Jelajah Lingga Bersepeda (prolog)

img_20170131_130339_801_wm

Keseimbangan Hidup

Jika hidup ibaratkan sebuah perjalanan,  tidak ada yang bisa menjamin selalu di jumpai jalan yang mulus dan menyenangkan, terkadang jalan yang dilalui terjal berliku dan melelahkan, penuh kerikil bebatuan, jatuh terluka meskipun telah berhati hati, tersesat pun kadang sesuatu yang mungkin saja terjadi terjadi. Ada kalanya kita berbahagia dan bersuka cita ketika dihadapi  jalan yang mulus dan menyenangkan, tapi tak jarang pula ratap dan tangis ketika yang dihadapi adalah  perjalanan yang sulit. Sering kali kita dihadapi dalam pilihan yang sulit dalam perjalanan hidup, tak dapat menghindar dan menolak  kesukaran yang dijumpai, tiada pilihan, jika ingin tetap sampai ke tujuan, mau tidak mau harus dilewati. Sebagai manusia, hanya bisa berusaha sekuat tenaga melewati setiap halang rintang, terus berusaha ketika gagal, berhenti sejenak ketika lelah, kemudian terus mencoba berjalan kembali.

Di suatu ketika, saya berada di fase perjalanan kehidupan yang melelahkan, kondisi stagnan berkepanjangan menghasilkan perasaan jenuh dan bosan, membuat hari hari rasanya begitu melelahkan, jenuh akan pekerjaan, rutinitas dan lingkungan yang tidak menyenangkan. Meskipun perasaan demikian  adalah hal wajar, namun Jenuh dan bosan dalam waktu berkepanjangan perlahan lahan di rasakan memperlihatkan gejala yang tidak baik bagi kehidupan saya, turun nya motivasi, rasa malas yang akut serta merenggang nya hubungan dengan orang lain.

Saya menyadari  diri saya telah lelah,  saya butuh istirahat, saya butuh ruang bagi jiwa, raga dan fikiran saya untuk mendapatkan kembali hak nya, saya butuh  pengalaman baru yang memperkaya pengalaman dan fikiran saya, saya butuh keseimbangan hidup. Untuk itu saya memutuskan untuk menarik diri  dari rutinitas kehidupan, saya butuh waktu untuk menyendiri, butuh ruang  untuk bercakap cakap dengan diri saya, merasakan kedekatan dengan sang pencipta dan mendapatkan kekuatan baru ketika kembali ke rutinitas semula.

Bersepeda Bintan- Lingga

suatu ketika saya pernah berangan-agan ingin mengunjungi pulau pulau di  KEPRI  ini dengan bersepeda, terutama pulau pulau besarnya.  meskipun saya sendiri tidak tahu pasti kapan niat tersebut saya mewujdkan , jangankan hendak mewujdkan, memulai nya saja belum  tahu kapan akan saya lakukan.  Akhirnya,  beberapa bulan yang lalu, perusahaan tempat saya berkerja mengumumkan untuk melakukan efisiensi, bagian personalia  meminta secara sukarela kepada karyawan untuk mengambil hak cutinya, minimal  satu hari di bulan itu. Nah… ini saat yang saya nanti nanti, akhirnya saya di beri kesempatan untuk  beristirahat keluar dari rutinitas, sekaligus saya berencana memanfaat kan kesempatan ini untuk dapat  mewujudkan niat  yang sudah lama saya agan agankan itu,  sadar tidak sepenuhnya niatan itu rasanya dapat di wujudkan dalam jatah cuti yang singkat itu, tapi  paling tidak saya sudah mencoba mewujdukan, ketimbang agan-angan itu saya kubur dan menua bersama saya.

Dengan menimbang jatah waktu libur yang hanya empat hari , akhirnya bersepeda menuju Pulau Lingga dan pulau Singkep adalah yang paling memungkin kan saat itu.. Perjalanan dimulai  dari Tanjunguban, kota kecil  di sebelah utara pulau Bintan  tempat saya menetap 10 tahun terakhir ini. dalam perjalanan yang telah di lalui itu, tercatat  257 kilometer selama 4 hari  bersepeda antara pulau Bintan, Pulau Lingga dan pulau Singkep. Tiga kali menyebrang laut dari tanjungpinang ke Sungai Tenam (Pulau Lingga),  Penarik (pulau Lingga) ke Jagoh (pulau Singkep), dan kembali pulang melewati  Jagoh (pulau Singkep) ke tanjungpinang (pulau Bintan).

Travelling give you cool story,  sebuah kalilmat yang saya selalu teringat ketika usai melakukan sebuah perjalanan. Pengalaman, cerita  dan pelajaran  dalam sebuah perjalanan biasanya begitu sulit dilupakan  dan akan  membekas diingatan sampai kapanpun bagi yang melakukannya, maka dari itu, kenangan selama 4 hari bersepeda ini selain akan selalu saya simpan dalam ingatan, juga akan coba saya tuliskan dalam sebuah catatan perjalanan pribadi, meskipun saya tak begitu piawai dalam menulis, harapan saya semoga catatan ini dapat memberi  bermanfaat bagi  diri saya pribadi dan teman teman pembaca lainnya…

Bersambung…..

Iklan

12 pemikiran pada “Jelajah Lingga Bersepeda (prolog)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s