Pulau Penyengat, Wisata Murah Meriah Pulau Bintan (Part III)

Pulau Penyengat

Jika Rekan rekan mengunjungi Pulau Bintan, Belum lengkap rasanya jika rekan rekan tidak mengunjungi pulau Penyengat. Pulau yang terletak tidak jauh dari kota tanjung pinang , bisa ditempuh hanya dengan 15 menit menyeberangi laut dengan menggunakan pompong (perahu bermotor). Pulau ini telah menjadi salah satu saksi sejarah perjuangan Kerajaan Kesultanan Riau terhadap penjajah di abad ke 18, dan di pulau ini terdapat pula cerita tentang beberapa tokoh tokoh dengan nama besar yang sangat berpengaruh dalam sejarah bangsa Indonesia pada masa itu.

Benteng pertahanan di bukit kursi, Pulau Penyengat

Benteng pertahanan di bukit kursi, Pulau Penyengat

Benteng pertahanan bukit kursi, Pulau Penyengat

Benteng pertahanan bukit kursi, Pulau Penyengat

Konon tersurat dalam sebuah riwayat (Tuhfat al-Nafis) yang ditulis oleh Raja Ali Haji (Pujangga Kesultanan Riau), Pulau indah ini dijadikan Mahar Sultan Riau, Sultan Mahmud III untuk mempersunting Engku Putri atau Raja Hamidah. Engku Putri atau Raja Hamidah adalah sosok perempuan yang tegas dan karismatik, Beliau terlahir dari keluarga bangsawan Melayu dan Bugis, Ayahnya adalah seorang pemimpin dan Laksamana kerajaan riau yang terkenal pemberani dalam memerangi penjajah di tanah melayu, yaitu Raja Haji Fisabilillah. Sebagai perempuan keturunan campuran Melayu yang jelita, gemulai, dengan Bugis yang tegar, teguh, dan karismatis, tentulah dapat dibayangkan pada sosoknya. Beberapa sumber tertulis, menyebutkan Raja Hamidah sebagai seorang perempuan yang sangat elegan, cerdas dan bijaksana. Selain memegang peran sebagai seorang permaisuri, Raja hamidah juga menjadi salah satu penasehat sang sultan. Dia begitu setia mendampingi hari hari sultan hingga sang Sultan Mahmud III wafat (1812).

Setelah sultan wafat, kesetiaan nya terhadap negeri dan sultan di uji. terjadi konflik internal yang menyebabkan kesultanan riau terpecah, perebutan kekuasan terjadi baik dari pihak dalam kesultanan maupun dari pihak penjajah, namun ketegaran dan ketegasan sang Raja Hamidah untuk tetap mempertahankan Regalia (pusaka kesultanan) hingga sampai akhir hanyatnya, membuat namanya begitu di kenang hingga saat ini dan tercatat dalam sejarah kesultanan Riau.

Komplek Makan Engku Putri atau raja Hamidah

Komplek Makan Engku Putri atau raja Hamidah

Pusara Engku Putri atau Raja Hamidah

Pusara Engku Putri atau Raja Hamidah

Engku Putri atau Raja Hamidah mengemban amanat Sebagai pemegang regalia Kesultanan. Regalia adalah benda pusaka yang dianggap keramat dan sakti, selain sebagai symbol berharga dari kesultanan, regalia juga digunakan sebagai syarat sah kepemimpinan seorang sultan, seorang tidak dapat diakui sebagai sultan jika regalia tidak diserahkan kepadanya, meskipun daerah kesultanan sudah dikuasai oleh penguasa lain dan rajanya telah diusir dari wilayahnya, namum kekuasan tetap diakui kepada sang pemegang regalia, dan dia bisa membangun kembali kesultanan nya di daerah lainya meskipun dia telah diusir. Atas jasa dan kesetiannya itu, Hingga saat ini Regalia Kesultanan Johor Riau Lingga masih dapat di pertahankan dan di simpan di museum Indonesia.

Istana Tengku Bilik

Istana Tengku Bilik

Istana tengku bilik

Istana tengku bilik

Sungguh perjalanan ke pulau ini membuat saya seakan berkelana pada abad ke 18 ketika itu. Sebuah pulau sederhana nan menyimpan banyak cerita luar biasa didalam nya, Di pulau berukuran 2.500 meter x 750 meter ini terdapat beberapa bangunan peninggalan sejarah kesultanan riau, sebuah benteng pertahanan, sebuah masjid Sultan Riau yang terkenal itu, Balai adat Pulau penyengat dan makam makam tempat peristirahatan terakhir tokoh tokoh, ulama, dan pejuang kesultanan riau, diantaranya terdapat Makan Engku Putri atau Raja Hamidah (permaisuri dan pemegang regalia Kesultanan Riau). Raja Haji fisabilillah, seorang pemimpin dan pejuang pemberani yang melakukan perlawanan terhadap penjajah di tanah melayu serta beliau juga adalah Ayah dari Engku Putri atau raja Hamidah. dan Raja Ali Haji adalah seorang pujangga kesultanan riau yang terkenal dengan Gurindam dua belas, serta menulis buku pedoman bahasa dan mencatat tata bahasa melayu yang menjadi cikal bakal bahasa Indonesia saat sekarang ini, serta banyak lagi tokoh dan ulama kesultanan Riau yang di kebumikan di pulau ini.

Masjid Raya Sultan Riau, Pulau Penyengat

Masjid Raya Sultan Riau, Pulau Penyengat

Saat ini Pulau penyengat telah menjadi salah satu magnet destinasi wisata di Kepulauan Riau. Tak heran wisatawan berdatangan hampir dari seluruh daerah di tanah air , negeri Jiran hingga mancanegara, menyempatkan untuk berkunjung ke pulau ini. Sebagian besar wisatawan adalah wisatawan muslim, mereka singgah ke pulau ini untuk berziarah dan shalat di masjid sultan riau yang terkenal indah itu.

balai adat pulau penyengat

balai adat pulau penyengat

Jumlah wisatawan meningkat pada hari raya idul fitri, menurut penduduk setempat jumlah wisatawan bisa mencapai ribuan setiap harinya di awal bulan syawal. Uniknya, pada saat hari raya Idul fitri banyak wisatawan dari negeri jiran seperti dari singapura dan Malaysia datang ke pulau ini, mereka melakukan ziarah atau sekedar napak tilas leluhur leluhur mereka yang di kebumikan di pulau penyengat dan menemui sanak saudara mereka yang masih tinggal di pulau ini.

Pompong (perahu bermotor) alat penyebrangan ke pulau penyengat

Pompong (perahu bermotor) alat penyebrangan ke pulau penyengat

Untuk sampai ke pulau ini teman teman bisa menyebrang dari pelabuhan khusus menuju pulau penyengat yang berada di kota tanjung pinang, tak jauh dari pelabuhan sri bintan pura. Hanya dengan membayar Rp.6000 saja atau 80.000 jika teman teman ingin mencater pompong (perahu bermotor) untuk menyeberang.

BENTOR (becak motor) alat tansportasi keliling pulau penyengat,

BENTOR (becak motor) alat tansportasi keliling pulau penyengat,

sesampai di dermaga pulau penyengat, teman teman akan ditawari jasa transportasi untuk angkutan berkeliling pulau oleh abang abang becak motor yang mangkal di pelabuhan, dengan tarif Rp30.000/trip, setiap becak motor bisa mengangkut dua orang dewasa sekali trip. selain becak motor disini juga tersedia penyewaan sepeda dan sepeda motor dengan tarif Rp10.000/jam untuk sepeda dan Rp20.000/jam untuk penyewaan sepeda motor, rekan rekan bisa memilih transportasi apa yang rekan rekan kehendaki, penyedia jasa menawarkan jasanya dengan ramah tanpa ada paksaan, sehingga berwisata pulau ini sangat aman dan nyaman. Puas berkeliling pulau hingga perut terasa lapar..? rekan rekan jangan khawatir tidak menemui tempat makan di pulau ini, beberapa tempat terdapat rumah makan atau tempat makan, umumnya yang dijajakan adalah menu dari hasil laut atau seafood.

Berkeliling pulau naik BENTOR

Berkeliling pulau naik BENTOR

Pulau penyengat sangat cocok dijadikan tujuan wisata bersama keluarga, selain fasilitas yang cukup memadai untuk wisatawan, keasrian alam serta keramahan penduduk setempat membuat wisatawan betah berlama lama disini, dan yang terpenting adalah berwisata ke sini…, Murah ๐Ÿ™‚ .

Iklan

18 pemikiran pada “Pulau Penyengat, Wisata Murah Meriah Pulau Bintan (Part III)

  1. Ping balik: Festival Pulau Penyengat 2016 | #โ€ŽPenyengatFestโ€ฌ | Robbi Hafzan
  2. Beberapa tahun yang lalu saya sempat berkunjung ke Pulau Penyengat. Waktu itu sepi sekali dan sendirian. Tiba-tiba ada seorang bapak tua yang nongkrong di dermaga nemenin saya muterin pulau. Banyak sekali cerita yang saya dapat ๐Ÿ™‚

  3. Gambar yang indah, saya sangat menikmatinya….. Terimakasih telah memotret pulau Bintan dengan tangan dingin dan sorotan mata terbaik anda…. Beautifull.. ๐Ÿ™‚

  4. saya baru hari ini ke Pulau Penyengat, sungguh indah dan terasa Melayunya….. sempat ngobrol lama dengan tua-tua setempat. sayang Pari bakar yg saya incar sedang tak ada, hehehe
    saya sendirian… gak berani naik ke bukit Kursi karena sepi dan kanan kiri kuburan… hehehe

    • betul sekali mas Galio… selain berkeliling pulau, ikan bakar pulau penyengat salah satu yang wajib untuk di cicipi,namun jika tidak sempat, bisa coba singgah ke akau potong lembu , disana banyak makanan enak ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s