BAJAFASH 2018, Festival Jazz dan Fashion Internasional di KEPRI

Meskipun musik Jazz bukanlah musik yang berasal dari negeri ini, namun keberadaannya terus berkembang hingga hari ini di Indonesia. Indikasi ini terlihat dari tumbuhnya konser konser musik jazz di tengah masyarakat indonesia, sebut saja  “Java Jazz Festival” yang telah berhasil melambungkan nama indonesia di kancah musik Jazz internasional. Makin me-masyarakatnya musik Jazz di tanah air di tandai juga bermunculan nya konser konser musik Jazz dengan konsep konsep unik di bebeapa daerah di tanah air, diantaranya Jazz Gunung, konser musik Jazz diatas gunung yang dilaksanakan di Bromo, Prambanan Jazz, konser musik Jazz dengan latar bangunan bersejarah di candi Prambanan, Jazz Go To Campus oleh Universitas Indonesia dan Ngajogjazz, konser musik Jazz  dengan konsep sederhana yang dilaksanakan di desa desa wisata jogjakarta.

 

BAJAFASH, Jazz Festival nya KEPRI

Tahun ini adalah tahun ke-4 di gelarnya salah satu Festival musik Jazz tingkat international bertajuk “BAJAFASH 2018” di KEPRI, sebuah  event yang di Produksi oleh talenta lokal kota Batam, provinsi Kepulauan Riau, meng-kolaborasikan antara festival musik jazz dan peragaan Fashion show secara bersamaan. Bajafash siap mengobati kembali kerinduan penggemar-nya akan atmosfer festival Jazz yang di kemas secara baik, berkelas, sederhana, cerdas dan juga edukatif.  Ber-temakan “Representing Diversity South-East Asia”, Bajafash 2018 ingin menjadi suatu upaya untuk menyatukan keragaman negara-negara di Asia Tenggara melalui musik dan fashion .

Setiap tahun nya Bajafash berusaha menampilkan sesuatu yang baru. Di Bajafash 2018 ini telah direncanakan diselenggarakan di Batam View Beach Resort dengan konsep “Bajafash By The Sea” pada hari Sabtu dan minggu, 16-17 Maret 2018 .

Bajafash By the Sea adalah salah satu rangkaian dari Bajafash 2018 yang sangat sayang jika di lewatkan khususnya bagi musisi lokal. Pada 17 Maret 2018 , bertempat di Batam View Beach Resort, Bajafash akan membuat Music Camp untuk para pengunjung yang tertarik untuk belajar menggunakan alat musik dan atau ingin mendalami alat musik itu dengan target peserta music camp dari tanah air dan mancanegara yang akan dimentori oleh musisi musisi yang sudah mempunyai nama di wilayah ASIA. Music camp tersebut nantinya akan ditutup dengan jamming session dan dilanjutkan dengan beberapa penampilan dari musisi malaysia dan Indonesia, dan Tentunya penampilan tersebut akan dikolaborasikan dengan fashion show dari beberapa designer. di waktu yang terpisah akan di gelar pula dialog yang sangat bermanfaat bagi perkembangan industri musik negara serumpun malaysia Indonesia dan Singapura.

Mengingat posisi Kota Batam yang sangat strategis di Wilayah perbatasan negara serumpun, Bajafash akan menjadi wadah bagi para pelaku industri musik nasional untuk dapat masuk ke pasar industri musik Asia Tenggara. Musik dan fashion merupakan komoditas industri yang menjanjikan dan mempunyai potensi untuk menjadi jauh lebih besar. Terselenggaranya Bajafash ini diharapkan juga membuka peluang bagi investor asing untuk menanamkan modalnya di batam dalam bidang ini, sekaligus meningkatkan jumlah kujungan wisata asing maupun wisatawan ke kota batam.

 

 

Iklan

Mengenang pak Hatta di tempat kelahirannya

dsc_6705_34473056791_o

Pagi itu saya sengaja berjalan kaki keluar penginapan untuk menikmati suasana kota bukittinggi,  fajar mulai menyingsing di bukittinggi, pengeras suara dari masjid-masjid seperti bersahut sahutan  menyiarkan ceramah agama lepas shalat subuh,  sementara turis turis tengah mulai mendatangi halaman jam gadang, bus bus besar telah terparkir pinggir pinggir jalan sekitaran jam gadang mengantarkan turis turis yang hendak berpelesir melihat salah satu landmark sumatra barat itu. hembusan angin dingin menambah kesejukan udara kota yang dijuluki kota wisata dan  yang pernah menjadi ibukota sementara negara indonesia saat perang kemerdekaan dulu kala

Kaki saya terus menelusuri sudut kota bukittinggi, saya telusuri sebuah jalan dengan ratusan anak tangga yang sangat masyur di kota,  Janjang ampek puluah, yang menghubungkan pasar atas dan pasa banto. Langit masih gelap, namun pasa banto sudah terdengar riuh oleh suara pedagang. Pedagang tumpah ruah hingga ke badan jalan menjajakan segala macam hasil bumi dari tanah agam nan subur. Sorak sorai para pedagang seperti suara orang tengah  berkelahi adu mulut.”dipilih…dipilih…dipilih…” dengan nada lantang. Langkah sengaja saya sesatkan, kemana saja saya melangkah tak sa fikirkan, bukankah dengan tersesat kita akan menemuka  hal baru…?

Langkah saya terhenti di depan sebuah rumah yang tampak sudah tua namun masih tampak terawat.  Sebuah gambar seorang tokoh nasional yang tidak tampak  terpasang di halaman, tidak asing lagi gambar tokoh itu, ternyata rumah yang terletak di jalan Soekarno Hatta no 37 bukittinggi ini adalah rumah kelahiran  Bapak Mohhamad Hatta, salah satu proklamator RI. Saya sangat Penasaran dan ingin mengetahui isi rumah tersebut, pasti akan banyak hal menarik dapat di didalam sama fikir saya. Namun sayang, rasa penasaran saya tidak bisa segera terlampiaskan, ini masih sangat pagi, masih pukul 6, dalam hati saya membatin. Pengunjung baru di perbolehkan masuk setelah pukul 8 pagi, sebuah papan pengumuman yang terdapat di dinding rumah menerangkan demikian. Saya akan kembali ke sini pukul 8 nanti, dalam hati saya membatin.

Dalam perjalanan pulang ke penginapan, tiba tiba seakan tergiang sair lagu ciptaan seniman Virgiawan Listanto (Iwan Fals) yang berjudul bung hatta. Kepiawaian Iwan fals menghadirkan suasana duka saat pak Hatta mangkat lewat syair dan lirik seakan mampu menyentuh hati siapa saja yang mendengarkannya, saya sendiri pernah meneteskan air mata larut dalam syair yang begitu dalam, meski saya adalah generasi yang tidak pernah bertemu, dan melihat sosok Pak hatta secara langsung, namun dari buku buku tentang bung hatta dan syair lagu tersebut mampu membawa saya merasakan kehilangan pada sosok yang sangat dirindukan. Terbayang bakti nya, terbayang jasa nya terhadap negeri, serta dan jiwa sederhana pak hatta.

Pukul delapan tiga puluh menit, akhirnya saya kembali mendatangi rumah kelahiran Pak Hatta. Suasana sudah tampak berbeda ketika telah beranjak siang, jalan Sokearno Hatta yang tadinya di kerumuni pedagang dan pembeli sekarang di penuhi dengan kendaraan, angkot, sepeda motor, mobil dan bendi. Pagar telah dibuka, saya melihat seorang  seorang perempuan paruh baya tengah membersihkan halaman rumah, dia adalah petugas yang menjaga rumah kelahiran pak Hatta tersebut.

Rumah ini sejatinya adalah rumah kakek Pak Hatta, Ilyas Bagindo Marah atau Pak gaek. Pak Hatta di besarkan di lingkungan keluarga ibunya dikarenakan umur 8 bulan pak pak Hatta telah di tinggal sang ayah H.Mohhamad Djamil.  Masa kecilnya lebih banyak bersama keluarga kakek dan paman paman pak hatta. Dalam buku momoar Bung hatta, sosok pak gaek disebut sebagai seorang yang berpengaruh dalam pemahaman pak hatta tentang agama islam, pak gaek berprofesi sebagai pengantar surat  yang di kenal disiplin, mungkin sikap disiplin  itulah yang juga di tanamkan oleh sang pak gaek kepada hatta kecil.

saya mengucapkan salam dan perempuan itu membalas salam dan mempersilahkan saya masuk, “silahkan masuk… silahkan saja berkeliling, ibu masih beres beres dulu ya… “ ujar nya dengan ramah. Karena saya datang terlalu awal dan ibu penjaga rumah belum menyelesaikan tugasnya, saya tour seorang diri saja.

Ruangan yang pertama saya masuki adalah sebuah ruangan yang dekat dengan teras rumah, ruangan tersebut adalah ruangan baca pak hatta, sebuah meja baca terletak di depan jendela dengan pemandangan langsung ke jalanan Soekarno Hatta yang padat dengan latar belakang gunung marapi.  Sejak muda pak Hatta telah di kenal akrab dengan buku dan penulisan, mengutip keterangan pada buku “Hatta-pemikiran yang melampaui zaman” karya tempo, menyebutkan bahwa pada usia 18 tahun tulisannya di muat dalam sebuah majalah (Jong Sumatra) yang berjudul “Hindania“. Sebuah kisah cinta yang terkesan picisan namun memiliki makna tersirat di balik kisah tersebut. Hindania adalah figur wanita yang dijadikan Hatta sebagai personifikasi dari Indonesia. Hindania di tinggal mati oleh suaminya bernama Brahmana dari Hindustan, dan kemudian Hindania bertemu dengan musafir dari barat bernama Wolandia. Wolandia ternyata hanya mencintai kekayaan Hindania saja, hingga kekayaan wanita malang itu ia kuras habis dan kemudian di tinggal nya pergi. Tokoh Wolandia dipersonifikasikan hatta sebagai penjajah dalam kisah tersebut.

Seketika  hayalan saya terbang ke-masa lampau, hatta muda duduk diruang  baca tengah membalik balik lembaran buku dengan sesekali melemparkan pandangan kebalik jendela, pemadangan hilir mudik bendi dan pedati berlatar gunung marapi. Diruang baca pak Hatta hanya terdapat sebuah meja baca dan di letakkan persis di dekat jendela, ada sebuah ranjang sederhana, dan sebuah lemari, di dinding ruangan terpajang foto foto lama dan lambang negara.

Saya kemudian memasuki ruangan utama di lantai dasar rumah dua lantai itu. Lantai dan langit langit rumah dilapisi dengan tikar, satu set meja dan kuris tertata di tengah ruangan, sebuah lampu gantung antik terpasang di tengah ruangan, seketika saya merasakan seperti berada pada  suasana masa lampau,  zaman kemerdekaan.

Dinding rumah banyak terdapat foto foto kenangan pak hatta dan keluarga, silsilah keluarga pak hatta, serta beberapa dokumen dan surat surat, banyak sekali yang menarik perhatian saya sehingga saya harus berhenti lama memperhatikan dengan seksama foto foto dan dokumen yang di pajang di dinding pada ruang utama itu. Saya sangat terkesan ketika memperhatikan foto pak Hatta dan ibu Rahmi Rachim saat baru saja menjadi pengantin baru, tampak sederhana dan bersahaja dari sepasang pengantin baru tersebut, pak hatta tampak sumringah. Sebuah foto dengan ekspresi yang amat jarang saya lihat Sebelumnya.

Ruangan di lantai dasar terdiri dari ruang utama dan  dua kamar, salah satunya adalah kamar tempat kelahiran pak Hatta, sebuah ranjang antik dengan atap yang bergaya lama dan sebuah lemari tua,  saya melihat tempat tidur tersebut di terpa cahaya matahari yang masuk dari jendela, angan saya melayang kembali, seakan melihat tubuh mungil hatta yang masih bayi itu dibaringkan di tempat tidur itu.

Kemudian saya benelusuri rumah lebih dalam, saya menuju area belakang rumah, disana terdapat kamar tidur bung hatta dan terdapat sepeda yang selalu di gunakan pak hatta, kamar tidur itu bernama kamar bujang, kamar bujang bersebelahan dengan dapur dan kamar mandi, sebuah lumbung padi terdapat di dekat kamar bunjang pak Hatta. Di area belakang juga terdapat pedati milik keluarga pak Hatta.

Saya kemudian penasaran untuk melongok lantai dua, untuk sampai ke lantai dua, saya harus melewati ruang makan, di dekat ruang makan terdapat sebuah tangga sebagai penghubung ke lantai dua.  saya berhenti sejenak di ruang makan, saya perhatikan  perangkat makan yang antik pula,   piring kanso, gelas yang terbuat dari bahan alumunium, ceret tempat air minum dari bahan logam, meja makan dari bahan kayu dan kursi yang ber alasakan ayaman rotan, sungguh saya mengingat-ingat entah kapan terakhir saya melihat barang barang antik seperti ini.

Di lantai dua tata ruang tak begitu berbeda seperti di lantai dasar, terdapat dua kamar pula dilantai dua, satu set meja dan tiga buah kuris di tata sedemikian rupa di tengah ruangan, sebuah lampu gantung seperti  lampu terdapat pada ruangan keraton juga terpasang di langit langit lantai dua,  diding rumah dari kayu di tempeli foto foto kenangan bung hatta dan keluarga, serta sebuah lukisan besar bung hatta di salah satu dinding ruangan yang sangat menarik perhatian.

Menelusuri rumah kelahiran pak Hatta  memberi  pengalaman berbeda bagi siapa saja yang ingin mengetahui sejarah pak hatta, pengunjung disajikan pengalaman visual yang mungkin  tidak bisa didapatkan dari buku buku yang menuliskan tentang pak Hatta. Rasa bangga dan kecintaan terhadap bangsa sejatinya harus tetap tumbuh di dalam jiwa generasi muda, Pak Mohammad Hatta sampai kapanpun akan terus dikenang sebagai pemberi panutan bagi bangsa. Melalui pemikirannya yang bernas beliau berjuang untuk kemaslahatan banyak orang, seperti contoh sistem koperasi yang masih di manfaatkan hingga sekarang ini.  lewat goresan penanya yang tajam ia berjuang untuk kemerdekaan, dalam tulisannya yang berjudul sangat provokatif berhasil membuat gerah penjajah dan membangkitkan gerakan bagi rakyat indonesia, sebuah tulisan yang berjudul “Indonesia Merdeka” yang beliau tulis dalam berbagai bahasa diantaranya dalam bahasa  inggris, perancis, belanda dan jerman.  Penjajah pun sempat meragukan tulisan yang mengusik dunia internasional itu adalah tulusan dari orang indonesia.  Pak Hatta memang dikenal memiliki kemampuan berbagai bahasa asing. Mengutip tulisan pada buku “Hatta-jejak jejak yang melampaui zaman” yg di tulis oleh tempo menyebutkan bahwa “ketajaman pena Hatta lebih digdaya ketimbang senjata”.

Meski demikian, pak hatta tetaplah pribadi yang sederhana. Kisah sepatu billy yang tak mampu ia beli dan tunggakan tagihan telepon yang tak mampu ia bayar meskipun ia popularitas sebagai wakil presiden, hal tersebut menggambarkan betapa sederhananya pribadi pak Hatta sebagai seorang pejabat negara.

Tidak hanya di dalam negeri, di negeri penjajah sekalipun pak Hatta di segani dan di hormati. Sebuah jalan di kota Harrlem, Rotterdam belanda diabadikan dengan nama beliau, konon ada cerita menarik di balik keberadaan jnama jalan tersebut. jalan tersebut tak begitu panjang, namun sederhana lurus dan di tumbuhi pohon pohon yang rindang di kiri kanan nya, seakan merepresentasika  sosok kepribadian pak Hatta yang jujur, lurus dan sederhana.

Jika kamu ke bukittingi, sempatkanlah untuk singgah kerumah kelahiran pak hatta yang beralamat di Jln. Soekarno Hatta, mandiangin – Kota bukittinggi. Tidak dipungut biaya untuk mengunjungi rumah tersebut, namun jika kamu berniat ingin menderma, pengurus siap mengelola. Rumah kelahiran Mohhammad Hatta di buka dari setiap hari mulai pukul delapan pagi.

Pria Berkamera, Fotografer dan tukang pijat

886627_3016531708972_481090110_o

Suatu ketika dalam sambungan telepon, seorang fotografer dan calon client sedang melakukan percakapan.

Calon klien : Mas fotografer, saya mau tanya-tanya paket foto wedding.

Fotografer: ok, Baik mbak… silahkan…

Calon klien: paket nya apa aja ya mas?

Fotografer : Baik mbak…, kita kebetulan punya paket wedding bla bla bla….. ( mas fotografer menjelaskan  dengan detail paket )

Calon klien : Oh begitu ya mas…?,    Jadi gini mas, saya tu acara wedding nya sederhana saja, nga pakai resepsi-resepsi gitu, jadi paling sebentar doang sudah selesai, fotografer bakalan nga perlu standby lama kok mas.

Fotografer: Hmm…Oh baiklah mbak… saya aturkan secara fleksibel, kebetulan kita sudah siapkan paket per jam, bagaimana…?

Calon klien : nah, berapa itu budget paket per jam nya?

Fotografer : baik mbak… untuk paket per jam nya adalah bla bla bla….. ( fotografer menyebutkan nominal dan detail paket per jam )

Calon klien: Ooo… bgtu ya mas.     Bgini mas… saya kebetulan kemarin baru beli kamera juga, bagus juga kameranya, bisa di putar putar itu lensanya kayak kamera wartawan itu.. nah.., kalau nanti mas motretnya pas waktu acara saya pakai kamera saya aja gimana mas? harganya boleh kurang lagi nga? (calon client mulai bicara dengan tersendat sendat seperti sedang mikir sesuatu)

Fotografer: (di balik telepon fotografer menarik nafas dalam sembari mengurut dada, ) Hhm… bgini mbak.., harganya sudah di ditetapkan sekian ya mbak…, masalah kamera yang saya gunakan, boleh boleh saja mbak menawarkan kamera tapi, jasanya tetap demikian mbak…

Calon client: Oooo…. ya udah, nanti saya telepon lagi ya. Terima kasih

Fotografer : baiklah mbak….

Dan calon client tidak pernah kembali menelepon.

Teman teman fotografer mungkin pernah mengalami kejadian seperti ini, dan respon nya bisa bermacam macam, ada yang malas malasan melayani clinet seperti ini, ada yang mengurut dada sabar melayani, ada juga mungkin yang  jutek  dan galak hingga bilang seperti ini ke calon client, “Ya udah…, motret pakai HP aja sendiri ”.  semoga saja teman teman fotografer tidak seperti contoh yang ketiga itu, bagaimanapun fotografer harus menyadari calon client bisa datang dari latar belakang yang berbeda beda. Tidak semua client mengerti tetang layanan jasa fotografi, mungkin saja client orang awam atau belum pernah menggunakan jasa fotografi sebelumnya. Contoh saja untuk acara wedding, mungkin saja sebagian besar orang yang memesan jasa foto wedding adalah belum pernah menjalani wedding atau mengurus wedding dan ber urusan dengan fotografer sebelumnya. Tugas fotografer adalah memberi penjelasan dengan baik kepada calon client.

Bukan hal yang suatu hal yang baru disadari lagi kalau era digital menjadi tantangan sendiri bagi fotografer. Mengutip pernyataan dari arbain fotografer senior yang bertugas pada harian kompas,  Perbandingan era kamera film dan digital, perbedaan nya sudah seperti bumi dan langit dari sisi kemudahan memotret, demikian ungkapan beliau.

Dengan munculnya teknologi  kamera DSLR tugas fotografer agak lebih terbantu dan mudah, muncul fenomena hampir kebanyakan orang bisa memiliki kamera dengan harga kamera yang semakin terjangkau pula, semua orang bisa memotret, bahkan anak taman kanak kanak saja kalau di berikan kamera digital sudah bisa menghasilkan gambar.  Kembali mengutip pernyataan jurnalis foto senior kompas Arbain Rambe, orang berkamera dan fotografer itu bagaikan fenomena tukang pijat, “semua orang punya tangan, tapi nga semuanya pintar mijat, yang membedakan mereka adalah skill dan pengalaman”

Dari percakapan client dan fotografer tadi mungkin bisa disimpulkan kalau calon client masih awam dengan tugas fotografer. Dia berfikir tugas memotret tak lebih dari berhitung dari angka satu ke  tiga kemudian menekan shutter saja, client tidak mengerti untuk melaksanakan tugas memotret perlu keahlian dan pengalaman untuk bisa memutuskan kapan saat terbaik menekan tombol shutter yang terlihat pekerjaan itu tampak mudah.

Dan kemudian, sebagian client mungkin bertanya “kok tarif foto terlalu mahal…?”, “ah.. apa sih susahnya motret, tinggal jpret jpret aja kok bayarnya mahal gitu”.  Sekali lagi…, mungkin client tidak faham bagaimana proses dari memotret hingga album mereka terima. Di balik proses memotret Fotografer melakukan pekerjaan kreatif yang melibatkan ide dan imajinasi, bukan kah imajinasi itu lebih berharga dari ilmu pasti…? Fotografer perlu banyak belajar, berlatih dan proses tersebut tentu tidak di dapati dengan mudah atau pun gratis…, disisi lain dalam tugas fotografi, fotografer harus memikirkan biaya operasional (transport,makan,dll), biaya produksi (jasa editor, biaya listrik saat editing, cetak foto, album dsb) , biaya penyusutan alat fotografi yang jika semakin sering di gunakan makin berkurang pula daya alat tersebut beroperasi seperti contoh kamera dan lampu flash…, ada lagi biaya peningkatan skill fotografi, kadang fotografer belajar dalam wokshop workshop fotografi agar hasil karya  yang di hasilkan untuk client menjadi lebih baik, ataupun ia belajar dari secara mandiri melalui internet dll, semua hal tersebut tentu butuh biaya. , belum lagi biaya operasional toko yang harus di perhirungkan jika memiliki toko, dan yang terpenting perlu sadari adalah fotografer juga adalah suatu profesi, fotografer berkerja tentu untuk penghidupannya dan keluarganya.

Mencari referensi, informasi atau pun survey adalah ciri klien yang bijak. Semestinya tidak ada fotografer yang memberikan harga tidak masuk akal kepada client nya, dan semestinya pula tidak akan ada client yang kecewa atas layanan fotografer jika client telah melalui riset seperti yang di sebutkan di awal paragraf ini. What you pay is what you get.  Mahal adalah relatif. Mungkin anda akan menemui dilapangan tarif dari jasa fotografi yang sangat beragam, mulai dari yang ratusan ribu bahkan hingga puluhan juta rupiah, yang perlu anda cermati adalah apa yang akan anda dapatkan dari paket yang di tawarkan fotografer tersebut. Mungkin fotograger A lebih mahal dari fotografer B, tapi coba anda telusuri mengapa paketnya lebih mahal, hak anda sebagai client meminta penjelasan paket fotografi yang di tawarkannya. Satu hal yang tak kalah penting lagi yang perlu anda lakukan sebagai client adalah melakukan riset terhadap hasil karya dari calon fotografer anda, fotografer yang baik biasanya memiliki porfolio yang baik dan mudah diakses oleh client nya. Seperti trend saat ini, fotografer merangkum karyanya dalam akun media sosial nya seperti facebook ataupun instagram. Anda bisa mengamati karya karya atau pekerjaan yang telah mereka lakukan dalam tugas fotografi. Pilihlah fotografer yang sesuai dengan harapan anda hasil karyanya.

Klien yang kurang referensi kadang dipengaruhi oleh fotografer yang mematok tarif dibawah pasaran, fotografer yang melakukan tindakan seperti ini berkemungkinan adalah yang sedang belajar dibidang usaha jasa fotografi. Fotografer yang tengah dalam tahapan belajar terkadang tidak terlalu memikirkan materi, hal yang lebih utama baginya adalah mendapatkan portfolio, pengalaman memotret, dan meraih perhatian klien ketimbang memikirkan materi seperti halnya pelaku usaha fotografi. Sah sah saja kalau alasan belajar untuk bertindak demikian. Toh nanti tiba saatnya fotografer tersebut akan meningkatkan level nya tadinya dalam tahap belajar, kemdian terjun menjadi pelaku usaha fotografi, sehingga mereka pun akan memikirkan dan melakukan hal-hal bagaimana seorang profesional berkerja. Tipikal fotografer yang belajar seperti  tadi patut mendapat arahan dan pembinaan dari senior agak lebih baik . Tapi yang berbahaya justru adalah yang melakukan nya dengan tidak serius atau iseng iseng aja. Hanya bermodal kamera kemudian tanpa bekal pengetahuan fotografi yang memadai cetak kartu kemudian berjualan jasa fotografi. Fenomena seperti ini kadang menciptakan situasi buruk bagi usaha fotografi. Usaha fotografi menjadi tidak sehat, kualitas jasa fotografi yang menurun, pemahaman masyarakat tentang seni fotografi rendah, dan kurang di hargai nya profesi fotografi. Sebagai mana sebuah ungkapan lama, “orang lain akan menghargai anda sebagaimana anda menghargai diri anda sendiri”

 

Pantai Telok Diraja, Pesona baru di desa busung

_DSC0030.jpg

“Apabila kamu berkerja dengan cara kreatif , maka akan lahir nilai tambah yang baru” begitu kata sebuah ungkapan. Melalui proses Kreatifitas kamu mampu merubah sesuatu yang mungkin saja awalnya tak bernilai, menjadi lebih bernilai. Fenomena bermunculan nya tempat wisatapun demikian,  contohnya, siapa sangka lahan bekas tambang pasir  di desa busung pulau bintan akhirnya menjadi object wisata yang tiap akhir pekan di singgahi banyak penacong, Danau bekas galian pasir yang terbengkalai di kampung lepan di sulap oleh sentuhan kreatif  menjadi  danau Lepan yang instagenik, kemudian bukit bukit yang telah terkelupas karena penambangan pasir di desa kuala sempang yang  di namai secara unik dengan nama bukit eskrim,  karena warna warni yang unik pada tebing bukitnya nya yang seperti lapisan eskrim itu kini menjadi tempat wisata foto foto nan isntagenik pula.

Perlahan masyarakat mulai sadar akan manisnya berkah dari pariwisata, kampung dan desa di bintan saat ini seakan berlomba  menemukan, menciptakan nilai pariwisata yang diharapkan dapat mendatangkan tamu dan menjadikan tuah bagi mereka.

Adalah Telok Diraja salah satu contohnya. sebuah produk kreatif dari kelompok sadar wisata dari desa busung itu. Zul dan 12 rekannya masyarakat tempatan secara swadaya menggarap lahan kosong yang awalnya tak begitu terlirik keindahan nya itu kemudian di garap dengan pemikiran dan tindakan yang kreatif sehingga menghasilkan sebuah nilai baru dari sebuah lahan kosong tak awalnya tak terlalu bernilai.

Pemandangan yang indah dan masih alami dari pantai Telok Diraja akan menjadi penawar penat mu setelah berkativitas sepekan,  pohon pohon yang rindang di tepi pantai menyediakan kenyamanan bagi kamu untuk bercengrama bersama keluarga dan kolega di bawah  rindang nya. Pantai nya yang  cukup bersih dan tenang  sangat menggoda pagi pengunjung untuk berenang ketika air laut pasang. Penat berenang hingga perut terasa lapar…? jangan khawatir, disana mereka telah menyiapkan beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat kamu pesan kapan saja. Namun di karenakan lokasi ini baru di buka dan masih banyak pekerjaan disana sini , sehingga masih ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian pengelola agar tempat ini menjadi lebih baik lagi, terutama masalah penataan dan kebersihan nya.

Telok Diraja terletak di desa busung puau bintan. Jika kamu berkendara dari arah  tanjunguban cukup memakan waktu 15 menit saja, sebelum memasuki desa busung kamu menemukan sign atau tanda penujuk arah di sebelah kanan jalan yang menunjukkan arah menuju pantai Telok Diraja, dan Jika kamu datang dari arah tanjungpinang  pun tak cukup sulit menemukan pantai ini, setelah melewati jembatan busung akan ada  penunjuk arah di sebelah kiri jalan yang akan memandu kamu sampai ke pantai Telok Diraja. Cukup membayar 5000 rupiah untuk parkir kendaraan roda empat dan 1000 rupiah untuk kendaraan roda dua.

 

 

Ingin tahu tempat menarik lain nya di pulau bintan lainya….? silahkan juga singgah di tautan berikut;

Omjay Trip – Bintan One Day