Sembang Petang Tanjung Siambang

DSC_0075.jpg

Bagi kamu yang ingin berpelesir ke Tanjungpinang, mungkin yang terbersit di fikiran kamu hanya akan mengunjungi  Pulau penyengat yang termasyur itu  , vihara lama Senggarang , menanti sunset di Tepi Laut, atau  Akaw potong lembu tempat pelampiasan hasrat lambung kamu. Tapi pernah  tahukah kamu, kalau ibukota provinsi kepri itu juga punya pantai yang tak kalah cantiknya dengan pantai-pantai yang ada di kabupaten bintan…? Ya.. .. bagi sebagian orang mungkin tak pernah mendengar nama Tanjung siambang, satu-satunya  pantai terdekat dari kota tanjungpinang.

Angin laut menerpa dengan lembut, meniup dahan dahan nyiur di tepian pantai tanjung siambang, petang itu air laut tengah surut,  sampan layar dan pompong hilir tampak di tengah horizon, dari kejauhan warga tampak menyisir ke tengah pantai untuk berkarang, kegiatan mencari kerang yang lazim di lakukan orang orang pesisir ketika air laut surut.  Aku duduk di salah satu tepian pantai tanjung siambang, menikmati indah bentang alam dan  matahari yang sesaat lagi akan tenggelam, beberapa muda mudi tampak ber-swafoto di tepian pantai. Petang itu tampak tak terlalu ramai disini, maklum saja, saat ini bukan akhir pekan,  suasana lebih tenang dan damai, Namun berbeda ketika akhir pekan atau hari libur, pengujung akan lebih ramai, maklum saja, pantai ini adalah satu satunya pantai yang terdekat dari  kota tanjungpinang. Selain mudah di jangkau, ongkos berpelesir ke pantai tanjung siambang juga aman di kantong. Untuk duduk-duduk bersantai di tepain pantai, kamu cukup menyewa pondokan dengan harga sewa empat puluh ribu setiap pondoknya, kamu bisa membawa makanan dari rumah, atau bisa juga memesan makanan dan minuman di kedai kedai  yang terdapat di tepian pantai.

Dengan kendaraan pribadi kami bisa menyeberang ke pulau dompak dari tanjungpinang, Pantai tanjung siambang terletak tak jauh di belakang kantor gubernur provinsi KEPRI,  di bagian belakang kantor terdapat komplek perumahan, jalanan di samping perumahan tersebut adalah jalur menuju tanjung siambang, kamu akan penyusuri pesisir pulau, silahkan berhenti dimana saja kami suka, di sepanjang pesisir, terdapat beberapa tempat persinggahan dan restoran, namun untuk sampai ke pantai tanjung siambang, kamu harus terus menyusuri  jalan hingga sampai menemukan kantor pamong praja  diujung jalan, pantai tanjung siambang terletak persisi disamping nya.

 

 

Iklan

Belajar Musik Jazz di Bajafash Music Camp 2018

musiccamp.jpg

Belajar bermain musik  layaknya belajar menulis ungkap Beben Jazz dalam laman website nya.  sebelum seseorang mampu membuat sebuah  tulisan yang mampu menyampaikan  pesan sehingga menjadi sebuah tulisan yang bermutu , maka kemampuan yang paling mendasar yang harus dimilki adalah mengenal Abjad, kemudian merangkai abjad tersebut  menjadikannya sebuah suku kata, dan  rentetan dari suku kata tersebut di tersusun menjadi sebuah kalimat hingga rangkaian kalimat pun menjadi sebuah tulisan atau sebuah karangan. dalam musik pun demikian, Hal mendasar yang perlu dikuasai seorang pemain musik  adalah Tangga nada, jarak setiap tangga nada menjadi interval, kemudian pemusik belajar tentang progresi  hingga mampu menjadikan nya sebuah lagu. sepertinya sebuah tulisan, Musik juga membawa pesan kepada audience nya, serta emosi di dalam nya.  Dalam menulis, Kamu biasa saja menuliskan abjad secara suka-suka seperti  “XKYHVZ” ,  nah.. sekarang coba lafaskan, tentu rangkaian abjad itu sulit di ucapkan,  sedangkan pesan nya pun belum tentu difahami.  Sebuah kary amusik pun demikian, sejatinya tidak di ciptakan secara sembarangan , namun penuh pemikiran hingga memiliki esensi dan makna.

 

MUSIC CAMP BAJAFASH 2108

BAJAFASH 2018 yang akan di laksanakan di kota batam dalam waktu dekat nanti akan membuka peluang bagi kamu yang memiliki ketertarikan untuk memperdalam keahlian bermain musik pada sebuah Program yang bertajuk “ Music Camp Bajafash 2018”. Program ini sangat tepat sekali untuk kamu yang memiliki passion di bidang musik atau hanya sekedar lebih banyak menikmati musik, kamu bisa mendapatkan pelatihan privat dengan mentor yang ahli pada bidangnya dengan pengalaman bermain musik yang panjang serta telah berkolaborasi dengan musisi musisi ternama. Music Camp akan memberikan pengalaman belajar musik dengan lebih efisien dan efektif. Para guru di camp musik tak hanya memberikan materi musik secara teknikal namun juga  memberikan motivasi, menjadi role model untuk perubahan bermusik kamu ke arah yang lebih positif. Music camp Bajafash 2018 akan menghadirkan enam mentor yang sudah tidak asing lagi di kalangan penikmat music Jazz ,  baik di dalam maupun luar negeri, diataranya :

  • I wayan Balawan, (Indonesia)

Guitaris asal Giayar bali yang di kenal dengan teknik “Touch Tapping Style” nya serta kerab menggunakan guitar double neck tersebut akan menjadi mentor kamu di Bajafash Music Camp 2018. Balawan telah bermain music sejak kanak-kakak, hingga menekuni musik sampai ke jenjang perguruan tinggi di  Institue Of Music Sidney Australia.

  • Indro Harjodikoro (Indonesia)

Basis Kelahiran Jakarta tahun 1968 ini namanya mulai muncul di belantika music tanah air melalui sebuah program tivi bernama gita remaja di stasiun TVRI. Indro bermain musik kala itu bersama Halmaher Band, sebuah band yang salah satunya di gawangi oleh Guitaris Toh Pati. Indro dapat bergabung di Halmahera dikarenakan lolos pada ajang pencarian bakat olehToh Pati sendiri. Indro mulai menekuni Jazz setelah bertemu dengan Maryono dan terus bermain Jazz hingga saat ini.

  • Azmi Hairudin (Malaysia)

Azmi mulai bermusik awalnya dari alat musik Drum sebelum menjadi pemain  saxophone. Awalnya musisi senior Malaysia ini  tertarik akan saxophone dikarenakan bentuk saxophone yang indah dan unik serta berkilau-kilau  , sejak sekolah menengah atas Azmi mulai tertarik belajar saxophone. Azmi sudah akrab dan berkolaborasi dengan banyak musisis jazz, termasuk musisi jazz Indonesia, Azmi sempat hijrah  ke Indonesia untuk tampil di panggung panggung music jazz tanah air, ia sempat bermain bersama Idang Rasyidi  dalam Trigonia Band.

  • Zahid Ahmad (Malaysia )

Drummer yang menetap di Kuala lumpur ini telah menghasilkan ratusan album serta telah berkolaborasi dengan berbagai musisi terkenal Malaysia seperti Sheila Majid, Siti Nurhaliza, Zainal Abidin. Zainal akan menjadi mentor kamu bermain Drum di Music Camp Bajafash 2018.

  • Steve Thornton ( Amerika )

Pemain perkusi asal negeri Paman Sam yang sejak tahun 1997 lalu hijrah ke Malasyia itu akan hadir  sebagai mentor  di Music Camp Bajafash 2018. Steve adalah musisi senior, ia  mengantongi segudang pengalaman di panggung-panggung music dunia, Ia pun telah berkolaborasi dengan beberapa musisi dunia seperti Trachy Chapman, Mariah Carey hingga Michael Jackson.

  • Oleh Stan Calvin (Malaysia)

pemusik muda  yang lahir dan tumbuh dari keluarga pemusik ini akan hadir sebagai “Music App” Mentor pada music camp di batam nanti.

 

 

PARTISIPASI MUSIC CAMP

Untuk menjadi partisipan Music Camp, Peserta  dapat memilih salah satu dari dua paket yang telah disediakan,  setiap paket terdiri dari enam materi instrumen diantaranya Gitar Jazz, Gitar Bass, Piano / Keyboard, Drum, Saksofon, dan Aplikasi Musik. Calon peserta memilih salah satu dari enam istrumen atau jenis musik tersebut, Detail paket “Music camp” yang tersedia adalah sebagai berikut ;

PAKET PREMIUM Rp. 3.000.000,-

  • Pilih salah satu musik jazz kursus berikut.
    Music Camp akan dipandu oleh Musisi Jazz Profesional.
    – Gitar Jazz
    – Gitar Bass
    – Piano / Keyboard Jazz
    – Drum
    – Saksofon
    – Aplikasi Musik
    • 2 Night Room (Sharing Twin Room) termasuk Sarapan Pagi
    • 2 Hari Makan siang (16-17 Maret 2018)
    • 2 Hari Coffee Break
    • Music Camp
    • Tiket Bajafash 2 Hari

PAKET STANDART Rp1.800.000,-

  • Pilih salah satu musik jazz kursus berikut.
    Music Camp akan dilpandu oleh Musisi Jazz Profesional.
    – Gitar Jazz
    – Gitar Bass
    – Piano / Keyboard Jazz
    – Drum
    – Saksofon
    – Aplikasi Musik
    • Music Camp
    • Tiket Bajafash 2 Hari

IMG-20180126-WA0020

 

Batam View Bech resort akan menjadi  Vanue  Music Camp selama dua hari itu,  yaitu pada  tanggal 16-17 Maret 2018, dan bukan itu saja, keseruan kolaborasi musisi-musisi  hebat pengisi Bajafash 2018 akan tampil  dalam jamming session bersamaan dengan peragaan  fashion show hasil karya  para designer ternama pula, sebuah kolaborasi dalam satu panggung yang tentu akan menjadi moment yang sangat dinantikan.
 

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami +62 778 325 769.
Web : www.bajafash.com
Ig : bajafash.2018
F-page : BaJaFash
Mail : official@bajafash.com

[CATPER] Masjid Keramat di Kerinci

dsc_7189_34586007315_o

Mahatahari telah meninggi di atas kota sungaipenuh, Kerinci. Namun udara masih terasa sangat sejuk bagi saya ,orang pesisir  yang baru saja tiba di kota yang di kelilingi bukit barisan ini. Sudah beberapa hari ini saya, dan keluarga kecil saya tiba di Kerinci, negeri dingin yang dijuluki atap Sumatra itu. Kunjungan ke-Kerinci kali ini adalah kebiasaan tahunan  kami sebagai perantau, “pulang kampung nih”. Sebagai perantau yang dipisahkan ratusan kilometer dari rumah, tradisi pulang kampong adalah sesuatu yang sangat di dambakan, meskipun perjalanan sekali setahun itu tidak mudah untuk mewujudkannya, perlu persiapan matang akan banyak hal terutama waktu dan biaya, maka sejak jauh jauh hari, mungkin bahkan setahun sebelumnya mesti di persiapkan, Bagi perantau, Uang habis tak mengapa, asal kan bias berbagahia… melepas rindu pada ayah dan bunda, serta  nenek dan kakek terhadap cucunya

Saat pulang kampung seperti ini, saya selalu mengajak anak dan istri untuk jalan-jalan mengenal tanah kelahiran saya, mendatangi tempat tempat yang indah dan menarik serta tempat-tempat kenangan semasa saya kecil, Dengan semangat dan bangga saya selalu bercerita bak pemandu wisata setiap tempat tempat yang kami datangi. Dahulu, ketika masih tinggal di sungai penuh, saya bukanlah orang yang “suka jalan”, jadi tak banyak tempat yang saya ketahui meskipun itu di tanah kelahiran saya sendiri, Malang nya….

Pagi itu kami akan berencana menebus rasa penasaran  tentang sebuah masjid bernama “Masjid Keramat” di koto tuo Pulau Tengah, kerinci. Keramat…? Iya,  Tiga Kejadian diluar jangkauan nalar manusia pernah terjadi dahulu kala pada masjid ini, pada 1903, ketika itu penjajah belanda pernah membumi hanguskan seluruh bangunan di pulau tengah itu, namun namun masjid yang berada di detngah kampong itu bagai tak tersentuh oleh api, selanjutnya terjadi lagi kejadian yang sama pada tahun 1939, belanda membakar seluruh bangunan kampung, masjid kampung itu sepeti di lindungi, tiada tersentuh api. Selain itu, beberapa gempa besar pernah mengguncang kerinci diantaranya gempa besar pada tahun 1942 (masa pendudukan Jepang), masjid itu tetap berdiri kokoh, oleh Karena itu, hingga kini masjid tersebut dianggap keramatkan dan di beri nama masjid Keramat..

Kami Bertiga meluncur dengan “scouter matic” 110cc di jalanan kota sungai penuh yang  padat, sepeda motor pribadi, mobil, ojeg melaju seperti saling adu cepat, tak ada satupun yang ingin mengalah, semuanya seperti tergesa-gesa seperti mengejar sesuatu, entah apa yang sedang mereka kejar di kota kecil ini, saya bertanya dalam hati. Kami memilih jalan Depati Parbo menuju Desa Pulau Tengah yang terletak di arah selatan dan berjarak hanya 15Km dari kota sungai penuh itu, Jalanan mulai terasa agak “lega” ketika kami memasuki Kumun, Kiri dan kanan jalan mulai terlihat petak petak sawah yang terjepit diantara tembok tembok beton bangunan rumah, sawah sawah di kota ini telah banyak beralih fungsi sebagai  pemukiman, sebuah pemandangan yang sangat berbeda 20 tahun  yang lalu ketika saya masih di kerinci. Kami terus bergerak ke arah luar kota, semakin keluar kota pemadangan semakin membuat saya ingin memperlambat laju kendaraan, hamparan sawah yang luas membentang di kiri dan kanan jalan membuat mata tak bosan memandang, di tengah sawah terlihat berbagai aktivitas petani yang tengah menggarap lahan, sebagian  sedang menanam benih sedangkan yang lainnya tengah panen.   Memasuki Desa Semerap,  hamparan sawah tampak sedang menguning, di ujung horizon sana  tampak sisi danau kerinci dengan jejeran rumah rumah di tepi danau tertata begitu rapi dan indah, bagai pemandangan didalam lukisan… sungguh Maha besar sang pencipta alam

15 menit berkendara kami telah melewati beberapa kampong di antranyta Kumun, Semerap, Tanjung pauh dan akhirnya kami tiba di Pulau Tengah. Pengikuti penunjuk jalan yang ada di pinggir jalan , akhirnya kami menjumpai Masjid Keramat. Masjid berbentuk limas ini terletak ditengah perkampungan, Koto Tuo namanya. Di kampong tersebut saya masih melihat beberapa rumah masih menggunakan rumah larik, rumah tradisional kerinci , meskipun sebagian besar bangunan rumah telah ber- gaya minimalis, mode rumah orang orang di kota. Sungguh sangat disayangkan, identitas asli masyarakat sudah mulai terganti dengan identitas kekinian.

Saya parkirkan kendaraan di halaman masjid yang telah di kelilingi tembok setinggi daa orang dewasa itu, dua orang wanita tmpak tengah menyapu halaman masjid. Karena pintu masjid di tutup, saya meminta izin untuk masuk guna menunaikan shlalat Dzuhur, salah satu perempuan penjaga masjid tersebut membuka kan pintu dan dengan ramah dan mempersilahkan saya masuk. Sebelum masuk ruang utama masjid, saya ber-wudhu. Di tempat wudhu air senantiasa dialirkan seperti tak perlu khawatir akan kekeringan, sumber air yang berasal dari sungai masih berlimpah di desa ini. Saya kemudian shalat di ruang utama masjid sedangkan Daffa dan ibunya berkeliling mengamati masjid dari halaman.

Usai shalat, saya duduk bebera saat mengamati sekeliling ruangan utama masjid. Saya terkagum melihat sekeliling ruangan. Tiang-tiang penyangga, dinding kayu penuh ukiran yang sudah terlihat tua, namun masih sangat terawat dan kokoh. Sebuah Tiang utamam (Soko Guru)  berukuran besar, lebih besar dari semua tiang yang ada di masjid itu tertancap ditengah tengah ruangan masjid. Selain sebagai tiang utama yang menyangga bangunan masjid, Tiang tersebut  juga terdapat tempat adzan, meskipun sudah tidak di ngunakan lagi sejak lama semenjak di kenalnya pengeras suara. sebuah tangga dan selasar dihubungkan dengan tiang utama itu yang berfungsi sebagai tempat laluan bagi muadzin menuju tempat adzan. Selain satu tiang utama, terdapat empat tiang yang berfungsi menopang bangunan masjid, Tiang segi delapan, dan dinding dihiasi oleh ukiran bermotif bunga pakis merupakan identitas bangunan tradisional kerinci. Di pintu gerbang dihiasi keramik dengan motif bunga, konon keramik tersebut adalah pemberian belanda, di bawa langsung dari negeri kincir angin itu

Bangunan masjid Keramat yang dilihat pada saat ini adalah tak jauh berbeda dengan kondisi aslinya, menurut penjaga masjid, tidak dibenarkan merubah bentuk masjid ini, hanya saja bagian atapnya saja telah di ganti dengan bahan seng, dimana sebelumnya adalah ber-atap ijuk. sejak tahun 1931 pemerintah telah menetapkan masjid keramat koto tuo ini sebagai monument ordonantie yang melindungi  dan cagar Budaya, berupa Benda, Struktur, Bangunan, Situs dan Kawasan.

BAJAFASH 2018, Festival Jazz dan Fashion Internasional di KEPRI

Meskipun musik Jazz bukanlah musik yang berasal dari negeri ini, namun keberadaannya terus berkembang hingga hari ini di Indonesia. Indikasi ini terlihat dari tumbuhnya konser konser musik jazz di tengah masyarakat indonesia, sebut saja  “Java Jazz Festival” yang telah berhasil melambungkan nama indonesia di kancah musik Jazz internasional. Makin me-masyarakatnya musik Jazz di tanah air di tandai juga bermunculan nya konser konser musik Jazz dengan konsep konsep unik di bebeapa daerah di tanah air, diantaranya Jazz Gunung, konser musik Jazz diatas gunung yang dilaksanakan di Bromo, Prambanan Jazz, konser musik Jazz dengan latar bangunan bersejarah di candi Prambanan, Jazz Go To Campus oleh Universitas Indonesia dan Ngajogjazz, konser musik Jazz  dengan konsep sederhana yang dilaksanakan di desa desa wisata jogjakarta.

 

BAJAFASH, Jazz Festival nya KEPRI

Tahun ini adalah tahun ke-4 di gelarnya salah satu Festival musik Jazz tingkat international bertajuk “BAJAFASH 2018” di KEPRI, sebuah  event yang di Produksi oleh talenta lokal kota Batam, provinsi Kepulauan Riau, meng-kolaborasikan antara festival musik jazz dan peragaan Fashion show secara bersamaan. Bajafash siap mengobati kembali kerinduan penggemar-nya akan atmosfer festival Jazz yang di kemas secara baik, berkelas, sederhana, cerdas dan juga edukatif.  Ber-temakan “Representing Diversity South-East Asia”, Bajafash 2018 ingin menjadi suatu upaya untuk menyatukan keragaman negara-negara di Asia Tenggara melalui musik dan fashion .

Setiap tahun nya Bajafash berusaha menampilkan sesuatu yang baru. Di Bajafash 2018 ini telah direncanakan diselenggarakan di Batam View Beach Resort dengan konsep “Bajafash By The Sea” pada hari Sabtu dan minggu, 16-17 Maret 2018 .

Bajafash By the Sea adalah salah satu rangkaian dari Bajafash 2018 yang sangat sayang jika di lewatkan khususnya bagi musisi lokal. Pada 17 Maret 2018 , bertempat di Batam View Beach Resort, Bajafash akan membuat Music Camp untuk para pengunjung yang tertarik untuk belajar menggunakan alat musik dan atau ingin mendalami alat musik itu dengan target peserta music camp dari tanah air dan mancanegara yang akan dimentori oleh musisi musisi yang sudah mempunyai nama di wilayah ASIA. Music camp tersebut nantinya akan ditutup dengan jamming session dan dilanjutkan dengan beberapa penampilan dari musisi malaysia dan Indonesia, dan Tentunya penampilan tersebut akan dikolaborasikan dengan fashion show dari beberapa designer. di waktu yang terpisah akan di gelar pula dialog yang sangat bermanfaat bagi perkembangan industri musik negara serumpun malaysia Indonesia dan Singapura.

Mengingat posisi Kota Batam yang sangat strategis di Wilayah perbatasan negara serumpun, Bajafash akan menjadi wadah bagi para pelaku industri musik nasional untuk dapat masuk ke pasar industri musik Asia Tenggara. Musik dan fashion merupakan komoditas industri yang menjanjikan dan mempunyai potensi untuk menjadi jauh lebih besar. Terselenggaranya Bajafash ini diharapkan juga membuka peluang bagi investor asing untuk menanamkan modalnya di batam dalam bidang ini, sekaligus meningkatkan jumlah kujungan wisata asing maupun wisatawan ke kota batam.

 

 

Mengenang pak Hatta di tempat kelahirannya

dsc_6705_34473056791_o

Pagi itu saya sengaja berjalan kaki keluar penginapan untuk menikmati suasana kota bukittinggi,  fajar mulai menyingsing di bukittinggi, pengeras suara dari masjid-masjid seperti bersahut sahutan  menyiarkan ceramah agama lepas shalat subuh,  sementara turis turis tengah mulai mendatangi halaman jam gadang, bus bus besar telah terparkir pinggir pinggir jalan sekitaran jam gadang mengantarkan turis turis yang hendak berpelesir melihat salah satu landmark sumatra barat itu. hembusan angin dingin menambah kesejukan udara kota yang dijuluki kota wisata dan  yang pernah menjadi ibukota sementara negara indonesia saat perang kemerdekaan dulu kala

Kaki saya terus menelusuri sudut kota bukittinggi, saya telusuri sebuah jalan dengan ratusan anak tangga yang sangat masyur di kota,  Janjang ampek puluah, yang menghubungkan pasar atas dan pasa banto. Langit masih gelap, namun pasa banto sudah terdengar riuh oleh suara pedagang. Pedagang tumpah ruah hingga ke badan jalan menjajakan segala macam hasil bumi dari tanah agam nan subur. Sorak sorai para pedagang seperti suara orang tengah  berkelahi adu mulut.”dipilih…dipilih…dipilih…” dengan nada lantang. Langkah sengaja saya sesatkan, kemana saja saya melangkah tak sa fikirkan, bukankah dengan tersesat kita akan menemuka  hal baru…?

Langkah saya terhenti di depan sebuah rumah yang tampak sudah tua namun masih tampak terawat.  Sebuah gambar seorang tokoh nasional yang tidak tampak  terpasang di halaman, tidak asing lagi gambar tokoh itu, ternyata rumah yang terletak di jalan Soekarno Hatta no 37 bukittinggi ini adalah rumah kelahiran  Bapak Mohhamad Hatta, salah satu proklamator RI. Saya sangat Penasaran dan ingin mengetahui isi rumah tersebut, pasti akan banyak hal menarik dapat di didalam sama fikir saya. Namun sayang, rasa penasaran saya tidak bisa segera terlampiaskan, ini masih sangat pagi, masih pukul 6, dalam hati saya membatin. Pengunjung baru di perbolehkan masuk setelah pukul 8 pagi, sebuah papan pengumuman yang terdapat di dinding rumah menerangkan demikian. Saya akan kembali ke sini pukul 8 nanti, dalam hati saya membatin.

Dalam perjalanan pulang ke penginapan, tiba tiba seakan tergiang sair lagu ciptaan seniman Virgiawan Listanto (Iwan Fals) yang berjudul bung hatta. Kepiawaian Iwan fals menghadirkan suasana duka saat pak Hatta mangkat lewat syair dan lirik seakan mampu menyentuh hati siapa saja yang mendengarkannya, saya sendiri pernah meneteskan air mata larut dalam syair yang begitu dalam, meski saya adalah generasi yang tidak pernah bertemu, dan melihat sosok Pak hatta secara langsung, namun dari buku buku tentang bung hatta dan syair lagu tersebut mampu membawa saya merasakan kehilangan pada sosok yang sangat dirindukan. Terbayang bakti nya, terbayang jasa nya terhadap negeri, serta dan jiwa sederhana pak hatta.

Pukul delapan tiga puluh menit, akhirnya saya kembali mendatangi rumah kelahiran Pak Hatta. Suasana sudah tampak berbeda ketika telah beranjak siang, jalan Sokearno Hatta yang tadinya di kerumuni pedagang dan pembeli sekarang di penuhi dengan kendaraan, angkot, sepeda motor, mobil dan bendi. Pagar telah dibuka, saya melihat seorang  seorang perempuan paruh baya tengah membersihkan halaman rumah, dia adalah petugas yang menjaga rumah kelahiran pak Hatta tersebut.

Rumah ini sejatinya adalah rumah kakek Pak Hatta, Ilyas Bagindo Marah atau Pak gaek. Pak Hatta di besarkan di lingkungan keluarga ibunya dikarenakan umur 8 bulan pak pak Hatta telah di tinggal sang ayah H.Mohhamad Djamil.  Masa kecilnya lebih banyak bersama keluarga kakek dan paman paman pak hatta. Dalam buku momoar Bung hatta, sosok pak gaek disebut sebagai seorang yang berpengaruh dalam pemahaman pak hatta tentang agama islam, pak gaek berprofesi sebagai pengantar surat  yang di kenal disiplin, mungkin sikap disiplin  itulah yang juga di tanamkan oleh sang pak gaek kepada hatta kecil.

saya mengucapkan salam dan perempuan itu membalas salam dan mempersilahkan saya masuk, “silahkan masuk… silahkan saja berkeliling, ibu masih beres beres dulu ya… “ ujar nya dengan ramah. Karena saya datang terlalu awal dan ibu penjaga rumah belum menyelesaikan tugasnya, saya tour seorang diri saja.

Ruangan yang pertama saya masuki adalah sebuah ruangan yang dekat dengan teras rumah, ruangan tersebut adalah ruangan baca pak hatta, sebuah meja baca terletak di depan jendela dengan pemandangan langsung ke jalanan Soekarno Hatta yang padat dengan latar belakang gunung marapi.  Sejak muda pak Hatta telah di kenal akrab dengan buku dan penulisan, mengutip keterangan pada buku “Hatta-pemikiran yang melampaui zaman” karya tempo, menyebutkan bahwa pada usia 18 tahun tulisannya di muat dalam sebuah majalah (Jong Sumatra) yang berjudul “Hindania“. Sebuah kisah cinta yang terkesan picisan namun memiliki makna tersirat di balik kisah tersebut. Hindania adalah figur wanita yang dijadikan Hatta sebagai personifikasi dari Indonesia. Hindania di tinggal mati oleh suaminya bernama Brahmana dari Hindustan, dan kemudian Hindania bertemu dengan musafir dari barat bernama Wolandia. Wolandia ternyata hanya mencintai kekayaan Hindania saja, hingga kekayaan wanita malang itu ia kuras habis dan kemudian di tinggal nya pergi. Tokoh Wolandia dipersonifikasikan hatta sebagai penjajah dalam kisah tersebut.

Seketika  hayalan saya terbang ke-masa lampau, hatta muda duduk diruang  baca tengah membalik balik lembaran buku dengan sesekali melemparkan pandangan kebalik jendela, pemadangan hilir mudik bendi dan pedati berlatar gunung marapi. Diruang baca pak Hatta hanya terdapat sebuah meja baca dan di letakkan persis di dekat jendela, ada sebuah ranjang sederhana, dan sebuah lemari, di dinding ruangan terpajang foto foto lama dan lambang negara.

Saya kemudian memasuki ruangan utama di lantai dasar rumah dua lantai itu. Lantai dan langit langit rumah dilapisi dengan tikar, satu set meja dan kuris tertata di tengah ruangan, sebuah lampu gantung antik terpasang di tengah ruangan, seketika saya merasakan seperti berada pada  suasana masa lampau,  zaman kemerdekaan.

Dinding rumah banyak terdapat foto foto kenangan pak hatta dan keluarga, silsilah keluarga pak hatta, serta beberapa dokumen dan surat surat, banyak sekali yang menarik perhatian saya sehingga saya harus berhenti lama memperhatikan dengan seksama foto foto dan dokumen yang di pajang di dinding pada ruang utama itu. Saya sangat terkesan ketika memperhatikan foto pak Hatta dan ibu Rahmi Rachim saat baru saja menjadi pengantin baru, tampak sederhana dan bersahaja dari sepasang pengantin baru tersebut, pak hatta tampak sumringah. Sebuah foto dengan ekspresi yang amat jarang saya lihat Sebelumnya.

Ruangan di lantai dasar terdiri dari ruang utama dan  dua kamar, salah satunya adalah kamar tempat kelahiran pak Hatta, sebuah ranjang antik dengan atap yang bergaya lama dan sebuah lemari tua,  saya melihat tempat tidur tersebut di terpa cahaya matahari yang masuk dari jendela, angan saya melayang kembali, seakan melihat tubuh mungil hatta yang masih bayi itu dibaringkan di tempat tidur itu.

Kemudian saya benelusuri rumah lebih dalam, saya menuju area belakang rumah, disana terdapat kamar tidur bung hatta dan terdapat sepeda yang selalu di gunakan pak hatta, kamar tidur itu bernama kamar bujang, kamar bujang bersebelahan dengan dapur dan kamar mandi, sebuah lumbung padi terdapat di dekat kamar bunjang pak Hatta. Di area belakang juga terdapat pedati milik keluarga pak Hatta.

Saya kemudian penasaran untuk melongok lantai dua, untuk sampai ke lantai dua, saya harus melewati ruang makan, di dekat ruang makan terdapat sebuah tangga sebagai penghubung ke lantai dua.  saya berhenti sejenak di ruang makan, saya perhatikan  perangkat makan yang antik pula,   piring kanso, gelas yang terbuat dari bahan alumunium, ceret tempat air minum dari bahan logam, meja makan dari bahan kayu dan kursi yang ber alasakan ayaman rotan, sungguh saya mengingat-ingat entah kapan terakhir saya melihat barang barang antik seperti ini.

Di lantai dua tata ruang tak begitu berbeda seperti di lantai dasar, terdapat dua kamar pula dilantai dua, satu set meja dan tiga buah kuris di tata sedemikian rupa di tengah ruangan, sebuah lampu gantung seperti  lampu terdapat pada ruangan keraton juga terpasang di langit langit lantai dua,  diding rumah dari kayu di tempeli foto foto kenangan bung hatta dan keluarga, serta sebuah lukisan besar bung hatta di salah satu dinding ruangan yang sangat menarik perhatian.

Menelusuri rumah kelahiran pak Hatta  memberi  pengalaman berbeda bagi siapa saja yang ingin mengetahui sejarah pak hatta, pengunjung disajikan pengalaman visual yang mungkin  tidak bisa didapatkan dari buku buku yang menuliskan tentang pak Hatta. Rasa bangga dan kecintaan terhadap bangsa sejatinya harus tetap tumbuh di dalam jiwa generasi muda, Pak Mohammad Hatta sampai kapanpun akan terus dikenang sebagai pemberi panutan bagi bangsa. Melalui pemikirannya yang bernas beliau berjuang untuk kemaslahatan banyak orang, seperti contoh sistem koperasi yang masih di manfaatkan hingga sekarang ini.  lewat goresan penanya yang tajam ia berjuang untuk kemerdekaan, dalam tulisannya yang berjudul sangat provokatif berhasil membuat gerah penjajah dan membangkitkan gerakan bagi rakyat indonesia, sebuah tulisan yang berjudul “Indonesia Merdeka” yang beliau tulis dalam berbagai bahasa diantaranya dalam bahasa  inggris, perancis, belanda dan jerman.  Penjajah pun sempat meragukan tulisan yang mengusik dunia internasional itu adalah tulusan dari orang indonesia.  Pak Hatta memang dikenal memiliki kemampuan berbagai bahasa asing. Mengutip tulisan pada buku “Hatta-jejak jejak yang melampaui zaman” yg di tulis oleh tempo menyebutkan bahwa “ketajaman pena Hatta lebih digdaya ketimbang senjata”.

Meski demikian, pak hatta tetaplah pribadi yang sederhana. Kisah sepatu billy yang tak mampu ia beli dan tunggakan tagihan telepon yang tak mampu ia bayar meskipun ia popularitas sebagai wakil presiden, hal tersebut menggambarkan betapa sederhananya pribadi pak Hatta sebagai seorang pejabat negara.

Tidak hanya di dalam negeri, di negeri penjajah sekalipun pak Hatta di segani dan di hormati. Sebuah jalan di kota Harrlem, Rotterdam belanda diabadikan dengan nama beliau, konon ada cerita menarik di balik keberadaan jnama jalan tersebut. jalan tersebut tak begitu panjang, namun sederhana lurus dan di tumbuhi pohon pohon yang rindang di kiri kanan nya, seakan merepresentasika  sosok kepribadian pak Hatta yang jujur, lurus dan sederhana.

Jika kamu ke bukittingi, sempatkanlah untuk singgah kerumah kelahiran pak hatta yang beralamat di Jln. Soekarno Hatta, mandiangin – Kota bukittinggi. Tidak dipungut biaya untuk mengunjungi rumah tersebut, namun jika kamu berniat ingin menderma, pengurus siap mengelola. Rumah kelahiran Mohhammad Hatta di buka dari setiap hari mulai pukul delapan pagi.

Pria Berkamera, Fotografer dan tukang pijat

886627_3016531708972_481090110_o

Suatu ketika dalam sambungan telepon, seorang fotografer dan calon client sedang melakukan percakapan.

Calon klien : Mas fotografer, saya mau tanya-tanya paket foto wedding.

Fotografer: ok, Baik mbak… silahkan…

Calon klien: paket nya apa aja ya mas?

Fotografer : Baik mbak…, kita kebetulan punya paket wedding bla bla bla….. ( mas fotografer menjelaskan  dengan detail paket )

Calon klien : Oh begitu ya mas…?,    Jadi gini mas, saya tu acara wedding nya sederhana saja, nga pakai resepsi-resepsi gitu, jadi paling sebentar doang sudah selesai, fotografer bakalan nga perlu standby lama kok mas.

Fotografer: Hmm…Oh baiklah mbak… saya aturkan secara fleksibel, kebetulan kita sudah siapkan paket per jam, bagaimana…?

Calon klien : nah, berapa itu budget paket per jam nya?

Fotografer : baik mbak… untuk paket per jam nya adalah bla bla bla….. ( fotografer menyebutkan nominal dan detail paket per jam )

Calon klien: Ooo… bgtu ya mas.     Bgini mas… saya kebetulan kemarin baru beli kamera juga, bagus juga kameranya, bisa di putar putar itu lensanya kayak kamera wartawan itu.. nah.., kalau nanti mas motretnya pas waktu acara saya pakai kamera saya aja gimana mas? harganya boleh kurang lagi nga? (calon client mulai bicara dengan tersendat sendat seperti sedang mikir sesuatu)

Fotografer: (di balik telepon fotografer menarik nafas dalam sembari mengurut dada, ) Hhm… bgini mbak.., harganya sudah di ditetapkan sekian ya mbak…, masalah kamera yang saya gunakan, boleh boleh saja mbak menawarkan kamera tapi, jasanya tetap demikian mbak…

Calon client: Oooo…. ya udah, nanti saya telepon lagi ya. Terima kasih

Fotografer : baiklah mbak….

Dan calon client tidak pernah kembali menelepon.

Teman teman fotografer mungkin pernah mengalami kejadian seperti ini, dan respon nya bisa bermacam macam, ada yang malas malasan melayani clinet seperti ini, ada yang mengurut dada sabar melayani, ada juga mungkin yang  jutek  dan galak hingga bilang seperti ini ke calon client, “Ya udah…, motret pakai HP aja sendiri ”.  semoga saja teman teman fotografer tidak seperti contoh yang ketiga itu, bagaimanapun fotografer harus menyadari calon client bisa datang dari latar belakang yang berbeda beda. Tidak semua client mengerti tetang layanan jasa fotografi, mungkin saja client orang awam atau belum pernah menggunakan jasa fotografi sebelumnya. Contoh saja untuk acara wedding, mungkin saja sebagian besar orang yang memesan jasa foto wedding adalah belum pernah menjalani wedding atau mengurus wedding dan ber urusan dengan fotografer sebelumnya. Tugas fotografer adalah memberi penjelasan dengan baik kepada calon client.

Bukan hal yang suatu hal yang baru disadari lagi kalau era digital menjadi tantangan sendiri bagi fotografer. Mengutip pernyataan dari arbain fotografer senior yang bertugas pada harian kompas,  Perbandingan era kamera film dan digital, perbedaan nya sudah seperti bumi dan langit dari sisi kemudahan memotret, demikian ungkapan beliau.

Dengan munculnya teknologi  kamera DSLR tugas fotografer agak lebih terbantu dan mudah, muncul fenomena hampir kebanyakan orang bisa memiliki kamera dengan harga kamera yang semakin terjangkau pula, semua orang bisa memotret, bahkan anak taman kanak kanak saja kalau di berikan kamera digital sudah bisa menghasilkan gambar.  Kembali mengutip pernyataan jurnalis foto senior kompas Arbain Rambe, orang berkamera dan fotografer itu bagaikan fenomena tukang pijat, “semua orang punya tangan, tapi nga semuanya pintar mijat, yang membedakan mereka adalah skill dan pengalaman”

Dari percakapan client dan fotografer tadi mungkin bisa disimpulkan kalau calon client masih awam dengan tugas fotografer. Dia berfikir tugas memotret tak lebih dari berhitung dari angka satu ke  tiga kemudian menekan shutter saja, client tidak mengerti untuk melaksanakan tugas memotret perlu keahlian dan pengalaman untuk bisa memutuskan kapan saat terbaik menekan tombol shutter yang terlihat pekerjaan itu tampak mudah.

Dan kemudian, sebagian client mungkin bertanya “kok tarif foto terlalu mahal…?”, “ah.. apa sih susahnya motret, tinggal jpret jpret aja kok bayarnya mahal gitu”.  Sekali lagi…, mungkin client tidak faham bagaimana proses dari memotret hingga album mereka terima. Di balik proses memotret Fotografer melakukan pekerjaan kreatif yang melibatkan ide dan imajinasi, bukan kah imajinasi itu lebih berharga dari ilmu pasti…? Fotografer perlu banyak belajar, berlatih dan proses tersebut tentu tidak di dapati dengan mudah atau pun gratis…, disisi lain dalam tugas fotografi, fotografer harus memikirkan biaya operasional (transport,makan,dll), biaya produksi (jasa editor, biaya listrik saat editing, cetak foto, album dsb) , biaya penyusutan alat fotografi yang jika semakin sering di gunakan makin berkurang pula daya alat tersebut beroperasi seperti contoh kamera dan lampu flash…, ada lagi biaya peningkatan skill fotografi, kadang fotografer belajar dalam wokshop workshop fotografi agar hasil karya  yang di hasilkan untuk client menjadi lebih baik, ataupun ia belajar dari secara mandiri melalui internet dll, semua hal tersebut tentu butuh biaya. , belum lagi biaya operasional toko yang harus di perhirungkan jika memiliki toko, dan yang terpenting perlu sadari adalah fotografer juga adalah suatu profesi, fotografer berkerja tentu untuk penghidupannya dan keluarganya.

Mencari referensi, informasi atau pun survey adalah ciri klien yang bijak. Semestinya tidak ada fotografer yang memberikan harga tidak masuk akal kepada client nya, dan semestinya pula tidak akan ada client yang kecewa atas layanan fotografer jika client telah melalui riset seperti yang di sebutkan di awal paragraf ini. What you pay is what you get.  Mahal adalah relatif. Mungkin anda akan menemui dilapangan tarif dari jasa fotografi yang sangat beragam, mulai dari yang ratusan ribu bahkan hingga puluhan juta rupiah, yang perlu anda cermati adalah apa yang akan anda dapatkan dari paket yang di tawarkan fotografer tersebut. Mungkin fotograger A lebih mahal dari fotografer B, tapi coba anda telusuri mengapa paketnya lebih mahal, hak anda sebagai client meminta penjelasan paket fotografi yang di tawarkannya. Satu hal yang tak kalah penting lagi yang perlu anda lakukan sebagai client adalah melakukan riset terhadap hasil karya dari calon fotografer anda, fotografer yang baik biasanya memiliki porfolio yang baik dan mudah diakses oleh client nya. Seperti trend saat ini, fotografer merangkum karyanya dalam akun media sosial nya seperti facebook ataupun instagram. Anda bisa mengamati karya karya atau pekerjaan yang telah mereka lakukan dalam tugas fotografi. Pilihlah fotografer yang sesuai dengan harapan anda hasil karyanya.

Klien yang kurang referensi kadang dipengaruhi oleh fotografer yang mematok tarif dibawah pasaran, fotografer yang melakukan tindakan seperti ini berkemungkinan adalah yang sedang belajar dibidang usaha jasa fotografi. Fotografer yang tengah dalam tahapan belajar terkadang tidak terlalu memikirkan materi, hal yang lebih utama baginya adalah mendapatkan portfolio, pengalaman memotret, dan meraih perhatian klien ketimbang memikirkan materi seperti halnya pelaku usaha fotografi. Sah sah saja kalau alasan belajar untuk bertindak demikian. Toh nanti tiba saatnya fotografer tersebut akan meningkatkan level nya tadinya dalam tahap belajar, kemdian terjun menjadi pelaku usaha fotografi, sehingga mereka pun akan memikirkan dan melakukan hal-hal bagaimana seorang profesional berkerja. Tipikal fotografer yang belajar seperti  tadi patut mendapat arahan dan pembinaan dari senior agak lebih baik . Tapi yang berbahaya justru adalah yang melakukan nya dengan tidak serius atau iseng iseng aja. Hanya bermodal kamera kemudian tanpa bekal pengetahuan fotografi yang memadai cetak kartu kemudian berjualan jasa fotografi. Fenomena seperti ini kadang menciptakan situasi buruk bagi usaha fotografi. Usaha fotografi menjadi tidak sehat, kualitas jasa fotografi yang menurun, pemahaman masyarakat tentang seni fotografi rendah, dan kurang di hargai nya profesi fotografi. Sebagai mana sebuah ungkapan lama, “orang lain akan menghargai anda sebagaimana anda menghargai diri anda sendiri”

 

Pantai Telok Diraja, Pesona baru di desa busung

_DSC0030.jpg

“Apabila kamu berkerja dengan cara kreatif , maka akan lahir nilai tambah yang baru” begitu kata sebuah ungkapan. Melalui proses Kreatifitas kamu mampu merubah sesuatu yang mungkin saja awalnya tak bernilai, menjadi lebih bernilai. Fenomena bermunculan nya tempat wisatapun demikian,  contohnya, siapa sangka lahan bekas tambang pasir  di desa busung pulau bintan akhirnya menjadi object wisata yang tiap akhir pekan di singgahi banyak penacong, Danau bekas galian pasir yang terbengkalai di kampung lepan di sulap oleh sentuhan kreatif  menjadi  danau Lepan yang instagenik, kemudian bukit bukit yang telah terkelupas karena penambangan pasir di desa kuala sempang yang  di namai secara unik dengan nama bukit eskrim,  karena warna warni yang unik pada tebing bukitnya nya yang seperti lapisan eskrim itu kini menjadi tempat wisata foto foto nan isntagenik pula.

Perlahan masyarakat mulai sadar akan manisnya berkah dari pariwisata, kampung dan desa di bintan saat ini seakan berlomba  menemukan, menciptakan nilai pariwisata yang diharapkan dapat mendatangkan tamu dan menjadikan tuah bagi mereka.

Adalah Telok Diraja salah satu contohnya. sebuah produk kreatif dari kelompok sadar wisata dari desa busung itu. Zul dan 12 rekannya masyarakat tempatan secara swadaya menggarap lahan kosong yang awalnya tak begitu terlirik keindahan nya itu kemudian di garap dengan pemikiran dan tindakan yang kreatif sehingga menghasilkan sebuah nilai baru dari sebuah lahan kosong tak awalnya tak terlalu bernilai.

Pemandangan yang indah dan masih alami dari pantai Telok Diraja akan menjadi penawar penat mu setelah berkativitas sepekan,  pohon pohon yang rindang di tepi pantai menyediakan kenyamanan bagi kamu untuk bercengrama bersama keluarga dan kolega di bawah  rindang nya. Pantai nya yang  cukup bersih dan tenang  sangat menggoda pagi pengunjung untuk berenang ketika air laut pasang. Penat berenang hingga perut terasa lapar…? jangan khawatir, disana mereka telah menyiapkan beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat kamu pesan kapan saja. Namun di karenakan lokasi ini baru di buka dan masih banyak pekerjaan disana sini , sehingga masih ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian pengelola agar tempat ini menjadi lebih baik lagi, terutama masalah penataan dan kebersihan nya.

Telok Diraja terletak di desa busung puau bintan. Jika kamu berkendara dari arah  tanjunguban cukup memakan waktu 15 menit saja, sebelum memasuki desa busung kamu menemukan sign atau tanda penujuk arah di sebelah kanan jalan yang menunjukkan arah menuju pantai Telok Diraja, dan Jika kamu datang dari arah tanjungpinang  pun tak cukup sulit menemukan pantai ini, setelah melewati jembatan busung akan ada  penunjuk arah di sebelah kiri jalan yang akan memandu kamu sampai ke pantai Telok Diraja. Cukup membayar 5000 rupiah untuk parkir kendaraan roda empat dan 1000 rupiah untuk kendaraan roda dua.

 

 

Ingin tahu tempat menarik lain nya di pulau bintan lainya….? silahkan juga singgah di tautan berikut;

Omjay Trip – Bintan One Day