Jelajah Lingga Bersepeda ( Persiapan I )

Di restui untuk touring

Satu minggu berselang pengumuman cuti wajib dari personalia, saya minta izin kepada istri untuk  rencana tersebut. Istri hanya diam saja ketika mendengar saya menyampaikan niat , saya pun tidak memaksakan untuk membahas tuntas niat saya pada saat itu juga, mungkin saja dia kaget karena saya tidak pernah melakukan perjalanan jauh bersepeda seperti ini sebelumnya, apalagi sendirian, topik pembicaraan saya alihkan pada hal lain.

Beberapa hari setelah itu, saya menanyakan rencana istri dalam akhir pekan depan, biasanya pada pertengahan minggu, jika ada rencana kegiatan akhir pekan, kita rencanakan di pertengahan pekan itu, tujuannya agar akhir pekan bersama sama keluarga dapat diatur atau di tangguhkan jika ada pekerjaan yang harus di selesaikan di akhir pekan di akhir pekan. Istri menjawab untuk tidak kemana mana akhir pekan ini, alasannya ingin membereskan urusan pekerjaan rumah tangga sebelum saya berangkat touring sepeda itu, Nah… saya berkata dalam hati,  ternyata istri sudah memahami  niat touring sepeda yang sempat di bicarakan beberapa hari itu, meskipun belum sempat lagi sya tanyakan dan di sampaikannya. akhirnya  bagian terpenting dalam rencana ini telah di selesaikan, perjalanan telah di restui Istri. Allhamdulillah….

c1kbme_uaaalnfg

 

Persiapan Fisik

sebagai pesepeda touring pemula, untuk mewujudkan niatan touring tersebut , maka saya harus mengukur kemampuan fisik terlebih dahulu, saya tidak ingin memaksakan diri jika fisik tidak kuat melakukan perjalanan ini, meskipun jaraknya yang akan di tempuh  tak seberapa di banding jarak yang di tempuh para bikepacker berpengalaman yang bisa ratusan mencapai 100 kilometer sehari, namun sebagai pemula dan pertama kali melakukan perjalanan jauh bersepeda, maka saya tetap harus sadar diri.

Bertahun tahun tanpa olah raga membuat saya merasa banyak keluhan di badan, di tambah pula kebiasaan buruk  merokok , meskipun bisa dikatakan saya bukan perokok berat, namun kebiasaan dan pola hidup buruk seperti itu tentu mempengaruhi daya tahan tubuh. Semenjak memiliki sepeda, perlahan lahan pola hidup saya rubah, saya  menghentikan rokok secara total ketika mengenal sepeda, di tambah lagi dengan niat saya touring sepeda, saya butuh kondisi fisik yang lebih baik dari sebelumnya. saya harus berubah.

Tiap pagi  saya melakukan adaptasi bersepeda dengan “track” yang ringan, di bawah 10 kilometer saja, beberapa kali saya terus ulangi hingga saya merasa cukup percaya diri untuk memutuskan menambah jarak tempuh dan medan yang lebih berat. Beberapa minggu berlatih sendiri, kemudian mulai berani untuk mencoba bersepeda ke tempat kerja, saya ikut bergabung dengan komunitas “bike to work” di tempat kerja saya, jarak antara rumah ke tempat kerja dari tanjunguban ke lobam adalah sekitar 15 kilometer, setiap senin dan rabu adalah jadwal rutin kami berangkat kerja dengan sepeda.

 

img_20170112_103402

“Bike To Work” bagian dari  latihan berkala menambah daya jelajah

 

Setelah terbiasa dengan rute bersepeda ke tempat kerja, saya mencari kesempatan untuk meningkatkan lagi jarak tempuh bersepeda, saya ikut komunitas sepeda di kota tempat saya menetap ,  beberapa kali saya ikut kegiatan touring bersepeda dengan komunitas tersebut meskpun jarak nya hanya sekitar 30-45 kilometer, pengalaman saya touring bersepeda bersama komunitas diantaranya pernah saya tuliskan di postingan ini dan ini. Saat gowes bareng dengan komunitas  saya menerapkan disiplin pada diri saya sendiri agar tidak memaksakan diri jika tidak sanggup, karena memaksakan diri bakal berakibat fatal bagi pemula seperti saya, namun tetap bertekad meningkatkan kemampuan secara bertahap, akhirnya perlahan lahan saya berhasil menambah daya jelajah saya.

Bersepeda secara bersama sama mampu memotivasi dan memberi semangat. Biasanya, mengayuh sepeda dalam jarak jauh dengan group tidak begitu terasa melelahkan, karena selain saling menyemangati satu sama lain , kebersamaan mampu menghilangkan kejenuhan saat touring jauh, yaitu dengan mengobrol dan bercanda. Namun saat melakukan touring sepeda sendirian mungkin situasinya akan berbeda, kejenuhan dan perasaan sepi adalah musuh utama dalam bersepeda sendirian,  untuk itu,  disuatu kesempatan saya mencoba melakukan latihan  bersepeda sendiri dengan jarak yang cukup jauh bagi  saya, yaitu  55km, dimulai  dari tanjung uban – Sungai Jeram – Simpang Lagoi – Ekang anculai – simpang penaga – kuala sempang – Desa busung dan kembali lagi ke tanjunguban.  Saya tak perduli berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk menyelesaikan rute tersebut, yang terpenting adalah bagaimana melewati semua “tekanan” dalam perjalanan ini sendirian, perasaan jenuh, kelelahan, perasaan “was was” harus saya coba kendalikan,  dan bagaimana caranya saya harus memotivasi diri sendiri saat bersepeda sendirian, Lulus dalam tahapan ini akan jadi bekal penting saat menghadapi touring.

robbicycling_excercise1

salah satu rute latihan

15748026_10202886261954237_453998918_o

 

 

 

waktu tinggal dua minggu lagi jelang rencana menjelajah ke pulau Lingga dan Singkep, masih ada satu lagi rute yang menurut saya patut saya coba sebelum benar benar memutuskan berangkat, rute ini saya anggap sebagai ujian terakhir dalam rencana perjalanan ini, jika saya mampu melewatinya, insyaallah bekal “kilometer” saya sudah cukup.   suatu ketika, saya mencoba ikut touring bersepeda dari kota tanjungpinang ke tanjunguban bersama komunitas, jarak kedua kota itu di perkirakan sejauh kurang lebih 62 kilometer. kebetulan pada saat itu komunitas menghadiri acara Funbike yang di adakan di kota tanjungpinang, saat berangkat ke kota tanjungpinang kami memutuskan untuk “loading” sepeda dengan mobil pickup dan kembali ke tanjunguban dengan mengayuh sepeda.  Allhamdulillah saya bisa menyelesaikan perjalanan 62 kilometer dari kota tanjungpinang ke tanjunguban, meskipun tidak  betul betul 62 kilometer, karena sempat kehilangan moment beberapa kilometer  dikarenakan kerusakan pada sepeda, terpaksa saya harus naik pickup. pada tahapan ini bukan hanya kondisi fisik saya yang harus saya pastikan sudah “ok” , kondisi sepeda pun saya uji di momen ini. Beruntung  di pickup saya di bantu oleh pak Sonny sang mekanik sepeda untuk memperbaiki kerusakan di sepeda di atas mobil pickup, hingga akhirnya saya dapat meluncur kembali menyusul rombongan.

Momentum bersepeda antara kota Tanjungpinang dan kota tanjunguban itu menjadi tolak ukur kesiapan saya untuk bersepeda antara pulau bintan, pulau Lingga dan pulau singkep, saya anggap ini adalah ujian akhir bagi saya sebelum perjalanan yang sebenanrnya.

 

Besambung…..

 

 

Iklan

2 pemikiran pada “Jelajah Lingga Bersepeda ( Persiapan I )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s