KEPRI Go Digital bersama WAKJEK

dsc_2148

Beberapa saat lalu saya mendapat undangan untuk menghadiri sosialisasi program yang berjudul KEPRI Go Digital. saya sudah membayangkan pasti ini soal pembahasan yang seru. Dunia digital selalu punya kejutan, sebagaimana tajuk acara yang kedenganran sangat bersemangat dan penuh optimisme itu, bagaimana KEPRI menerapkan system digital, KEPRI Go Digital. Saya membayangkan dalam sosialiasi itu akan di bicarakan bagaimana nelayan menggunakan aplikasi melacak ikan, seperti hal nya mengejar pokemon, atau mungkin juga dibicarakan sebuah sistem bagaimana penumpang pompong memesan tiket lewat aplikasi android untuk menyeberang ke pulau penyengat, memesan gonggong dari seafood restoran dengan delivery order dan sebagainya, pokonya bagaimana masyarakat di mudahkan dengan bantuan sistem informasi digital, itu bayangan saya.

Pukul enam pagi , saya sudah siap menyeberang dari Bulang Linggi  pulau bintan menuju telaga punggur batam, tempat acara sosialisasi itu di laksanakan. Berhubung  tema acaraacara adalah  “Digital” saya pun ingin merasakan “semangat digital” hari itu, untuk saya memutuskan untuk mencoba jasa ojek online  yang baru baru ini di rilis di kota batam, biar ngerasain digital lifestyle nya kota batam hehe, sebagaimana  undangan untuk acara hari ini pun yang juga dikirim secara digital via  facebook 🙂

Saat ini, di kota Batam sudah ada dua jasa Ojek Online yang beroperasi, namun kali ini saya memutuskan untuk memilih jasa ojek Online asal daerah sendiri saja, produk lokal KEPRI yaitu “WakJek”. Sehari sebelumnya saya telah menginstall aplikasi WakJek di smartphone,  pemasangan aplikasi sangat mudah, cukup dengan memasukkan beberapa data seperti alamat email dan nomor  telepon seluluer saja, aplikasi Wak-Jek Langsung Running.

Setengah jam sebelum berangkat, saya memesan ojek lewat aplikasi WakJek dari gawai android saya.  Dengan memilih Layanan “naik Ojek”  di laman aplikasi, kemudian  tinggal memasukkan  alamat tujuan dan alamat penjemputan, secara otomatis aplikasi mengkalkulasi jarak dan ongkos perjalanan yang harus di bayar, kemudian tekan tombol Order, dan proses oder pun berjalan. Tidak lebih dari 5 menit seorang  driver Wak-jek menelepon.

Kesan pertama cukup impressive, driver Wak-jek menyapa di ujung telepon layaknya receptionist hotel ,membuka pembicaraan dengan melemparkan salam,  dengan ucapan “selamat pagi” dan diikuti nama panggilan saya, emudian memperkenalkan dirinya dan identitasnya sebagai driver Wak-jek. Untuk bagian ini , saya sudah kena hati.  Dalam percakapan telepon kami sepakat janjian bertemu di depan pelabuhan punggur, setelah si driver Wak-Jek memohon pengertian untuk tidak di jemput di dalam pelabuhan. “kami tidak boleh masuk pelabuhan dan berhenti lama di sana pak….” . saya  memaklumi, karena bisa merasakan masih ada penolakan dari sekelompok orang atas keberadaan onjeg online tersebut.

Wak-Jek datang tepat waktu, segera setelah sampai di depan pelabuhan  saya melirik pengendara motor berseragam dan  Helm orange ciri khas Wak Jek sudah “ready”.  Sembari menghampirinya, saya melirik nomor polisi sepeda motor dan mencocokkan dengan yang tertera di aplikasi, ok Ternyata nomor polisinya tepat.  Tanpa ragu saya sapa Pak Jauhari, driver Wak Jek-Saya. “selamat pagi pak Jauhari…”pak Jauhari si driver Wak_jek membalas salam dan senyum di balik helm orange nya, dan menyodorkan helm orange perlogo Wak-Jek yang berwarna orange pula untuk saya. sayapun siap duduk di belakang, motor wak-jek berlalu meninggalkan telaga punggur, meluncur di aspal kota batam, membawa saya ketujuan.

Pak Jauhari mengemudi dengan hati hati,  ramah, sepanjang perjalanan ngonbrol kesana kemari, curhat tentang keberadaan ojek online yang masih mendapat penolakan. Tak jauh berbeda dengan permasalahan yang melanda Ojek Online di ibukota beberapa waktu dulu, terjadi benturan antara pengelola transportasi online dan konvensional, tapi syukurlah.. .Batam belum pernah terdengar adanya  bentrok fisik atau tindakan yang merugikan dikarenakan permasalahan tersebut.   Tak sadar, waktu tempuh Telaga Punggur-jodoh hampir satu setengah jam, mungkin lebih, di tambah pula saat itu adalah “jam sibuk”, di beberapa titik, laju kendaraan harus tersendat karena macet.  Meskipun lambat, saya sampai tepat waktu, tanpa perlu perlu menayakan ongkos, saya membayar ongkos Wak-Jek sesuai yang tertera pada aplikasi. Pak jauhari merapatkan tangan mengucapkan terima kasih sambil tersenyum, layaknya pramugara menyambut penumpang turun dari kabin pesawat.

Sosialisasi KEPRi Go Digital Usai,  paparan nya lebih menekankan pada sector parawisata KEPRI yang harus segera mengadopsi sistem Digital, karena sistim digital di percaya lebih efektif dan juga murah. Saya memutuskan untuk segera pulang ketika acara usai, tidak ada waktu untuk berkeliling batam, meskipun sudah lama sekali tidak berkeliling di meotropilitan nya KEPRI ini.

Saya emutuskan untuk pulang menggunakan jasa ojek online kembali, kali ini saya mencoba meng-order jasa ojek online dari perusahaan lain,  tapi sepertinya aplikasinya belum  “ready”, beberapa kali mengulang oder, tetap saja aplikasi tidak biasa menuntaskan. Akhirnya saya memutuskan untuk mengorder WakJek kembali untuk tujuan Jodoh-Telaga Punggur. Kali ini WakJek merespon lebih cepat dibanding ketika saat berangkat tadi, kurang dari 3 menit, saya di telefon driver WakJek bernama pak Jensi, dia akan menjemput saya dalam 5 menit tuntasnya di ujung telepon. Kurang dari waktu yang di janjikannya, pak Jensi sudah datang. Sama seperti pak Jauhari sebelumnya, pak Jensi menyapa dengan ramah pula,  sepertinya ini mungkin bagian dari standar operasi WakJek, menyapa pelanggan dengan salam.  kali ini saya sepertinya akan melaju  lebih cepat ke telaga punggu, karena pak jensi menunggang sepeda motor kapasitas mesin 149CC dengan slogan “semakin didepan” itu, pak Jensi memacu sepeda motor nya,  dalam waktu 30 menit saya tiba di pelabuhan telaga punggur, ini cepat sekali…! namun sepanjang perjalanan saya perhatikna pak Jensi patuh peraturan lalu lintas dan tidak ugal-ugalan, bersyukur saya sampai tepat waktu sesuai dengan  jadwal keberangkatan kapal menyeberang ke pulau bintan.

Ini merupakan pengalaman pertama yang berkesan mencoba inovasi dari jasa ojek ini, dari yang sebelumnya ojek pangkalan yang  konvensional  menjadi jasa online seperti Wak-Jek. WakJek  Tidak Cuma sekedar layanan Naik Ojek, Wak-Jek juga menyediakan layanan Antar barang, makanan, belanjaan, service AC, Hingga Rental kendaraan. System Wak-Jek belum sepenuhnya digital, terbukti Wak-Jek masih membuka saluran telepon untuk yang tidak bisa meng-akses aplikasi Wak-jek, pelanggan bisa menelepon ke nomor 0811773933. Wak-Jek menetapkan tariff Rp10.000 untuk empat kilometer pertama, dan selanjutnya Rp.2000/kilometer

WakJek adalah salah satu contoh penerapan semangat “KEPRI Go Digital” di KEPRI. sebagai perusahaan daerah yang menerapkan Sistem informasi digital yang  membantu masyarakat menawarkan kemudahan, juga memberikan ke trasnparansi, dan kenyamanan. sistim yang baik seperti ini selayaknya perlu di kembangkan lebih luas lagi , terutama untuk pelayanan masyarakat bahkan birokrasi pemerintah pun harus berubah menjadi lebih baik dengan sistim informasi digital yang  transparan, cepat, dan mudah seperti WakJek.

screenshot_2016-10-06-09-40-45

screenshot_2016-10-06-09-41-19

screenshot_2016-10-06-09-42-20

Iklan

4 pemikiran pada “KEPRI Go Digital bersama WAKJEK

    • mas Fathony, kalau hujan pasti lebih nyaman dengan taksi ya.. 🙂 . menurut saya lebih efisien dengan ojek ini ketimbang harus naik taksi. saat itu dari telaga punggur ke jodoh saya harus diuber waktu, jika dengan taksi kadang harus nunggu penuh atau supir kadang berhenti mencari penumpang di jalan untuk taksi yang “rame-rame” dan taksi “langsung” juga mungkin bisa saja cepat, tapi dari harga tentu lebih mahal dari ojek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s