Program Konservasi Penyu pulau Bintan

PicsArt_05-15-10.20.17

Bukan hal berlebihan bila menyatakan alam Indonesia luar biasa, Bentang alam dan kekayaan yang di kandung  bumi nya serta keanekaragaman flora dan fauna termasuk species langka yang hampir punah masih di temukan di bumi Indonesia, tidak kah kita wajib mensyukurinya….? Contoh saja, keberadaan enam dari tujuh spesies penyu di dunia ada di Indonesia, empat diantaranya bahkan menjadikan perarian dan pantai Indonesia sebagai tempat bertelur, sebagaimana Kecendrungan penyu laut kawin di daerah perairan dingin dan bertelur di perairan yang bersuhu lebih hangat seperti di daerah kepulauan Indonesia.

Pantai pantai Pulau Bintan adalah salah satu daerah di Indonesia yang masih banyak di temukan penyu  bertelur, ini menandakan bahwa masih terjaga nya perairan dan pantai di sekitaran pulau Bintan, sehingga penyu masih nyaman menetetaskan telur telurnya. Beberapa daerah kerap dijadikan tempat penyu bertelur seperti di daerah teluk sebong dan sepanjang garis pantai bagian utara pulau Bintan. Pertumbuhan yang sangat lambat dan ancaman predator  yang sangat besar terhadap penyu membuat spesies penyu terancam sangat serius, bahkan sebuah organisasi konservasi sumber daya alam Internasional IUCN telah memasukkan penyu dalam “Red Label” atau makhluk hidup yang sangat terancam populasinya. Penyu mempunyai siklus puluhan tahun untuk bisa bertelur kembali, dari ratusan telur di perkirakan hanya 3% yang bertahan tumbuh hingga jadi penyu dewasa, itu pun belum termasuk gangguan predator alam dan manusia yang mengancam pertumbuhan jumlah penyu.

Pulau Bintan selain masih menjadi tempat yang nyaman untuk penyu bertelur, sekaligus menjadi tempat yang mengancam bagi penyu bertelur, hal itu di sebabkan kebutuhan akan pariwisata yang terus meningkat,  menyebabkan pantai pantai alami beralih fungsi menjadi resort resort komersial yang secara tidak langsung menggusur tempat penyu bertelur. Penyu cenderung akan kembali lagi ketempat dimana ia pernah  bertelur dalam waktu puluhan tahun, bisa saja saat ini penye bertelur di sebuah pantai yang masih alami, namun beberapa puluh tahun kemudian tempat tersebut sudah berubah wujud menjadi resort resort komersial. Peran pemerintah dan pengelola wisata harus aktif mendukung  konservasi, khususnya penyu. Salah satu contoh dukungan atas nilai konservasi dari pihak pengelola wisata adalah yang dilakukan oleh ClubMed Bintan dengan sebuah program konservasi penyu secara terus menerus. Penyu penyu datang ke pantai mereka untuk bertelur, dan tim konservasi dari resort tersebut  melindungi telur dan mengkarantina untuk kemudian di tetaskan dan di lepaskan kembali ke laut. Beberapa waktu lalu komunitas konservasi Penyu Club med bintan telah berhasil melepaskan 100 ekor penyu yang dilakukan secara bersama sama dengan pengunjung resort, kegiatan tersebut secara tidak langsung meng-edukasi bahwa bahwa penting nya mendukung program konservasi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s