bukit Pasir Desa Busung, Pulau Bintan

 

 

DSC_7558

Apakah mungkin di daerah tropis seperti Pulau Bintan ada gurun pasir…?

Gurun adalah padang yang sangat luas dan tandus, salah satu gurun yang  yang terkenal sangat luas adalah Gurun sahara di afrika, merupakan salah satu gurun terluas di dunia. Gurun terjadi karena adanya proses pelapukan bebatuan di daerah tertentu di sebabkan perubahan suhu yang sangat drastis. Suhu panas menyengat di siang hari membuat suhu bebatuan meningkat sehingga menyusut dan pecah ketika suhu tiba tiba turun menjadi sangat rendah pada malam hari, dan kejadian ini berlangsung dalam waktu yang panjang, jutaan hingga ribuan tahun. Daerah gurun juga identik dengan curah hujan yang sangat sedikit yaitu di bawah 250mm per tahun.

Lantas, bagaimana dengan daerah yang  dinamai Gurun pasir atau bukit pasir di  Desa busung pulau bintan itu? apakah juga menjalani proses ratusan tahun, sama seperti gurun sahara itu…? Tentu saja tidak…. Gurun pasir atau bukit pasir Desa busung Bintan bukanlah terbentuk  secara alamiah seperti gurun sahara di afrika sana, melainkan  lahan bekas aktifitas penambangan pasir. karena area pertambangan pasir  yang berbukit bukit dan sangat luas, sehingga terlihat menyerupai bukit pasir  atau gurun  pasir, oleh sebab itu sebagian orang menamainya bukit pasir  atau gurun pasir Busung.  Desa busung dan beberapa daerah lainnya di pulau bintan merupakan daerah eksplorasi pasir dahulu nya, namun saat ini aktivitas tambang telah di hentikan sesuai larangan oleh pemerintah daerah, karena dinilai menggangu tata ruang dan lingkungan. Pasir hasil tambang dari pulau bintan digunakan untuk kebutuhan daerah sendiri dan ekspor,  konon salah satu tujuan ekspor pasir ialah untuk memenuhi kebutuhan pasir untuk proyek reklamasi singapura. proyek yang di gagas untuk menjawab permasalahan  keterbatasan lahan yang tak seimbang dengan jumlah pertumbuhan penduduk di negara itu.

sebagain orang hanya menganggap hamparan pasir  yang terletak di jalan lintas Tanjunguban -Tanjungpinang itu  sebagai pemandangan yang biasa saja, hanya sebuah area bekas tambang. Akan tetapi, sebagaian orang lainnya melihat dari sudut pandang yang berbeda, melihat dengan sudut pandang artistik, dan kemudian  merekam pemandangan unik itu dalam bentuk foto yang di komposisikan sedemikian rupa sehingga menghasilkan foto pemandangan layaknya gurun yang fotogenik. apalagi ketika di potret dengan komposisi dan pencahayaan yang baik, seperti ketika  bukit bukit pasir tersebut  disinari matahari dengan arah cahaya  yang  tengah condong, sehingga menghasilkan foto yang ciamik.

Foto foto bukit pasir bekas tambang hasil bidikan para pemilik sudut pandang artistik itu kian banyak beredar di media sosial, mejalar di dunia maya dengan  cepat, hingga viral, membuat orang penasaran ingin melihat bukit pasir, hingga  tiap akhir pekan Orang orang yang entah dari mana datang nya, berdatangan  mengunjungi bukit pasir itu, meskipun sekedar untuk selfie dan memotret.  sebegitu luar biasanya efek media sosial, hingga mampu merubah bekas tambang yang biasa sepi itu , kini mendadak  terkenal dan ramai oleh pelancong tiap akhir pekan nya.

Tidak sukar menemukan Bukit pasir tesebut, terletak di tepi jalan lintas tanjunguban-tanjungpinang tepatnya di desa busung, jika berkendara dari tanjung uban, hanya memakan waktu 15 menit saja. waktu terbaik dalah sore hari, karena jika datang saat siang hari, akan terasa sangat panas sekali, tidak ada tempat berteduh dan tidak ada yang menjual makanan,  minuman di sekitar sini, karena memang belum di persiapkan untuk tempat wisata,  dan juga tidak dikenakan biaya masuk , kendaraan cukup di parkir  di tepi jalan saja.

 

Iklan

6 pemikiran pada “bukit Pasir Desa Busung, Pulau Bintan

  1. Dulunya pernah mengunjungi tempat ini sebelum menjadi mainstream seperti sekarang, diajak teman dari bintan.
    Sekarang malah jadi salah datu destinasi wisata ya!

    • betul pak AW, konon ceritanya di awal tahun ada rombongan fotografer camping disini untuk berburu foto bima sakti, semenjak itu banyak foto foto tempat ini di medsos, nga nyangka dlm hitungan bulan tempat ini ramai, org tempatan pun bingung hehe

  2. Saya sudah datang…luar biasa. Awalnya gak mau mampi karna tujuan saya mau ke tanjung uban sj . Nyesel pas balik sudah agak sore….kaget juga bagus buat fotography yg berbau seni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s