang penting memanjakan diri sendiri itu perlu, tidak perlu liburan mahal mahal J, yang penting bisa jalan-jalan, foto-foto, makan-makan :) .
Trip saya selanjutnya di pulau bintan adalah mengunjungi tempat yang terkenal dengan budidaya ikan Kerapu di Pulau bintan, tepatnya di Desa pengujan kecamatan teluk Bintan, Pulau Bintan J. Desa penghujan terdiri dari tiga bagian, Desa pengujan I diterdapat di pulau pengujan, dan Desa pengujan II dan pengujan III terdapat di daratan pulau bintan. Pulau pengujan (Desa pengujan I) dengan desa pengujan II dan pengujan III hanya terpisah dengan sebuah selat yang benama selat Bintan, daerah ini terkenal dengan hasil laut, tempat budidaya ikan kerapu dan bawal, serta restoran seafoodnya :) , disana terdapat beberapa restoran yang menyajikan hidangan seafood, diantaranya yang terkenal adalah seafood Cia Yong, keistimewaan dari restoran seafood yang berada di selat bintan ini adalah, selain bahan olahan seafood yang masih segar (langsung dari penangkaran) , restoran disini juga terkenal murah di banding restoran seafood yang lain di pulau bintan J lainnya, sayang nya saya datang terlalu pagi yaitu pukul 7.30, jadi tidak bisa mencicipi hidangan seafood disana, karena restoran baru buka pukul 10.00.

tambak Ikan Tawar di Desa pengujan

tambak Ikan Tawar di Desa pengujan

Kekayaan hasil laut di daerah selat bintan baru baru ini dimanfaatkan dan di kelola dengan baik oleh masyarakat, setelah pembangunan balai pembibitan dan budidaya ikan kerapu dan bawal di kembangkan oleh pemerintah daerah pada tahun 2009. Hal ini terbukti berhasil dengan indicator hasil panen perdanan di tahun 2012 lalu, dengan hasil panen seberat 3 Ton yang bernilai jual Rp.500 juta. Desa Pengujan memang sangat strategis dijadikan sebagai pusat budidaya ikan kerapu, dikarenakan kondisi alam dan geografis yang sangat mumpuni. Benih dan anakan ikan kerapu sangat sensitive terhadap gangguan dari alam, seperti air yang bergelombang dan gangguan dari predatornya, karena desa penghujan terletak di daerah selat yang air nya tenang tanpa banyak aktivitas transportasi di perarain, maka desa ini sangat baik untuk bududaya ikan kerapu.

Bak Berisi alga sebagai pakan Rotifer

Bak Berisi alga sebagai pakan Rotifer

Disini Juga terdapat balai pembenihan, bangunan yang di bangun tahun 2009 ini terlihat sangat rapi dan terawat. Pagi itu saya berkesempatan untuk melihat proses produksi pakan buatan untuk larva (benih) ikan kerapu dan bawal. Sebagai orang awam yang tidak banyak tau tentang budidaya ikan, jadinya penasaran dengan proses membuatan pakan larva ini sehingga banyak bertanya :) untunglah petugas yang baik hati itu mau berbagi informasi dengan saya yang awam ini :).

bak yang berisi Alga sebagai cikal bakal pakan Larva (Benih)

bak yang berisi Alga sebagai cikal bakal pakan Larva (Benih)

Nah.. menurut petugas tersebut, larva yang berusai 0-3 hari hanya berbentuk gelembung berisi cairan yang merupakan perut larva, setelah 4 hari gelemung trsebut mongering dan larva pun sudah mulai menampakkan wujud seperti ikan, sudah ada kepala dan ekornya, ketika usia larva sudah lebih dari 4 hari, larva harus di supply dengan pakan buatan yang berupa Rotifer.

Foto diambil dari google

Larva (Foto diambil dari google)

Sesuai dengan habitat aslinya Rotifer adalah sejenis bakteri di dalam air yang merupakan pakan dari larva, setelah agak besar dan sudah berbentuk layaknya ikan, bibit bibit ini baru di lepas kedalam keramba yang terdapat tidak jauh dari palai pembenihan. Ketika sudah didalam keramba, bibit ikan sudah bisa dberi pakan berupa pellet.

Ikan kerapu yang di budidayakan didaerah ini adalah jenis ikan kerapu Macan, dipasaran di pulau bintan biasanya dihargai Rp.35000/Kg nya. Ikan jenis ini akan mahal harganya ketika sudah memasuki berat idealnya, yaitu sekitar 500-1000 gram, jika melebihi berat tersebut biasanya harganya menjadi lebih murah,  lagi lagi saya yang awam ini terheran, kenapa kok makin berat justru harganya turun, ternyata setelah di jelaskan oleh petugas pembibitan baru saya faham… :)

Vihara Terbesar di Asia Tenggara, Wisata Murah Meriah Pulau Bintan (VI)

DSC_7889

Kota tanjung pinang di pulau bintan, merupakan salah satu daerah dengan komunitas warga keturunan Tionghoa Terbanyak di Indonesia, Komunitas ini hidup rukun dan damai selama ratusan dengan penduduk asli dan suku pendatang lainnya seperti Minang, Jawa, dll. Bukti sejarah Keberadaan komunitas Tionghoa di Kota tanjung pinang yang sudah mencapai ratusan tahun adalah dengan adanya sebuah vihara Akar yang terdapat di Desa Senggarang dan banyak lagi vihara-vihara lain yang menjadi saksi keberadaan etnis Tionghoa dan sebagai indikasi sebagai  sebuah komunitas yang besar di Pulau bintan, dan komunitas terbesar terletak di kota tanjung pinang. Hal ini di tandai banyak nya terdapat vihara baik di dalam kota maupun luar kota.

Gerbang Vihara Avalokitesvara

Gerbang Vihara Avalokitesvara

Saya merasa beruntung sekali bisa mengunjungi salah satu daerah dengan komunitas tiong Hoa terbesar di inonesia setelah Bangka Belitung dan Banjarmasin. kali ini kesempatan tersebut saya gunakan untuk mengunjungi beberapa keberadaan sebuah komunitas besar tionghoa.  Ada beberapa Vihara terbesar dan unik yang ada di pulau Bintan, diantaranya adalah, Vihara  Tien Shang Miao (vihara Akar) , Dharma Sasana (Kelenteng Senggarang), Vihara Avalokiteswara Graha, Vihara Ksitigarbha Bodhisattva (vihara seribu patung ). Setiap vihara memiliki keunikan dan cerita yang menarik, namun untuk kali ini saya akan mencoba untuk sedikit berbagi cerita tentang salah satu vihara tersebut, dimualai dari, Vihara Avalokiteswara Graha. Mudah mudahan nanti saya berkesampatan mengunjungi vihara yang lain, dan menuliskannya. mudah mudahan bisa menjadi referensi traveling rekan rekan di pulau Bintan

halaman depan vihara di hiasi dengan patung patung di kiri dan kanan jalan

halaman depan vihara di hiasi dengan patung patung di kiri dan kanan jalan

Vihara Avalokitesvara Graha terletak kurang lebih 14Km dari pusat kota tanjung pinang, Vihara terletak  kelurahan Airbaja kota tanjung pinang, terletak di  sebelah kiri jalur lintas Tanjung pinang- Tanjung uban, di batu 14 (batu disini adalah  sebutan pengganti istilah satuan Kilometer ). Sangat mudah untuk menemui vihara ini, selain terletak di pinggir jalan raya, bangunan vihara ini terlihat mencolok dengan bangunan gapura yang indah dan megah, serta terlihat hamparan  luas kebun buah naga di depan perkarangan Vihara, dan bangunan utama Vihara terletak pada tempat yang tinggi  sehingga terlihat dari pinggir jalan raya.

Halaman Depan Vihara

Halaman Depan Vihara

Vihara ini di nobatkan menjadi vihara terbesar se-Asia tenggara, yang telah di resmikan penggunaan nya oleh Mentri Agama Republik Indonesia, pada Juni 2009. Uniknya lagi di dalam bangunan utama Vihara terdapat sebuah patung dewi Kuan Yin Phu Sha yang di nobatkan Museum Rekor Indonesia menjadi patung Dewi Kuan Yin Terbesar yang ada di dalam ruangan. Tinggi patung ini mencapai 16.8 meter, terbuat dari tembaga dengan berat 40 ton, dan berlapis emas 22 karat. Viahar ini dibangun oleh sebuah yayasan komunitas Tionghoa Tanjung Pinang untuk di jadikan sebagai tempat memperdalam ilmu agama, berguru dan belajar para Bhiksu, Sangha , dan Guru baik yang datang dari daerah lokal maupun dari luar negeri seperti China, singapura dan Malaysia.

DSC_7877

Patung Dewi Khuan Yin setinggi 16 meter

Patung Dewi Khuan Yin setinggi 16 meter

Disamping berfungsi sebagai tempat ibadah, Vihara ini juga menjadi salah satu destinasi wajib wisatawan yang datang ke pulau bintan, selain sering di kunjungi oleh wisatawan lokal, Vihara ini juga sering di kunjungi oleh wisatawan dari luar negeri seperti singapur dan Malaysia. Selain bangunan yang megah dan kebun kebun serta taman yang tertata indah, Patung Dewi Kuan Yin di dalam bangunan vihara juga menjadi daya tarik bagi pelancong. Wisatawan di perbolehkan untuk masuk ke dalam vihara setelah terlebih dahulu melepas alas kaki di luar bagunan utama, berfoto di dalam bangunan utama di perbolehkan, namun ada baiknya rekan rekan menanyakan kepada petugas setempat area mana saja yang di perbolehkan untuk pengunjung, dan tetap menjaga sopan santun selama berada di tempat ibadah tersebut….

DSC_7876

Pantai Trikora, Wisata Murah Meriah Pulau Bintan (Part V)

Pesona Pantai trikora

Pesona Pantai trikora

Secara geografis, Luas kabupaten Bintan hampir  95% nya adalah perairan, maka dari itu potensi wilayah yang paling besar adalah di bidang perikanan dan pariwisata. Konon katanya potensi perikanan terbesar di pulau ini adalah pada wilayah timur, yaitu perairan tambelan, Dan juga keindahan pantai pantai maupun perairan di sebelah timur pulau sangat tersohor keindahannya, terkenal sebagai pantai yang bersih  ber-pasir putih, batu batu besar di pinggir pantai dan banyak pulau pulau kecil di perairannya, sehingga banyak wisatawan lokal maupun luar negri yang mendatangi pantai pantai di sebelah timur pulau bintan ini.

Salah satu pantai yang terkenal di timur pulau bintan ini adalah pantai Trikora. Pantai Trikora menjadi tujuan wajib bagi wisatan yang datang ke pulau bintan. Asal muasal nama Trikora konon ada dalam dua versi, sebuah versi menyebutkan nama trikora di berikan oleh seorang wisatawan asing yang memberikan nama pantai ini dengan sebutan “three corral”, sedangkan versi lain menyebitkan bahawa pantai trikora ada hubungannya dengan Tri Komando Rakyat,  sehubungan konfrontasi RI dan Malaysia yang dikenal dengan istilah “ganyang Malaysia” pada masa pemerintahan presiden Soekarno, karena Pulau Bintan adalah basis pertahanan untuk wilayah indonesai terluar pada masa itu.

Banyak Spot Menarik untuk di foto

Banyak Spot Menarik untuk di foto

Berwisata kesini cukup terjangkau, rekan rekan Cuma menyiapkan transportasi pribadi atau sewaan ke sini, karna tidak ada kendaraan umum untuk mencapai pantai trikora. Sebagai referensi, sewa mobil berkapasitas 8 orang berserta sopir adalah sekitar 400 ribu rupiah, dan perjalanan ke pantai trikora di tempuh dengan jarang kurang lebih 50Km dari kota tanjung pinang. Pantai Trikora sangat cocok untuk berenang karena pantai yang tergolong bersih dan air laut yang jernih,namun ada larangan khusus untuk berenang jika sedang musim gelombang yang besar.  pantai ini sudah di lengkapi dengan fasilitas yang cukup memadai seperti tersedianya warung makan , restoran, kamar ganti dan WC umum,  di tepi pantai rekan rekan bisa menemukan  pondok pondok kecil sebagai tempat bersantai dengan biaya sewa 25.000 – 30.000/ kunjungan, di sepanjang pantai  banyak terdapat penginapan dan villa yang di sewakan, tarifnya pun sangat beragam  mulai dari 250.000/malam dan seterusnya,  penginapan kelas menengah hingga kelas atas ada di sepanjang pantai ini, jadi jika rekan rekan berencana ingin menginap di tepi pantai jangan khawatir karna banyak pilihan disini. Untuk rekan rekan yang ingin menikmati wisata laut atau ingin mengarungi perairan, di beberapa hotel telah tersedia paket paket tour yang menarik, diantaranya yaitu, tour menelusuri pulau tak berpenghuni yang masih asri, diving, snorkeling,  serta permainan pantai seperti banana bout, Cano, layang layang dll.

Trikora

Pantai Senggiling, Batu Berlafaz Allah

Perjalanan waktu lalu ke pantai senggiling meninggalkan kesan tersendiri bagi saya, selain terkagum kagum atas keindahan pantai disana, saya juga terkagum atas sebuah temuan saya dan rekan saya dimas, ketika itu secara tidak sengaja kami menemukan sebuah batu berlafazkan Allah.

Batu di pantai senggiling yang memiliki tekstur lafaz Allah

Batu di pantai senggiling yang memiliki tekstur lafaz Allah

Saya yakin tekstur pada batu itu terbentuk secara alami, karna tidak terlihat tanda tanda berupa bekas pahatan yang membentuk goresan atau ukiran pada batu, benar benar hanya seperti tekstur pada batu sebagaimana umumnya. Tekstur yang membentuk lafaz Allah ini akan terlihat sangat jelas ketika cuaca cerah dan matahari berada hampir diatas kepala, cahaya matahari akan mempertegas bentuk dari teksture lafaz Allah pada batu ini. Ketika memotret batu ini ketertarikan saya hanya karena batu tersebut terlihat unik, berbentuk seperti gajah yang sedang duduk, dan selanjutnya kami hanya melanjutkan menggambil  foto di area pantai yang lain. Setelah kurang lebih 2 jam menikmati pantai kami memutuskan untuk pulang, karena langit sudah mulai mendung dan terlihat di sebelah timur sudah mulai turun Hujan.

Foto teman saya saya pada saat itu, Dimas. dengan batu yang bertekstur menyerupai lafaz Allah dengan tanda panah  warna merah

Dimas, teman saya motret waktu itu. dengan batu yang bertekstur menyerupai lafaz Allah dengan tanda panah warna merah di belakang nya Dimas

Perjalanan ke Pantai senggiling kali ini cukup menguras tenaga, maklum ini kali pertama kami kesana, kurang persiapan dan kurang informasi tentang tempat yang akan kami tuju, ketika itu sempat dehidrasi karena tidak menyiapkan bekal minuman di perjalanan. Sekembalinya dari pantai senggiling saya langsung mentransfer file foto dari kamera ke computer, saking lelahnya saya hanya meninggalkan nya begitu saja hingga semua file selesai di transfer, tanpa melihat dan memeriksa kembali file file forto tersebut, saya pun langsung istirahat. Malam harinya, Dimas yang menemani saya motret pagi tadi pun menghubungi saya, dia meminta saya untuk melihat foto foto tadi pagi. “Coba lihat foto di batu kodok”, ada apa dengan patung kodok? Sambut saya. ”dibatu kodok ada tulisan Allah”, saya pun terheran dan makin penasaran dengan pernyataannya Dimas, segera saya buka file file foto tadi pagi sembari bertanya dalam hati “kok saya tidak menemukan nya saat saya memotret batu itu, padahal saya sempat mengabadikannya dalam beberapa frame”. Ternyata memang benar, di sisi atas batu kodok (meskipun terlihat seperti gajah menurut saya J) terdapat teksture batu yang menyerupai lafaz Allah. Saya masih tidak percaya dengan apa yang saya temukan, karna saya merasa sudah beberapa kali membidik batu itu, namun tidak memperhatikan tekstur berbentuk lafaz Allah pada batu itu. Mungkin saja saya tidak memperhatikan detail pada saat saya mengambil foto. Subhanallah…. Ucap kami berdua terkagum, kami saling menyakini itu bukan rekayasa atau ukiran manusia, dari tekstur itu benar benar terlihat alami.

Batu di pantai senggiling yang memiliki tekstur lafaz Allah

Batu di pantai senggiling yang memiliki tekstur lafaz Allah

Tak lama setelah itu saya segera menghubungi seorang kenalan saya yang ada di desa senggiling, dan saya menceritakan hal tersebut. Dia mengaku belum pernah mendengar cerita tentang adanya batu yang berlafaskan Allah di pantai itu, dan dia pun belum pernah melihat batu yang saya ceritakan tersebut, dia mengatakan disana memang ada beberapa batu besar, batu besar tersebut di beri nama oleh penduduk setempat sesuai bentuk dari batu tersebut, Ada batu kodok, Batu Leher dan batu kucing, saya pun mendengar cerita yang sama tentang penamaan batu tersebut dari pemancing yang saya temui di pantai itu tadi pagi. Dari keterangan tersebut, saya bisa menyimpulkan bahwa belum banyak orang yang menyadari keberadaan batu berlafaskan Allah di pantai panjang senggiling tersebut, karna berhubung pantai tersebut bukan tujuan para wisatawan, melainkan hanya dikunjungi oleh nelayan tempatan dan para pemancing saja, sehingga kecil kemungkinan keunikan batu ini di ketahui banyak orang.

bagaimanapun saya dan teman saya Dimas merasa bangga dan beruntung, secara langsung menyaksikan tanda kebesaran sang Maha Pencipta secara nyata dalam bentuk keindahan Alam yang kami saksikan pada saat itu dan secara tidak langsung menemukan, dan secara tidak langsung mengambil hikmah dari temuan kami terhadap batu tersebut. kami yakin bahwa Allah sang pencipta menunjukkan tanda tanda kebesarannya di muka bumi baik secara sadar maupun tidak sadar, tinggal bagaimana kita manusia mengambil hikmah dari tanda tanda tersebut, seperti telah di tuliskan dalam Al-quran dalam surat berikut :

” Allah SWT di dalam al-Qur’an berfirman, ‘Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?’ (Fushshilat: 53)

Pantai Senggiling, Wisata Murah Meriah Pulau Bintan (Part IV)

sZygQO1377500306

Akhir pekan kemarin kembali melanjutkan Trip menelusuri indahnya pulau Tempat saya Menetap ini. Sudah 5 tahun di pulau bintan, baru beberapa waktu belakangan saya mulai berniat untuk mengabadikan tempat tempat yang indah yang pernah saya lihat di pulau ini. Jujur saja saya termotivasi dari seorang teman bernama Isna, iya cukup meracuni saya untuk traveling dan menulis perjalanannya di blog dan juga dia sudah membuat saya menyesal, hhmm… Kenapa menyesal? Ya, teman Saya Isna sudah mengabadikan dalam bentuk tulisan dan foto foto tentang tempat tempat indah di kampung halaman saya (Kerinci) di blognya, sedang kan saya sendiri mungkin belum sempat menelusuri sebagian besarnya karna sudah keburu meranatu , sehingga terkadang saya sering menanyakan padanya, memangnya ada ya tempat seperti ini disana? (saya sungguh keterlaluan he he ). saat ini penyesalan itu membuat saya lebih “melek” terhadap lingkungan sekitar, terutama urusan jalan jalan, he he bukan itu saja sebenarnya motivasinya, bagi say ajalan jalan sambil motret adalah cara saya menikmati hidup dan membuat saya merasa beryukur kepada Sang Pencipta terhadap tempat tempat indah yang sudah di ciptiakan Nya, secara kebetulan saat ini saya beruntung bisa tinggal di tanah yang dianugrahi keindahan yang berlimpah Oleh Alloh, yaitu Pulau Bintan.

Lokasi Pantai Panjang Senggiling

Lokasi Pantai Panjang Senggiling

Panorama Pantai dengan batuan batuan besar

Panorama Pantai dengan batuan batuan besar

Di akhir bulan agustus 2013 saya sempatkan untuk mengunjungi Desa Senggiling, kelurahan Sri Bintan, Pulau Bintan. Desa senggiling adalah salah satu desa nelayan yang ada di pesisir pulau bintan sebelah utara, desa ini terletak jalur Tanjung Pinang – Tanjung Uban, sekitar 25Km dari Tanjung Uban. di desa ini terdapat sebuah pantai yang sangat indah dengan suasana alam yang masih sangat asri. Lokasi pantai ini sangat tersembunyi dan sangat jarang di kunjungi wisatawan, keterisoliran pantai yang indah ini di karenakan jalan akses menuju pantai cukup jauh dan harus melewati check Point karena kita harus melewati area perusahaan perkebunan cengkeh untuk menuju ke pantai. Setelah mengumpulkan informasi dari seorang teman disana, maka saya memutuskan untuk berangkat dengan sepeda motor, menimbang jalan untuk masuk ke pantai lebih gampak di jangkau dengan motor, karena sekitar 3Km sebelum menuju pantai adalah jalan tanah dan berbatu. 45 menit berkendara dengan kecepatan motor stabil di 80Km/jam dari tanjung uban, Akhirnya saya sampai di Simpang Senggiling Kelurahan Sri bintan, di pertigaan Desa senggiling ini saya belok kekiri menuju pantai, karna ini pengalaman pertama saya kesana, jadi nga perlu malu malu untuk bertanya dan akhirnya sampai juga saya di post pemeriksaan perusahaan perkebunan cengkeh yang disebut warga setempat sebagai supplier cengkeh untuk salah satu produsen rokok ternama di Indonesia. Sesampainya di post, kamipun melapor, tak banyak prosedur yang harus di penuhi untuk melintas di area perkebunan ini, petugas jaga hanya mencatat nomor polisi sepeda motor yang kami kendarai, dan sebelum member izin, petugas bertanya “hendak kemana…?”, sebelum saya menjawab dia sudah menjawab nya sendiri, “mau Pergi Mancing ya?” dan saya hanya meng- Iyakan saja, kami pun di perbolehkan lewat. Kira kira 500 meter setelah pos pemeriksaan tersebut, kami mulai menemui jalan tanah dan berbaru, terpaksa laju kendaraan kami perlambat, jalan yang melewati perbukitan yang mendaki dan menurun sangat berbahaya kalau memacu kendaraan diatas 40Km/jam.

Sepanjang perjalanan di kiri dan kanan jalan terlihat hamparan perkebunan cengkeh dan juga perkebunan Kelapa yang sangat luas, terlihat sebagian besar hutan sudah di pangkas sebagai area perkebunan cengkeh dan budidaya kelapa. Saya tak sempat mengambil banyak foto di area perkebunan ini, saya fikir ini wilayah yang sensitive karena masih dalam kawasan perusahaan perkebuanan ,perlu izin untuk mengambil foto, takut malah menajadi masalah yang menghambat perjalanan saya ke pantai. Setelah kurang lebih 3Km dari pos penjagaan , saya mulai melihat laut dari ketinggian diatas bukit, jalan mulai berganti menjadi jalan berpasir yang sebelumnya tanah berbatu. Sebelum mencapai pantai jalan kembali sedikit menanjak karna kita harus melewati bukit kecil untuk sampai di pantai. Subhanallah… dari ketinggian kami melihat pantai dengan jejeran pohon kelapa, berpasir putih dan air laut yang biru, dan setelah menuruni bukit, kami terkagum kagum dengan pemandangan indah di pantai ini. Kebetulan waktu itu langit sangat cerah sehingga air laut yang bening membuat dasar laut di tepi pantai yang dangkal terlihat jelas.

Pantai Pulau Panjang Senggiling dari ketinggian

Pantai Pulau Panjang Senggiling dari ketinggian

pantai yang jernih

pantai yang jernih

Sesuai dengan namanya pantai pasir panjang, garis pantai ini terlihat sangat panjang, dan diujung pantai terlihat dari kejauhan sebuah bangunan yang berbentuk pelabuhan, dan ternyata itu adalah international Ferry terminal sebuah resort ternama di kawasan wisata terpadu Lagoi. Ternyata lokasi ini bersebelahan dengan kawasan wisata terpadu Lagoi.

Menikmati keindahan pantai panjang senggiling

Menikmati keindahan pantai panjang senggiling

Pemandangan di pantai ini memang luar biasa, ternyata benar informasi yang saya dapat sebelumnya dari seorang teman di desa senggiling, kalau pantai pasir panjang tidak kalah indah dengan pantai yang ada di Kawasan wisata terpadu Lagoi yang biasa dinikmati oleh turis turis asing dan kaum “Jet set” . Menurut nelayan yang sempat saya jumpai disana, turis turis asing yang berasal dari resort disana kadang kadang berjalan sampai ke pantai ini menikmati indahnya pantai didampingi guide mereka, tapi rekan rekan jangan sesekali mencoba mendekati resort kalau tidak ingin di interogasi atau usir oleh petugas keamanan resort , karna begitulah mereka menjaga privasi tamu mereka dari orang local.

Batu batuan di pingir pantai

Batu batuan di pingir pantai

Pantai Pasir panjang senggiling sangat sepi, saya hanya menjumpai beberapa pemancing yang datang pagi itu untuk memancing atau menjala ikan di pinggir pantai, sebagian besar mereka berasal dari desa senggiling dan sri bintan.

tidak ada fasilitas untuk wisatawan disini seperti warung toilet dll, bahkan tempat berteduh hanya pada pohon pohon yang ada disana, maka dari itu, rekan rekan lebih baik membekali diri dari rumah. pantai pasir panjang memang menggoda untuk berenang, namun rekan rekan harus berhati hati karna gelombang di pantai ini cukup kuat dan lautnya juga dalam.

Senggiling

Jika rekan rekan ingin mengunjungi tempat ini berikut Tips dan bagaimana mencapai nya sebagai berikut

• Sangat disarankan untuk menggunakan kendaraan roda dua yang mumpuni, karena medan medan adalah lokasi perkebunan yang berbukit. 3Km menjelang pantai adalah jalan tanah berbatu, mendekati panati jalan mulai berbasir (hati hati terpeleset ). Jika pun ingin menggunakan mobil, lebih cocok menggunakan mobil sejenis jeep

• Ketika memasuki check point katakanlah dengan sopan dan jujur niat anda kepada petugas keamanan tesebut, bahwa anda hanya ingin melihat pantai pasir panjang.

• Berlaku sopanlah ketika melewati area perkebunan, jangan memotret sembarangan diarea perkebunan jika anda tidak mempunyai izin.

• Persipakan bekal pribadi dari sebelum berangkat, seperti air minum,makanan ringan, topi, jaket, kantong plastic tepat sampah  dll

• Berhati hati, Perhatikan langkah anda ketika memasuki pantai atau semak belukar di dekat pantai, masih banyak terdapat hewan melata dan berbisa seperti ular dll (pengalaman pribadi, ketemu ular )

• Tidak dianjurkan untuk berenang, apalagi ketika ombak besar. sangat berbahaya

• Jangan berusaha untuk mendekati area resort atau pelabuhan yang ada di ujung pantai panjang kalau tidak ingin diusir 

Wisata Murah Meriah Pulau Bintan (Part I)

Wisata Murah Meriah Pulau Bintan (Part II)

Wisata Murah Meriah Pulau Bintan (Part III)

Pulau Penyengat, Wisata Murah Meriah Pulau Bintan (Part III)

Pulau Penyengat

Jika Rekan rekan mengunjungi Pulau Bintan, Belum lengkap rasanya jika rekan rekan tidak mengunjungi pulau Penyengat. Pulau yang terletak tidak jauh dari kota tanjung pinang , bisa ditempuh hanya dengan 15 menit menyeberangi laut dengan menggunakan pompong (perahu bermotor). Pulau ini telah menjadi salah satu saksi sejarah perjuangan Kerajaan Kesultanan Riau terhadap penjajah di abad ke 18, dan di pulau ini terdapat pula cerita tentang beberapa tokoh tokoh dengan nama besar yang sangat berpengaruh dalam sejarah bangsa Indonesia pada masa itu.

Benteng pertahanan di bukit kursi, Pulau Penyengat

Benteng pertahanan di bukit kursi, Pulau Penyengat

Benteng pertahanan bukit kursi, Pulau Penyengat

Benteng pertahanan bukit kursi, Pulau Penyengat

Konon tersurat dalam sebuah riwayat (Tuhfat al-Nafis) yang ditulis oleh Raja Ali Haji (Pujangga Kesultanan Riau), Pulau indah ini dijadikan Mahar Sultan Riau, Sultan Mahmud III untuk mempersunting Engku Putri atau Raja Hamidah. Engku Putri atau Raja Hamidah adalah sosok perempuan yang tegas dan karismatik, Beliau terlahir dari keluarga bangsawan Melayu dan Bugis, Ayahnya adalah seorang pemimpin dan Laksamana kerajaan riau yang terkenal pemberani dalam memerangi penjajah di tanah melayu, yaitu Raja Haji Fisabilillah. Sebagai perempuan keturunan campuran Melayu yang jelita, gemulai, dengan Bugis yang tegar, teguh, dan karismatis, tentulah dapat dibayangkan pada sosoknya. Beberapa sumber tertulis, menyebutkan Raja Hamidah sebagai seorang perempuan yang sangat elegan, cerdas dan bijaksana. Selain memegang peran sebagai seorang permaisuri, Raja hamidah juga menjadi salah satu penasehat sang sultan. Dia begitu setia mendampingi hari hari sultan hingga sang Sultan Mahmud III wafat (1812).

Setelah sultan wafat, kesetiaan nya terhadap negeri dan sultan di uji. terjadi konflik internal yang menyebabkan kesultanan riau terpecah, perebutan kekuasan terjadi baik dari pihak dalam kesultanan maupun dari pihak penjajah, namun ketegaran dan ketegasan sang Raja Hamidah untuk tetap mempertahankan Regalia (pusaka kesultanan) hingga sampai akhir hanyatnya, membuat namanya begitu di kenang hingga saat ini dan tercatat dalam sejarah kesultanan Riau.

Komplek Makan Engku Putri atau raja Hamidah

Komplek Makan Engku Putri atau raja Hamidah

Pusara Engku Putri atau Raja Hamidah

Pusara Engku Putri atau Raja Hamidah

Engku Putri atau Raja Hamidah mengemban amanat Sebagai pemegang regalia Kesultanan. Regalia adalah benda pusaka yang dianggap keramat dan sakti, selain sebagai symbol berharga dari kesultanan, regalia juga digunakan sebagai syarat sah kepemimpinan seorang sultan, seorang tidak dapat diakui sebagai sultan jika regalia tidak diserahkan kepadanya, meskipun daerah kesultanan sudah dikuasai oleh penguasa lain dan rajanya telah diusir dari wilayahnya, namum kekuasan tetap diakui kepada sang pemegang regalia, dan dia bisa membangun kembali kesultanan nya di daerah lainya meskipun dia telah diusir. Atas jasa dan kesetiannya itu, Hingga saat ini Regalia Kesultanan Johor Riau Lingga masih dapat di pertahankan dan di simpan di museum Indonesia.

Istana Tengku Bilik

Istana Tengku Bilik

Istana tengku bilik

Istana tengku bilik

Sungguh perjalanan ke pulau ini membuat saya seakan berkelana pada abad ke 18 ketika itu. Sebuah pulau sederhana nan menyimpan banyak cerita luar biasa didalam nya, Di pulau berukuran 2.500 meter x 750 meter ini terdapat beberapa bangunan peninggalan sejarah kesultanan riau, sebuah benteng pertahanan, sebuah masjid Sultan Riau yang terkenal itu, Balai adat Pulau penyengat dan makam makam tempat peristirahatan terakhir tokoh tokoh, ulama, dan pejuang kesultanan riau, diantaranya terdapat Makan Engku Putri atau Raja Hamidah (permaisuri dan pemegang regalia Kesultanan Riau). Raja Haji fisabilillah, seorang pemimpin dan pejuang pemberani yang melakukan perlawanan terhadap penjajah di tanah melayu serta beliau juga adalah Ayah dari Engku Putri atau raja Hamidah. dan Raja Ali Haji adalah seorang pujangga kesultanan riau yang terkenal dengan Gurindam dua belas, serta menulis buku pedoman bahasa dan mencatat tata bahasa melayu yang menjadi cikal bakal bahasa Indonesia saat sekarang ini, serta banyak lagi tokoh dan ulama kesultanan Riau yang di kebumikan di pulau ini.

Masjid Raya Sultan Riau, Pulau Penyengat

Masjid Raya Sultan Riau, Pulau Penyengat

Saat ini Pulau penyengat telah menjadi salah satu magnet destinasi wisata di Kepulauan Riau. Tak heran wisatawan berdatangan hampir dari seluruh daerah di tanah air , negeri Jiran hingga mancanegara, menyempatkan untuk berkunjung ke pulau ini. Sebagian besar wisatawan adalah wisatawan muslim, mereka singgah ke pulau ini untuk berziarah dan shalat di masjid sultan riau yang terkenal indah itu.

balai adat pulau penyengat

balai adat pulau penyengat

Jumlah wisatawan meningkat pada hari raya idul fitri, menurut penduduk setempat jumlah wisatawan bisa mencapai ribuan setiap harinya di awal bulan syawal. Uniknya, pada saat hari raya Idul fitri banyak wisatawan dari negeri jiran seperti dari singapura dan Malaysia datang ke pulau ini, mereka melakukan ziarah atau sekedar napak tilas leluhur leluhur mereka yang di kebumikan di pulau penyengat dan menemui sanak saudara mereka yang masih tinggal di pulau ini.

Pompong (perahu bermotor) alat penyebrangan ke pulau penyengat

Pompong (perahu bermotor) alat penyebrangan ke pulau penyengat

Untuk sampai ke pulau ini teman teman bisa menyebrang dari pelabuhan khusus menuju pulau penyengat yang berada di kota tanjung pinang, tak jauh dari pelabuhan sri bintan pura. Hanya dengan membayar Rp.6000 saja atau 80.000 jika teman teman ingin mencater pompong (perahu bermotor) untuk menyeberang.

BENTOR (becak motor) alat tansportasi keliling pulau penyengat,

BENTOR (becak motor) alat tansportasi keliling pulau penyengat,

sesampai di dermaga pulau penyengat, teman teman akan ditawari jasa transportasi untuk angkutan berkeliling pulau oleh abang abang becak motor yang mangkal di pelabuhan, dengan tarif Rp30.000/trip, setiap becak motor bisa mengangkut dua orang dewasa sekali trip. selain becak motor disini juga tersedia penyewaan sepeda dan sepeda motor dengan tarif Rp10.000/jam untuk sepeda dan Rp20.000/jam untuk penyewaan sepeda motor, rekan rekan bisa memilih transportasi apa yang rekan rekan kehendaki, penyedia jasa menawarkan jasanya dengan ramah tanpa ada paksaan, sehingga berwisata pulau ini sangat aman dan nyaman. Puas berkeliling pulau hingga perut terasa lapar..? rekan rekan jangan khawatir tidak menemui tempat makan di pulau ini, beberapa tempat terdapat rumah makan atau tempat makan, umumnya yang dijajakan adalah menu dari hasil laut atau seafood.

Berkeliling pulau naik BENTOR

Berkeliling pulau naik BENTOR

Pulau penyengat sangat cocok dijadikan tujuan wisata bersama keluarga, selain fasilitas yang cukup memadai untuk wisatawan, keasrian alam serta keramahan penduduk setempat membuat wisatawan betah berlama lama disini, dan yang terpenting adalah berwisata ke sini…, Murah :) .

Pantai Sakera, Wisata Murah Meriah di Pulau Bintan (part II)

nyiur-senja4_zps9dcd301a

Pantai yang Terletak di barat laut Pulau Bintan Ini kerap ramai di kunjungi kala akhir pekan, Suasana alam yang asri, pantai yang ramah dan tentunya Murah, sehingga cocok untuk menjadi destinasi wisata Keluarga . Pantai ini bisa di capai sekita 2.5 jam dari kota tanjung pinang,
dan tidak lebih dari 15 menit dari kota tanjung uban.

DSC_2863_zps6c497a26

DI sepanjang garis pantai ini anda akan temui banyak sekali pondok pondok kecil sederhana yang di kelola dan disewakan oleh masyarakat setempat untuk tempat santai pengunjung, bahkan anda pun di beri kesempatan secara gratis menempatinya apabila anda datang di luar akhir pekan.

Fasilitas rekreasi yang ada di pantai ini cukup memadai, anda bisa menikmati mengayuh kano di pantai dengan biaya sewa hanya 25.000/jam nya, serta tersedia juga lapangan futsal berlantaikan pasir di tepi pantai, dan Arena Outbond dengan bagi anda yang ingin seru seruan bermain ketangkasan bersama rekan rekan. Pantai Sakera cukup aman digunakan untuk berenang,

7998929268_6dd8a38f71_o_zpseeb6a4f4

DSC_1871_zps931c4e90

selain tidak terlalu dalam (cenderung dangkal) dan juga jernih, memungkinkan anda dan anak anak untuk berenang atau sekedar berendam di tepi pantainya, namun bagi yang membawa anak anak berenang tetap diberikan pengawasan ya… :) . Ketika Air laut mulai surut, anda jangan bergegas untuk pulang dulu, karena masih ada hal menarik lyang bisa anda lakukan di Pantai Sakera di pulau bintan, Yaitu aktifitas bekarang . Bekarang adalah aktifitas mencari Kerang, Ketam (sejenis kepiting),Gonggong (sejenis Siput) dan teripang di pantai Ketika Air laut surut. Ketika air surut bisa mencapai kurang lebih 2Km dari bibir pantai, nah kesempatan ini tak disiasiakan pengunjung biasanya, Jika anda beruntung anda bisa membawa pulang sekantong bahkan beberapa kantong kerang segar ketika anda pulang , dan yang terpenting ini semua Gratis :)

DSC_0854_zpsee7956d4

Bekarang_zps2c6bb0fb

Untuk anda yang menikmati jalan jalan dengan kegiatan fotografi, Pantai sakera cukup fotogenik untuk dijadikan tempat berburu object foto, Jika anda menyukai foto Human interest disini anda bisa merekam kegiatan Nelayan dalam bingkai kamera anda, untuk yang menyukai foto landscape , disini juga adalah tempat yang tepat untuk merekam indahnya moment matahari terbenam

DSC_7954_zps2bb547ac

Blue hours  :)

Blue hours :)

Nelayan Pulang Melaut

Nelayan Pulang Melaut

Pesona Bukit Kayangan Kerinci, Sebuah Negeri Diatas Awan.

 

Puncak Bukit Kayangan

  

Puncak Bukit Kayangan

Puncak Bukit Kayangan

Keindahan Alam tanah Kerinci memang tidak bisa dilupakan oleh setiap orang yang mengunjunginya, hampir setiap orang yang datang ke negeri yang konon mendapat julukan sebagai atap Sumatra ini, berkeinginan untuk selalu ingin kembali mengunjunginya. Potensi keindahan alam yang  termasyur, ragam budaya dan bahasa yang unik, keramahan penduduk tempatan, serta kuliner yang memanjakan lidah, seakan menciptakan sebuah harmonisa yang indah untuk dinikmati para pelancong.

Dari Puncak bukit Terlihat Gunung Kerinci di Kejauhan

Dari puncak bukit Terlihat gunung Kerinci di Kejauhan

Adalah bukit kayangan, merupakan salah satu dari keindahan kerinci yang wajib teman teman jajaki bila teman teman berkenjung ke Kerinci. Bukit kayangan adalah sebuah bukit yang merupakan rangkaian dari bukit barisan yang mengelilingi sebagian daerah di kerinci. Terletak di Desa renah kayu embun, tidak begitu jauh dari pusat kota Sungai Penuh, Puncak bukit kayangan (± 1500 mdpl) dapat di tempuh dengan waktu ±30menit dari pusat kota sungai Penuh, teman teman bisa mencapainya dengan kendaraan sepeda motor atau mobil. Hampir 75% jalan menuju ke bukit kayangan dalam keadaan aspal yang mulus, namun setelah beberapa ratus meter dari gerbang masuk Bukit kayangan sisanya masih merupakan jalan tanah berliku liku dan berbatu.

Desa Renah Kayu Ambun

Desa Renah Kayu Ambun

Sepanjang perjalanan menuju puncak, rekan rekan dapat menikmati indahnya pemandangan deretan bukit barisan serta tatanan ladang ladang masyarakat tempatan, semakin mendaki maka akan semakin terlihat kota sungai penuh, hamparan sawah dan penampakan danau kerinci dari kejauhan.

Rasa penasaran akan terbayarkan ketika teman teman mencapai puncak, sungguh pemandangan yang luar biasa, bila cuaca cerah rekan rekan dapat menyaksikan kota sungai penuh, Danau kerinci dan danau kerinci dengan jelas dari kejauhan, ragkaian bukit barisan, perkebunan di lereng dan sela bukit, liku liku jalan yang teman teman lewati terlihat di pinggir bukit terlihat sangat indah.

9195498561_3322a4a85d_c View dari puncak bukit kayangan

Saat kabut menyelimuti perbukitan

Saat kabut menyelimuti perbukitan

Pemandangan tak kalah dramatisnya jika cuaca sedang berkabut dan mendung, seakan akan suasana merubah menjadi mistis, kabut perlahan lahan merayap menutupi kota sungai penuh hingga sebagian pinggang bukit barisan dan dataran rendah lainnya, matahari seakan meredup dan suhu menjadi dingin, sehingga seakan akan kita berada di atas awan, sebuah negeri kayangan.

Spot di puncak bukit ini juga sangat tepat untuk dijadikan tempat untuk menyaksikan dan merekan keindahan Sunrise di bingkai kamera rekan rekan. Untuk menyaksikan sunrise, teman teman disarankan untuk berangkat lebih pagi dari kota sungai penuh, rencanakan untuk memulai trip pukul lima subuh atau lebih awal adalah waktu yang baik untuk menanti sunrise disana.

Sunrise di lihat dari bukit Kayangan

Sunrise di lihat dari bukit Kayangan

Memotret Sunrise dari Puncak Bukit kayangan

Memotret Sunrise dari Puncak Bukit kayangan

Setelah sunrise pertunjukan belum usai teman.. :) keindahan bukit barisan akan terlihat sayang untuk tidak diabadikan dengan karma, ketika cahaya matahari dari arah samping dan lembut membuat teksture, bentuk garis, dan lapisan lapisan bukit barisan  akan terlihat dengan jelas

9217357583_852fc17de6_c keindahan teksture bukit Barisan

Fasilitas yang ada di bukit tersebut masih minim, disana hanya terdapat bangunan berbentuk taman taman  dan ada sebuah Pondok bertiang besi dan beratapkan seng sebagai tempat pelancong untuk memandang, sebuah pos penjagaan berukuran 1.5×1.5m dan sebuah bangunan besar bertingkat dua sejenis pesanggrahan, sayang nya semua bagunan tersbut tidak terawat. Tidak ada toilet dan pedagang makanan disana, karena area sekitar bukit merupakan ladang masyarakat tempatan, maka dari itu rekan rekan harus mempersiapkan sendiri keperluan rekan rekan selama berada disana, meskipun hanya sekedar makanan kecil atau minuman saja.