Memberi Ruh Wayang Cecak

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Zulfianda memukul gendang dengan tempo pelan, sementara gesekan biola Azni melantunkan nada lirih membuka pertunjukan wayang cecak petang hari itu.

Di tangan Rizwan dua boneka terpasang, kedua boneka kayu itu di gerakkan kedua tangannya, seakan akan ditiupkan ruh kepada kedua boneka itu.

Alkisah berabat lalu, Chadijah Terong, memulai memainkan wayang cecek untuk anak anak tionghoa di tanjungpinang, chadijah terispirasi memainkan wayang dari opera cina yg di mainkan orang orang keturunan tionghoa di tanjungpinang.

dalam pertunjukan wayang cecak, pesan pesan dan nilai luhur kehidupan kerap ia sampaikan. Namun sayang, Setelah Chadijah wafat, tiada seseorang pun yang meneruskannya , hingga wayang cecak pun tan pernah dimainkan lagi berabad lamanya. sehingga suatu ketika di tahun 2017 pada saat Festival Pulau penyengat, Pertunjukan wayang ini kembali di gelar.

Hingga kini, generasi penerus di pulau penyengat seperti Azni, zulfiandi,Rizwan dan pemuda pulau penyengat lainnya, tengah berjuang untuk selalu memberi ruh kepada wayang cecak yang hampir mati itu.

Iklan

Dabo Singkep, dan Saksi Mata Sepeda Tua

 

Dabo, Kota ini pernah jaya lewat kandungan timah dalam buminya. Lebih dari satu setengah abad tambang memberikan kemakmuran. Tidak hanya pada tuannya, juga pada masyarakat sekitar. Pun pada hari itu, Dabo singkep dikenal satu dari sekian kota maju yang ada di daerah Riau masa itu.

Tetapi, kejataan mana yang abadi. Tidak juga dengan timah di dabo. Senjakala itu tiba pada 1992. Seketika, orang orang pergi daei sana. Kejayaan yang pernah ada dan menghidupi generasi ke generasi itu tiba tiba runtuh. Sejak itu Dabo tidak pernah lagi sama.

Setelah lebih dari satu dekade berselang, kejayaan itu belum juga terulang. Yang bisa dilihat hari ini adalah sisa sisa, puing-puing, tapak – tilas, dari sebuah kota yang pernah riuh dengan kekayaan tambang. Ada gedung gedung tua bekas pabrik yang masih berdiri kokoh, Ada pula disisi lain kantor, rumah sakit. Gereja. Tugu dan juga sepeda.

Saksi mata atas kekayaan Dabo tidak hanya melulu bangunan yang masih berdiri. Sepeda juga punya posisi yang sama. Unit demi unit didatangkan sebagai alat transportasi pekerja. Kebanyakan buatan inggris. Sebut saha jenama ternama macam Raleigh, BSA dan Philips yang usianya beda tipis dengan kemerdekaan negeri ini.

Sepeda-seped itu masih terawat di tangan-tangan warga, selain karena nilai ekonomi yang tinggi di kalangan kolektor, sebagian juga memilih merawat besi tua ini lantaran mengenangkan mereka pada kejayaan Dabo yang pernah ada. Memang, adakah yang lebih menyenangkan dari pada berkeliling kota dengan sepeda tua seraya mengingat masa-masa kejayaan yang pernah ada? Sukar di cari tandingannya.

 

——- telah di terbitkan oleh Tanjungpinang pos edisi 25/08/18

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

BAJAFASH 2018 di tutup dengan memukau

Langit senja mengankang diatas Batam view beach resort,  nada nada swing Jazz melantun dari instument instrument musik dari panggung di tepi kolam renang  Resort ternama di kota batam itu. Pertunjukan Jazz sunset memanggil pengunjung hotel untuk berkumpul menyaksikan pentas Jazz dan pagelaran Fashion dalam rangkaian BAJAFASH hari kedua. Kemeriahan panggung BAJAFASH hari pertama yang berakhir dengan spektakuler , seakan tak berhenti sampai hari itu saja, pertunjukan spektakuler akan di janjikan  tersaji malam ini,  penampilan Glen Fredly sebagai penampilan pamungkas.

Siel dan Azmi Hairudin tampil lebih awal, tembang tembang Jazz dengan lantunan Saxopone yang apik di bawakan memanjakan telinga. Self Trio dari malaysia tampil membawakan instrumen musik Jazz yang Lebih rumit, distorsi-distorsi dari keyboard Self trio memberikan pengalaman mendengarkan musik Jazz yang berbeda dan unik, Self trio melumat 3 lagi tanpa Lead Vocal. Selanjutnya Indro Harjodikoro yang berkolaborasi dengan Jazz Muda Indonesia dan Penyanyi cantik bersuara seksi Soukma berhasil membius dan membuat penonton Terkagum-kagum, Steve Thornton juga berkolaborasi dengan Indro, “Senang bisa berkolaborasi dengan teman lama”  kata  Indro. Sejauh ini, penampilan Indro dan kawan kawan mampu menjadi magnet panggung Bajafash saat itu, penonton mulai berkumpul, duduk secara lesehan diatas rumput di pinggir kolam renang Batam View Beach Resort. Saat-Saat Penampilan Indro Harjodikoro dan Pragawati melenggak lenggok memperagakan busana dengan mengusung konsep Tradisional, namun lebih “kekinian” hasil karya designer Jarit & DRU.

Semakin Malam suasana makin terasa hangat, penonton mulai makin banyak berkerumun di depan panggung, semuanya menyatu menikmati penampilan para musisi-musisi hebat dari asia tenggara, unity in diversity tema yang diusung BAJAFASH 2018 tidak hanya bertujuan menyatukan para musisi dari berbagai negara dalam satu panggung saja, penonton pun datang dari latar belakang kebangsaan yang berbeda, semua membaur , menikmati musik dan penampilan. Selanjutnya giliran ZAP (Zahid Ahmad Project) memanjakan dengan penampilan musik musik jazz yang “calm” namun dengan aransemen yang matang, berkelas dan juga mengagumkan. Band yang di motori Drummer senior asal Malaisya Zahid Ahmad itu  tampil dengan tiga lagu berturu turut, penampilan ZAP juga diselingi oleh peragaan busana oleh Tyramona.

Malam Semakin Larut namun semangat penonton tampak tidak akan surut hingga tampilnya Glen Fredly sebagai  penampilan pamungkas, sekaligus menutup panggung BAJAFASH 2018. Dalam wawancara dengan beberapa penonton, mereka mengharapakan BAJAFASH  agar terus terselenggara triap tahunnya, “semoga tahun selanjutnya akan terlaksana kembali “ kata Edi salah seorang penonton Bajafash.

Glen dan Band nya Bakucakar telah nampak di depan panggung meskipun tampak samar, penonton mulai histeris memangil-manggil Glen, “Glen…Glen…Glen…” . Tanpa menunggu Lama, Glen langsung tampil menghentak di lagu pertama “you my Everithing”, penonton sontak histeris, dan mengikuti menyanyikan syair dari lagu glen tersebut. “ sudah Lama kita tidak kebatam” kata Glen, “senang bisa menyapa kalian kembali disini” glen menyapa penggemarnya. Glen  tampil memukau di tambah pula atraksi individu dari para personel  bakucakar yang membuat penampilan glen malam itu begitu pektakuler. bersamaan dengan itu Glen juga berkolaborasi dengan penyanyi cantik Amelia Ong, dan juga sang legend, pemain perkusi dari Amerika Steve Thontorn. Peragaan busana dari Designer ARTURRO  memperindah penampilan dari Glen, busana dengan konsep tradisional namun “trendy” di peragakan oleh model model cantik dari kota batam.Pertunjukan pamungkas yang sempurna dari glen malam itu, akhir dari BAJAFASH akhirnya di yang sangat berkesan. Tak sabar menunggu kejutan BAJAFASH di tahun yang akan datang, Ibu Indina sang Founder BAJAFASH menjanjikan akan menggelar bajafash kembali di bulan Maret 2019.

BAJAFASH 2018 Open Dialog, komitmen Memajukan Music dan Fashion Di Asia

DSC_4552

program OPEN DIALOGUE dengan tema “Sustainable Creative Industry in Diversity of South East Asia Through Jazz & Fashion” yang bertujuan akan adanya “komitmen” dari para pihak pengambil kebijakan termasuk negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura untuk bersatu dan bekerjasama melahirkan solusi-solusi untuk peningkatan industri kreatif secara berkesinambungan, membuka peluang positif bagi masing-masing pemerintahan sekaligus membuka jaringan kerjasama bisnis kreatif. Hadir Pada hari itu berbagai nara sumber seperti Khadijah Ibrahim seorang penyanyi legendaris dari Malaysia, Rudy Djoe, penyanyi Jazz Melayu dari Singapura, Datok Nik Azmi Dari komunitas Jazz Ampang Malaysia, Piyapong Muenprasertdee ( Co-founder & Community Manager of Fungjai.com ), David Siow dari singapura, Ibu Indina Putri Fajar (Founder BAJAFASH), Serta dua orang designer dari Indonesia Cossy Latu dan Wike Dwiharti, selain para seniman dan pelaku industri musik dan fashion, kehadiran pihak pemerintah juga menjadi bagian yang terpenting dalam dialog tersebut, karena dukungan pihak pemerintah adalah yang sangat penting dalam mendukung industri kreatif ini ungkap Datok Nik Azmi. Dari pihak pemerintah dihadiri oleh Khrisna K.U Hannan (perwakilan KBRI Malaysia),  M Reza Adenan (perwakilan KBRI Singapura), Rhaman Usman (Dinas pariwisata kota batam), serta  Lukita Dinarsyah Tuwo ( Kepala BP Batam ).  dialog terbuka tersebut berlangsung secara serius namun di balut suasana pantai yang santai di kelong restauran Batam view beach resort, di pandu oleh  Violinist ternama Tengku Ryo.

BAJAFASH 2018, kali ini menjadi lebih memiliki nilai berbeda dari tahun tahun sebelumnya, terutama dengan adanya Open dialog ini. Rudy Djoe, penyanyi dari singapura mengatakan, ” This is Little think that we can do before that we make  a bigger  think, that I call bajafash is Small Big Stage, “kecil tapi isinya Besar” atau “kecil kecil tapi berisi”. Betapa tidak, dengan open dialog ini para pelaku industri musik dan fashion sama sama memberikan energi positif untuk kemajuan industri  tersebut di Asia, kita bersama sama mulai dari hal yang kecil, simple namun punya tujuan dan semangat yang besar. Datuk Nik Azmi perwakilan dari komunitas Jazz Ampang malaysia mengatakan “whatever that country, Singaphore, malaysia, indonesia, thailand or philipine, Lest talk consept with Asia, we start from here, to move forward together , make our music and fashion to the world class.

Mengingat posisi Kota Batam yang sangat strategis di Wilayah perbatasan negara serumpun, Bajafash akan menjadi wadah bagi para pelaku industri musik nasional untuk dapat masuk ke pasar industri musik Asia Tenggara. Musik dan fashion merupakan komoditas industri yang menjanjikan dan mempunyai potensi untuk menjadi jauh lebih besar. Terselenggaranya Bajafash ini diharapkan juga membuka peluang bagi investor asing untuk menanamkan modalnya di batam dalam bidang ini, sekaligus meningkatkan jumlah kujungan wisata asing maupun wisatawan ke kota batam. Dalam kesempatan diskusi di batam View resort tersebut  Pyapong, pelaku industri musik dari Thailand berpendapat ,” Music and fashion is hand and hand  each other, how music can touch  people  feel inside, and how they expretion them self is how they ware they clothe. So,  Music and fashion can work together . in Bajafash, i  show mussision make traditional song and collaborate with tradtional fashion style too, this one of good sample for local music and fashion Industry”.  Selain mengutarakan optimisme untuk bisa maju bersama , dalam diskusi tersebut juga megemukakan masing masing permasalah yang di hadapi di tiap-tiap negara, untuk dapat saling mendengar dan mencari solusi bersama. Sebagai contoh dengan ada issue pembatasan musik indonesia berkembang di negara malaysia, ini tentu akan menjadi penghambat kemajuan bersama, bagaimana kita hilangkan rasa kompetisi diantara kita, mari saling berkolaborasi ungkap Bapak Khrisna K.U Hannan wakil dari KBRI Malaysia, yang menyempatkan hadir dalam diskusi tersebut.

Keterlibatan pemerintah untuk mendukung misi BAJAFASH ini tentu sangat di butuhkan, dalam diskusi tersebut nampak dukungan positif dari pemerintah yang di wakilkan oleh hadirnya pihak KBRI Malaysia dan perwakilan KBRI singapura, sedangkan dukungan dari pemerintah lokal datang dari BP Batam dan Dinas pariwisata Kota Batam. Wakil dari pemerintah ini sepakat untuk mendukung BAJAFASH sebagai program yang diandalkan dalam mendatangkan wisatawan dari luar negeri ke Indonesia secara umum dan batam khususnya. Bapak M Reza Adenan, perwakilan KBRI Singapura langsung memberikan tawaran kepada designer indonesia yang hadir saat itu untuk bergabung dalam event “Rising Fashion” yang akan di gelar bulan Agustus Tahun ini di singapura, KBRI singapura akan mengundang pelaku Fashion Indonesia untuk ikut dalam event tersebut ungkap Bapak  M Reza Adnan.

Bajafash 2018 ingin menjadi suatu upaya untuk menyatukan keragaman negara-negara di Asia Tenggara melalui musik dan fashion, begitu ungkap founder BAJAFASH, Ibu Indina. Kita ingin mengoptimalkan posisi  Batam yang stategis ini, Impian kami adalah menjadikan Batam sebagai Pusat Musik dan Fashion di Asia, Perjuangan menuju ke arah tersebut tentu tidak mudah, kami butuh dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan nya untuk kepentingan bersama.  Ibu Indina selaku ketua Commite BAJAFASH mengatakan,  Kita “fight” agar BAJAFASH menjadi awal dari sebuah kemajuan, ini ibaratkan sebuah “snow ball”  kecil yang berukurankecil yang harus kita dorong untuk bergerak menjadi lebih besar . Menjadikan batam menjadi pusat Music dan fashion, itu impian kami. Diujung Dialog, Ibu Indiana berjanji akan mengadakan kembali BAJAFASH dengan konsep yang berbeda di bulan Maret 2019 akan datang.

Pinang Paleo, Outlet Oleh-Oleh “kekinian” dari Tanjungpinang

DSC_3321

Pukul 10 Pagi, Outlet Oleh-Oleh di jalan DI.Panjaitan Batu 9 Tanjungpinang itu tampak semarak dibanding toko toko di sekitarnya. Oranmen berwarna hijau muda dan putih menghiasi area outlet, balon warna-warni di rangkai sedemikian warna dan rupanya, sehingga tampak semarak. Outlet belum lagi di buka, tapi kesibukan beberapa karyawan telah nampak, sedangkan pembeli telah berkumpul sejak pagi hari di halaman Outlet, bahkan ada yang mengaku sudah datang dari pukul 8 pagi untuk mengantri. Apa yang mereka Tunggu dan seberapa pentingkah mereka datang lebih awal…?

Pagi Ini adalah Grand opening Outlet “Pinang paleo”, outlet oleh-oleh  Khas kota Tanjunginang yang telah di nanti nanti oleh penikmat kulliner tanjungpinang, Rasa penasaran akan product  Cake andalannya yang telah ramai menjadi topik perbincangan di media sosial beberapa bulan belakangan.  Sejak januari, foto-foto Cake Pinang Paleo telah beredar di laman-laman instagram para selebgram dan flood blogger kota tanjungpinang. Perpaduan warna dan bentuk pada foto foto cake  di halaman instagram tersebut amat sangat mengudang selera.  seorang warganet Ali Muakhir berkomentar di laman sebuah blog tentang Pinang Paleo  “Asli Langsung ngiler lihat jajaran tampilannya yang menggoda” .

Disamping itu, Management Pinang Paleo telah merencanakan agar hari grand Opening ini akan berkesan bagi pelanggan mereka, tak  tanggung tanggung, Artis Sinetron Tomy Kurniawan di datangkan langsung ke tanjungpinang untuk menyambut costumer pertama Pinang Paleo. Pelanggan mana yang tak berebut untuk jadi yang pertama di layani oleh artis yang tampan itu, berkorban bangun lebih pagi pun tiada masalah rasanya, asalkan dapat menjadi pembeli pertama dan dilayani Artis pula.

Pukul 10.30, Mobil Mewah berwarna putih berhenti di Depan halaman outlet Pinang paleo, seorang karyawan berseru, itu mobil Tomy, sontak saja para pengantri yang telah mengular itu bubar, ganti mengerumuni mobil yang mengantar tomy, “Tomy…Tomy…Tomy…” sorak sorai warga yang di dominasi ibu-ibu itu. Para pegawai toko harus terpaksa mengambil sikap sebagai satuan pengaman Bagi Tomy, banyak dari mereka histeris, berebut mendapatkan foto di tengah kerumunan “Tenang…. tenang… tenang…. kita kasih Tomy Lewat dulu Ya….” ucap seorang pegawai melerai.  Tomy Hermawan Di sambut oleh pimpinan Pinang Paleo di depan Outlet, Pimpinan memasangkan tanjak di kepala Tomy sebagai bentuk ucapak selamat datang dan sebuah penghotmatan. Sebelum masuk ke Toko Tomy menyapa para penggemar nya yang sekaligus para pengunjung Outlet Pinang Paleo, dan pada moment tersebut Tomy mengungkapkan kekagumannya akan KEPRI. ”Sebelum Mendarat, saya melihat banyak pulau pulau cantik dari udara, saya rasanya ingin memiliki waktu lebih lama disini untuk berkeliling menikmati keindahan alam nya ” ungkap Tomy. Selain itu Tomy menanyakan, apa nama benda yang di lekatkan di kepalanya ini, Seseorang menjelaskan itu adalah tanjak, sebuah tanda penghormtan  bagi tamu di tanah melayu, Tomy terkagum dan ia merasa lebih tampan menggunakan Tanjak.

Lepas menyapa para pelanggan, Tomy dan staff Pinang Paleo masuk kedalam outlet, para pelanggan segera membentuk antrian, seorang wanita muda telah beruntung berada di barisan paling depan menjadi pelanggan pertama, dari balik meja pejualan, Tomy telah menanti dengan karangan bunga untuk sang pelanggan pertama, keriuhan di di dalam outlet bergema, para pengunjung bersorak sorai dan antrian tetap panjang mengular, macet.. lantran pelanggan ambil kesempatan ber swafoto bersama sang arti tampan itu.

4 Maret 2018, Pinang Paleo Telah Resmi Di buka. Sekarang, Warga tanjungpinang atau para pelancong tak usah bersusah payah lagi menemukan tempat membeli oleh oleh. Cake Pinang paleo Outlet bisa menjadi buah tangan anda dari kota Tanjungpinang. Dengan Tagline “Oleh-Oleh Tanjungpinng Kampong Kite” Diharapkan  menjadi rujukan yang mudah diingat, ingin membeli Oleh-oleh di Tanjungpinang, langsung ingat Pinang Paleo.   Cream Chesee Cake  adalah Produk andalan yang di jual di Outlet ini, Cake ini Lebih  di kenal dengan istilah “Cake kekinian”. “Cake Kekinian” Pinang Paleo tersedia dalam beberapa varian  rasa, diantaranya Coklat, Hazelnut, Durian. Green teaRed Valvet dan  cheese. Disamping cake Pinang Paleo Outlet ini menyediakan beragam jenis oleh oleh dari tanjungpinang dan KEPRI, Dominasi produk adalah  produk produk UKM, jadi tak usah kemana mana lagi, mencari oleh-oleh  cukup disini, semua urusan oleh oleh Tersedia Di Pinang Paleo.

 

Empat hal menarik di bajafash 2018

IMG-20180221-WA0010

Pulau Batam,  salah satu wilayah provionsi kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga, menjadikan Batam  menjadi salah satu pulau dengan posisi yang disebut sebut  paling strategis untuk investasi. Peluang ini dibaca dan dimanfaatkan oleh talenta talenta lokal batam yang tergabung dalam “Batam Jazz Socity” untuk mendevelope sebuah Event musik Jazz bertaraf internasional di Pulau Batam tersebut.   Bajafash diharapkan  akan menjadi wadah bagi para pelaku industri musik nasiona umumnya, serta kota batam pada khususnya.

Bajafash akan menjadi peluang untuk musisi lokal  masuk ke pasar industri musik Asia Tenggara. Konsep yang unik dari Bajafash yang menggabungkan antara Musik dan fashion  dikarenakan industri musik dan fashion di indonesia saat ini masih sangat  menjanjikan dan mempunyai potensi untuk menjadi jauh lebih besar. Terselenggaranya Bajafash ini diharapkan juga membuka peluang bagi investor asing untuk menanamkan modalnya di batam dalam bidang ini, sekaligus meningkatkan jumlah kujungan wisata asing maupun wisatawan ke kota batam.

Tentu kamu sudah tidak sabar lagi menantikan event besar ini. Tahun 2018 menjadi tahun ke-3 pelaksanaan festival ini di batam. Kali ini,  Bajafast akan mengambil tempat  di salah satu resort dengan view pantai terbaik di pulau batam, yaitu  Batam view Bech Resrot. Ingin tahu apa saja keseruan yang akan kamu temukan di Bajafast tahun ini…? Berikut empat hal menarik yang akan kamu jumpai di bajafash 2018;

                                                           

  • Bajafash 2018 Bertabur Bintang

Bajafash 2018 akan menyajikan pertunjukan spektakuler yang dimeriahkan oleh para musisi jazz profesional dari berbagai negara. Dari Indonesia yaitu Glenn Fredly dan Baku Cakar, Balawan dan Batuan Etnik, Syaharani, Soukma, Light Craft beserta para musisi lokal Batam seperti Bajafash All Star, Cheppy & friends, 4 Pieces Batam Percussion, Royal Coustic, ASAP feat Choir dan Sakazada. Sementara itu para performer dari Malaysia juga akan tampil diatranya  penyanyi legendaris Khadijah Ibrahim, Siel dan Slef Trio. Sedangkan dari Singapura akan menghadirkan Rudy Djoe penyanyi Jazz Melayu dan juga semakin luar biasa dengan penampilan dari Steve Thornton dari USA dan Janine Annice dari UK.

 

  • Klinik musik bertajuk “Music Camp” , Dengan Mentor Ternama

Kegiatan klinik MUSIC CAMP akan memberikan kesempatan terbuka kepada para peserta dari berbagai negara untuk dapat belajar secara langsung bagaimana memainkan alat musik dengan baik bersama para mentor ahli dan sekaligus dapat berbagi pengalaman dengan para peserta lainnya. Bahkan para peserta juga bisa melihat langsung para mentor ahli beraksi memainkan alat musik dihadapan mereka pada saat jam session. Nama besar seperti Indro Hardjodikoro ( Jazz Bass Class ), Balawan ( Jazz Guitar Class ), Andy Gomez ( Jazz Piano Class ) dan ketiganya dari Indonesia. Semakin luar biasa dengan kehadiran mentor-mentor dari Malaysia yaitu Zahid Ahmad ( Drum Class ), Azmi Hairudin ( Saxophone Class ), Stan Calvin ( Tabla & Music Apps ). Peserta juga bisa menggali ilmu dari Steve Thornton yang berasal dari USA ( Percussions Class ). Kegiatan music camp berlangsung dua hari dan ditutup dengan sajian sunset jazz

Pangelaran Fashion Show dari Designer-Designer  Berbakat 

Pagelaran busana tentu juga akan menjadi salah satu hal menarik bagi pengunjung yang hadir, menampilkan koleksi-koleksi terbaik dari para fashion designer seperti Chossy Latu, Arturro dari Seminyak Bali, Wieke Dwiharti, Didit Jarit, Anda Nasution, Decy Tyramona dan juga tidak ketinggalan menampilkan koleksi dari fashion designer lokal Batam yaitu Natasya Rofalina dan Febby Erika yang disupport oleh Iwapi Batam sehingga para pengunjung bukan hanya bisa menikmati musik jazz dan peragaan busana tapi juga dapat berbelanja beragam produk dari para peserta EXIBITION dengan penawaran harga terbaiknya.

 

Dialog Terbuka Tentang Industri Musik dan Fashion Asia tenggara  

program OPEN DIALOGUE dengan tema “Sustainable Creative Industry in Diversity of South East Asia Through Jazz & Fashion” yang bertujuan akan adanya “komitmen” dari para pihak pengambil kebijakan termasuk negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura untuk bersatu dan bekerjasama melahirkan solusi-solusi untuk peningkatan industri kreatif secara berkesinambungan, membuka peluang positif bagi masing-masing pemerintahan sekaligus membuka jaringan kerjasama bisnis kreatif. Akan hadir berbagai nara sumber seperti Khadijah Ibrahim seorang penyanyi legendaris dari Malaysia, Rudy Djoe seorang penyanyi Jazz Melayu dari Singapura serta hadir juga Indro Hardjodikoro dan  Glenn Fredly dari Indonesia. Selain itu sebagai nara sumber lainnya yaitu Sigit S. Widiyanto ( Minister Counselor Economic Fair KBRI Singapura ), Lukita Dinarsyah Tuwo ( Kepala BP Batam ), Teguh Wicaksono ( Founder Archipelago Festival ), Piyapong Muenprasertdee ( Co-founder & Community Manager of Fungjai.com ) dari Thailand dan beberapa nara sumber hebat lainnya. Open dialogue akan dipandu oleh dua orang moderator handal yaitu Guntur Sakti yang sebelumnya pernah menjabat sebagai kepala Dinas Pariwisata dan Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kepulauan Riau yang akan berkolaborasi dengan Tengku Ryo seorang Violinist yang telah menampilkan kebolehannya dalam menggesek biola di berbagai negara dan hampir semua benua telah didatanginya.

Rangkaian Bajafash 2018 memberikan suguhan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, mulai dari pemilihan lokasi yang berada di Batam View Beach Resort Nongsa akan memberikan pengalaman yang berbeda dengan indahnya suasana alam terbuka di samping kolam renang dan juga di theme park.  Batam View Bech resort akan menjadi  Vanue  Music Camp selama dua hari itu,  yaitu pada  tanggal 16-17 Maret 2018, dan bukan itu saja, keseruan kolaborasi musisi-musisi  hebat pengisi Bajafash 2018 akan tampil  dalam jamming session bersamaan dengan peragaan  fashion show hasil karya  para designer ternama pula, sebuah kolaborasi dalam satu panggung yang tentu akan menjadi moment yang sangat dinantikan.

 

 

 

Mengenang pak Hatta di tempat kelahirannya

dsc_6705_34473056791_o

Pagi itu saya sengaja berjalan kaki keluar penginapan untuk menikmati suasana kota bukittinggi,  fajar mulai menyingsing di bukittinggi, pengeras suara dari masjid-masjid seperti bersahut sahutan  menyiarkan ceramah agama lepas shalat subuh,  sementara turis turis tengah mulai mendatangi halaman jam gadang, bus bus besar telah terparkir pinggir pinggir jalan sekitaran jam gadang mengantarkan turis turis yang hendak berpelesir melihat salah satu landmark sumatra barat itu. hembusan angin dingin menambah kesejukan udara kota yang dijuluki kota wisata dan  yang pernah menjadi ibukota sementara negara indonesia saat perang kemerdekaan dulu kala

Kaki saya terus menelusuri sudut kota bukittinggi, saya telusuri sebuah jalan dengan ratusan anak tangga yang sangat masyur di kota,  Janjang ampek puluah, yang menghubungkan pasar atas dan pasa banto. Langit masih gelap, namun pasa banto sudah terdengar riuh oleh suara pedagang. Pedagang tumpah ruah hingga ke badan jalan menjajakan segala macam hasil bumi dari tanah agam nan subur. Sorak sorai para pedagang seperti suara orang tengah  berkelahi adu mulut.”dipilih…dipilih…dipilih…” dengan nada lantang. Langkah sengaja saya sesatkan, kemana saja saya melangkah tak sa fikirkan, bukankah dengan tersesat kita akan menemuka  hal baru…?

Langkah saya terhenti di depan sebuah rumah yang tampak sudah tua namun masih tampak terawat.  Sebuah gambar seorang tokoh nasional yang tidak tampak  terpasang di halaman, tidak asing lagi gambar tokoh itu, ternyata rumah yang terletak di jalan Soekarno Hatta no 37 bukittinggi ini adalah rumah kelahiran  Bapak Mohhamad Hatta, salah satu proklamator RI. Saya sangat Penasaran dan ingin mengetahui isi rumah tersebut, pasti akan banyak hal menarik dapat di didalam sama fikir saya. Namun sayang, rasa penasaran saya tidak bisa segera terlampiaskan, ini masih sangat pagi, masih pukul 6, dalam hati saya membatin. Pengunjung baru di perbolehkan masuk setelah pukul 8 pagi, sebuah papan pengumuman yang terdapat di dinding rumah menerangkan demikian. Saya akan kembali ke sini pukul 8 nanti, dalam hati saya membatin.

Dalam perjalanan pulang ke penginapan, tiba tiba seakan tergiang sair lagu ciptaan seniman Virgiawan Listanto (Iwan Fals) yang berjudul bung hatta. Kepiawaian Iwan fals menghadirkan suasana duka saat pak Hatta mangkat lewat syair dan lirik seakan mampu menyentuh hati siapa saja yang mendengarkannya, saya sendiri pernah meneteskan air mata larut dalam syair yang begitu dalam, meski saya adalah generasi yang tidak pernah bertemu, dan melihat sosok Pak hatta secara langsung, namun dari buku buku tentang bung hatta dan syair lagu tersebut mampu membawa saya merasakan kehilangan pada sosok yang sangat dirindukan. Terbayang bakti nya, terbayang jasa nya terhadap negeri, serta dan jiwa sederhana pak hatta.

Pukul delapan tiga puluh menit, akhirnya saya kembali mendatangi rumah kelahiran Pak Hatta. Suasana sudah tampak berbeda ketika telah beranjak siang, jalan Sokearno Hatta yang tadinya di kerumuni pedagang dan pembeli sekarang di penuhi dengan kendaraan, angkot, sepeda motor, mobil dan bendi. Pagar telah dibuka, saya melihat seorang  seorang perempuan paruh baya tengah membersihkan halaman rumah, dia adalah petugas yang menjaga rumah kelahiran pak Hatta tersebut.

Rumah ini sejatinya adalah rumah kakek Pak Hatta, Ilyas Bagindo Marah atau Pak gaek. Pak Hatta di besarkan di lingkungan keluarga ibunya dikarenakan umur 8 bulan pak pak Hatta telah di tinggal sang ayah H.Mohhamad Djamil.  Masa kecilnya lebih banyak bersama keluarga kakek dan paman paman pak hatta. Dalam buku momoar Bung hatta, sosok pak gaek disebut sebagai seorang yang berpengaruh dalam pemahaman pak hatta tentang agama islam, pak gaek berprofesi sebagai pengantar surat  yang di kenal disiplin, mungkin sikap disiplin  itulah yang juga di tanamkan oleh sang pak gaek kepada hatta kecil.

saya mengucapkan salam dan perempuan itu membalas salam dan mempersilahkan saya masuk, “silahkan masuk… silahkan saja berkeliling, ibu masih beres beres dulu ya… “ ujar nya dengan ramah. Karena saya datang terlalu awal dan ibu penjaga rumah belum menyelesaikan tugasnya, saya tour seorang diri saja.

Ruangan yang pertama saya masuki adalah sebuah ruangan yang dekat dengan teras rumah, ruangan tersebut adalah ruangan baca pak hatta, sebuah meja baca terletak di depan jendela dengan pemandangan langsung ke jalanan Soekarno Hatta yang padat dengan latar belakang gunung marapi.  Sejak muda pak Hatta telah di kenal akrab dengan buku dan penulisan, mengutip keterangan pada buku “Hatta-pemikiran yang melampaui zaman” karya tempo, menyebutkan bahwa pada usia 18 tahun tulisannya di muat dalam sebuah majalah (Jong Sumatra) yang berjudul “Hindania“. Sebuah kisah cinta yang terkesan picisan namun memiliki makna tersirat di balik kisah tersebut. Hindania adalah figur wanita yang dijadikan Hatta sebagai personifikasi dari Indonesia. Hindania di tinggal mati oleh suaminya bernama Brahmana dari Hindustan, dan kemudian Hindania bertemu dengan musafir dari barat bernama Wolandia. Wolandia ternyata hanya mencintai kekayaan Hindania saja, hingga kekayaan wanita malang itu ia kuras habis dan kemudian di tinggal nya pergi. Tokoh Wolandia dipersonifikasikan hatta sebagai penjajah dalam kisah tersebut.

Seketika  hayalan saya terbang ke-masa lampau, hatta muda duduk diruang  baca tengah membalik balik lembaran buku dengan sesekali melemparkan pandangan kebalik jendela, pemadangan hilir mudik bendi dan pedati berlatar gunung marapi. Diruang baca pak Hatta hanya terdapat sebuah meja baca dan di letakkan persis di dekat jendela, ada sebuah ranjang sederhana, dan sebuah lemari, di dinding ruangan terpajang foto foto lama dan lambang negara.

Saya kemudian memasuki ruangan utama di lantai dasar rumah dua lantai itu. Lantai dan langit langit rumah dilapisi dengan tikar, satu set meja dan kuris tertata di tengah ruangan, sebuah lampu gantung antik terpasang di tengah ruangan, seketika saya merasakan seperti berada pada  suasana masa lampau,  zaman kemerdekaan.

Dinding rumah banyak terdapat foto foto kenangan pak hatta dan keluarga, silsilah keluarga pak hatta, serta beberapa dokumen dan surat surat, banyak sekali yang menarik perhatian saya sehingga saya harus berhenti lama memperhatikan dengan seksama foto foto dan dokumen yang di pajang di dinding pada ruang utama itu. Saya sangat terkesan ketika memperhatikan foto pak Hatta dan ibu Rahmi Rachim saat baru saja menjadi pengantin baru, tampak sederhana dan bersahaja dari sepasang pengantin baru tersebut, pak hatta tampak sumringah. Sebuah foto dengan ekspresi yang amat jarang saya lihat Sebelumnya.

Ruangan di lantai dasar terdiri dari ruang utama dan  dua kamar, salah satunya adalah kamar tempat kelahiran pak Hatta, sebuah ranjang antik dengan atap yang bergaya lama dan sebuah lemari tua,  saya melihat tempat tidur tersebut di terpa cahaya matahari yang masuk dari jendela, angan saya melayang kembali, seakan melihat tubuh mungil hatta yang masih bayi itu dibaringkan di tempat tidur itu.

Kemudian saya benelusuri rumah lebih dalam, saya menuju area belakang rumah, disana terdapat kamar tidur bung hatta dan terdapat sepeda yang selalu di gunakan pak hatta, kamar tidur itu bernama kamar bujang, kamar bujang bersebelahan dengan dapur dan kamar mandi, sebuah lumbung padi terdapat di dekat kamar bunjang pak Hatta. Di area belakang juga terdapat pedati milik keluarga pak Hatta.

Saya kemudian penasaran untuk melongok lantai dua, untuk sampai ke lantai dua, saya harus melewati ruang makan, di dekat ruang makan terdapat sebuah tangga sebagai penghubung ke lantai dua.  saya berhenti sejenak di ruang makan, saya perhatikan  perangkat makan yang antik pula,   piring kanso, gelas yang terbuat dari bahan alumunium, ceret tempat air minum dari bahan logam, meja makan dari bahan kayu dan kursi yang ber alasakan ayaman rotan, sungguh saya mengingat-ingat entah kapan terakhir saya melihat barang barang antik seperti ini.

Di lantai dua tata ruang tak begitu berbeda seperti di lantai dasar, terdapat dua kamar pula dilantai dua, satu set meja dan tiga buah kuris di tata sedemikian rupa di tengah ruangan, sebuah lampu gantung seperti  lampu terdapat pada ruangan keraton juga terpasang di langit langit lantai dua,  diding rumah dari kayu di tempeli foto foto kenangan bung hatta dan keluarga, serta sebuah lukisan besar bung hatta di salah satu dinding ruangan yang sangat menarik perhatian.

Menelusuri rumah kelahiran pak Hatta  memberi  pengalaman berbeda bagi siapa saja yang ingin mengetahui sejarah pak hatta, pengunjung disajikan pengalaman visual yang mungkin  tidak bisa didapatkan dari buku buku yang menuliskan tentang pak Hatta. Rasa bangga dan kecintaan terhadap bangsa sejatinya harus tetap tumbuh di dalam jiwa generasi muda, Pak Mohammad Hatta sampai kapanpun akan terus dikenang sebagai pemberi panutan bagi bangsa. Melalui pemikirannya yang bernas beliau berjuang untuk kemaslahatan banyak orang, seperti contoh sistem koperasi yang masih di manfaatkan hingga sekarang ini.  lewat goresan penanya yang tajam ia berjuang untuk kemerdekaan, dalam tulisannya yang berjudul sangat provokatif berhasil membuat gerah penjajah dan membangkitkan gerakan bagi rakyat indonesia, sebuah tulisan yang berjudul “Indonesia Merdeka” yang beliau tulis dalam berbagai bahasa diantaranya dalam bahasa  inggris, perancis, belanda dan jerman.  Penjajah pun sempat meragukan tulisan yang mengusik dunia internasional itu adalah tulusan dari orang indonesia.  Pak Hatta memang dikenal memiliki kemampuan berbagai bahasa asing. Mengutip tulisan pada buku “Hatta-jejak jejak yang melampaui zaman” yg di tulis oleh tempo menyebutkan bahwa “ketajaman pena Hatta lebih digdaya ketimbang senjata”.

Meski demikian, pak hatta tetaplah pribadi yang sederhana. Kisah sepatu billy yang tak mampu ia beli dan tunggakan tagihan telepon yang tak mampu ia bayar meskipun ia popularitas sebagai wakil presiden, hal tersebut menggambarkan betapa sederhananya pribadi pak Hatta sebagai seorang pejabat negara.

Tidak hanya di dalam negeri, di negeri penjajah sekalipun pak Hatta di segani dan di hormati. Sebuah jalan di kota Harrlem, Rotterdam belanda diabadikan dengan nama beliau, konon ada cerita menarik di balik keberadaan jnama jalan tersebut. jalan tersebut tak begitu panjang, namun sederhana lurus dan di tumbuhi pohon pohon yang rindang di kiri kanan nya, seakan merepresentasika  sosok kepribadian pak Hatta yang jujur, lurus dan sederhana.

Jika kamu ke bukittingi, sempatkanlah untuk singgah kerumah kelahiran pak hatta yang beralamat di Jln. Soekarno Hatta, mandiangin – Kota bukittinggi. Tidak dipungut biaya untuk mengunjungi rumah tersebut, namun jika kamu berniat ingin menderma, pengurus siap mengelola. Rumah kelahiran Mohhammad Hatta di buka dari setiap hari mulai pukul delapan pagi.