BAJAFASH 2018 di tutup dengan memukau

Langit senja mengankang diatas Batam view beach resort,  nada nada swing Jazz melantun dari instument instrument musik dari panggung di tepi kolam renang  Resort ternama di kota batam itu. Pertunjukan Jazz sunset memanggil pengunjung hotel untuk berkumpul menyaksikan pentas Jazz dan pagelaran Fashion dalam rangkaian BAJAFASH hari kedua. Kemeriahan panggung BAJAFASH hari pertama yang berakhir dengan spektakuler , seakan tak berhenti sampai hari itu saja, pertunjukan spektakuler akan di janjikan  tersaji malam ini,  penampilan Glen Fredly sebagai penampilan pamungkas.

Siel dan Azmi Hairudin tampil lebih awal, tembang tembang Jazz dengan lantunan Saxopone yang apik di bawakan memanjakan telinga. Self Trio dari malaysia tampil membawakan instrumen musik Jazz yang Lebih rumit, distorsi-distorsi dari keyboard Self trio memberikan pengalaman mendengarkan musik Jazz yang berbeda dan unik, Self trio melumat 3 lagi tanpa Lead Vocal. Selanjutnya Indro Harjodikoro yang berkolaborasi dengan Jazz Muda Indonesia dan Penyanyi cantik bersuara seksi Soukma berhasil membius dan membuat penonton Terkagum-kagum, Steve Thornton juga berkolaborasi dengan Indro, “Senang bisa berkolaborasi dengan teman lama”  kata  Indro. Sejauh ini, penampilan Indro dan kawan kawan mampu menjadi magnet panggung Bajafash saat itu, penonton mulai berkumpul, duduk secara lesehan diatas rumput di pinggir kolam renang Batam View Beach Resort. Saat-Saat Penampilan Indro Harjodikoro dan Pragawati melenggak lenggok memperagakan busana dengan mengusung konsep Tradisional, namun lebih “kekinian” hasil karya designer Jarit & DRU.

Semakin Malam suasana makin terasa hangat, penonton mulai makin banyak berkerumun di depan panggung, semuanya menyatu menikmati penampilan para musisi-musisi hebat dari asia tenggara, unity in diversity tema yang diusung BAJAFASH 2018 tidak hanya bertujuan menyatukan para musisi dari berbagai negara dalam satu panggung saja, penonton pun datang dari latar belakang kebangsaan yang berbeda, semua membaur , menikmati musik dan penampilan. Selanjutnya giliran ZAP (Zahid Ahmad Project) memanjakan dengan penampilan musik musik jazz yang “calm” namun dengan aransemen yang matang, berkelas dan juga mengagumkan. Band yang di motori Drummer senior asal Malaisya Zahid Ahmad itu  tampil dengan tiga lagu berturu turut, penampilan ZAP juga diselingi oleh peragaan busana oleh Tyramona.

Malam Semakin Larut namun semangat penonton tampak tidak akan surut hingga tampilnya Glen Fredly sebagai  penampilan pamungkas, sekaligus menutup panggung BAJAFASH 2018. Dalam wawancara dengan beberapa penonton, mereka mengharapakan BAJAFASH  agar terus terselenggara triap tahunnya, “semoga tahun selanjutnya akan terlaksana kembali “ kata Edi salah seorang penonton Bajafash.

Glen dan Band nya Bakucakar telah nampak di depan panggung meskipun tampak samar, penonton mulai histeris memangil-manggil Glen, “Glen…Glen…Glen…” . Tanpa menunggu Lama, Glen langsung tampil menghentak di lagu pertama “you my Everithing”, penonton sontak histeris, dan mengikuti menyanyikan syair dari lagu glen tersebut. “ sudah Lama kita tidak kebatam” kata Glen, “senang bisa menyapa kalian kembali disini” glen menyapa penggemarnya. Glen  tampil memukau di tambah pula atraksi individu dari para personel  bakucakar yang membuat penampilan glen malam itu begitu pektakuler. bersamaan dengan itu Glen juga berkolaborasi dengan penyanyi cantik Amelia Ong, dan juga sang legend, pemain perkusi dari Amerika Steve Thontorn. Peragaan busana dari Designer ARTURRO  memperindah penampilan dari Glen, busana dengan konsep tradisional namun “trendy” di peragakan oleh model model cantik dari kota batam.Pertunjukan pamungkas yang sempurna dari glen malam itu, akhir dari BAJAFASH akhirnya di yang sangat berkesan. Tak sabar menunggu kejutan BAJAFASH di tahun yang akan datang, Ibu Indina sang Founder BAJAFASH menjanjikan akan menggelar bajafash kembali di bulan Maret 2019.

Iklan

BAJAFASH 2018 Open Dialog, komitmen Memajukan Music dan Fashion Di Asia

DSC_4552

program OPEN DIALOGUE dengan tema “Sustainable Creative Industry in Diversity of South East Asia Through Jazz & Fashion” yang bertujuan akan adanya “komitmen” dari para pihak pengambil kebijakan termasuk negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura untuk bersatu dan bekerjasama melahirkan solusi-solusi untuk peningkatan industri kreatif secara berkesinambungan, membuka peluang positif bagi masing-masing pemerintahan sekaligus membuka jaringan kerjasama bisnis kreatif. Hadir Pada hari itu berbagai nara sumber seperti Khadijah Ibrahim seorang penyanyi legendaris dari Malaysia, Rudy Djoe, penyanyi Jazz Melayu dari Singapura, Datok Nik Azmi Dari komunitas Jazz Ampang Malaysia, Piyapong Muenprasertdee ( Co-founder & Community Manager of Fungjai.com ), David Siow dari singapura, Ibu Indina Putri Fajar (Founder BAJAFASH), Serta dua orang designer dari Indonesia Cossy Latu dan Wike Dwiharti, selain para seniman dan pelaku industri musik dan fashion, kehadiran pihak pemerintah juga menjadi bagian yang terpenting dalam dialog tersebut, karena dukungan pihak pemerintah adalah yang sangat penting dalam mendukung industri kreatif ini ungkap Datok Nik Azmi. Dari pihak pemerintah dihadiri oleh Khrisna K.U Hannan (perwakilan KBRI Malaysia),  M Reza Adenan (perwakilan KBRI Singapura), Rhaman Usman (Dinas pariwisata kota batam), serta  Lukita Dinarsyah Tuwo ( Kepala BP Batam ).  dialog terbuka tersebut berlangsung secara serius namun di balut suasana pantai yang santai di kelong restauran Batam view beach resort, di pandu oleh  Violinist ternama Tengku Ryo.

BAJAFASH 2018, kali ini menjadi lebih memiliki nilai berbeda dari tahun tahun sebelumnya, terutama dengan adanya Open dialog ini. Rudy Djoe, penyanyi dari singapura mengatakan, ” This is Little think that we can do before that we make  a bigger  think, that I call bajafash is Small Big Stage, “kecil tapi isinya Besar” atau “kecil kecil tapi berisi”. Betapa tidak, dengan open dialog ini para pelaku industri musik dan fashion sama sama memberikan energi positif untuk kemajuan industri  tersebut di Asia, kita bersama sama mulai dari hal yang kecil, simple namun punya tujuan dan semangat yang besar. Datuk Nik Azmi perwakilan dari komunitas Jazz Ampang malaysia mengatakan “whatever that country, Singaphore, malaysia, indonesia, thailand or philipine, Lest talk consept with Asia, we start from here, to move forward together , make our music and fashion to the world class.

Mengingat posisi Kota Batam yang sangat strategis di Wilayah perbatasan negara serumpun, Bajafash akan menjadi wadah bagi para pelaku industri musik nasional untuk dapat masuk ke pasar industri musik Asia Tenggara. Musik dan fashion merupakan komoditas industri yang menjanjikan dan mempunyai potensi untuk menjadi jauh lebih besar. Terselenggaranya Bajafash ini diharapkan juga membuka peluang bagi investor asing untuk menanamkan modalnya di batam dalam bidang ini, sekaligus meningkatkan jumlah kujungan wisata asing maupun wisatawan ke kota batam. Dalam kesempatan diskusi di batam View resort tersebut  Pyapong, pelaku industri musik dari Thailand berpendapat ,” Music and fashion is hand and hand  each other, how music can touch  people  feel inside, and how they expretion them self is how they ware they clothe. So,  Music and fashion can work together . in Bajafash, i  show mussision make traditional song and collaborate with tradtional fashion style too, this one of good sample for local music and fashion Industry”.  Selain mengutarakan optimisme untuk bisa maju bersama , dalam diskusi tersebut juga megemukakan masing masing permasalah yang di hadapi di tiap-tiap negara, untuk dapat saling mendengar dan mencari solusi bersama. Sebagai contoh dengan ada issue pembatasan musik indonesia berkembang di negara malaysia, ini tentu akan menjadi penghambat kemajuan bersama, bagaimana kita hilangkan rasa kompetisi diantara kita, mari saling berkolaborasi ungkap Bapak Khrisna K.U Hannan wakil dari KBRI Malaysia, yang menyempatkan hadir dalam diskusi tersebut.

Keterlibatan pemerintah untuk mendukung misi BAJAFASH ini tentu sangat di butuhkan, dalam diskusi tersebut nampak dukungan positif dari pemerintah yang di wakilkan oleh hadirnya pihak KBRI Malaysia dan perwakilan KBRI singapura, sedangkan dukungan dari pemerintah lokal datang dari BP Batam dan Dinas pariwisata Kota Batam. Wakil dari pemerintah ini sepakat untuk mendukung BAJAFASH sebagai program yang diandalkan dalam mendatangkan wisatawan dari luar negeri ke Indonesia secara umum dan batam khususnya. Bapak M Reza Adenan, perwakilan KBRI Singapura langsung memberikan tawaran kepada designer indonesia yang hadir saat itu untuk bergabung dalam event “Rising Fashion” yang akan di gelar bulan Agustus Tahun ini di singapura, KBRI singapura akan mengundang pelaku Fashion Indonesia untuk ikut dalam event tersebut ungkap Bapak  M Reza Adnan.

Bajafash 2018 ingin menjadi suatu upaya untuk menyatukan keragaman negara-negara di Asia Tenggara melalui musik dan fashion, begitu ungkap founder BAJAFASH, Ibu Indina. Kita ingin mengoptimalkan posisi  Batam yang stategis ini, Impian kami adalah menjadikan Batam sebagai Pusat Musik dan Fashion di Asia, Perjuangan menuju ke arah tersebut tentu tidak mudah, kami butuh dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan nya untuk kepentingan bersama.  Ibu Indina selaku ketua Commite BAJAFASH mengatakan,  Kita “fight” agar BAJAFASH menjadi awal dari sebuah kemajuan, ini ibaratkan sebuah “snow ball”  kecil yang berukurankecil yang harus kita dorong untuk bergerak menjadi lebih besar . Menjadikan batam menjadi pusat Music dan fashion, itu impian kami. Diujung Dialog, Ibu Indiana berjanji akan mengadakan kembali BAJAFASH dengan konsep yang berbeda di bulan Maret 2019 akan datang.

Kemeriahan BAJAFASH 2018, Penantian yang Terbayar Lunas

DSC_4529

Pagelaran busana dan panggung musik Jazz tentu akan menjadi salah satu hal menarik dan unik untuk di saksikan. “Hallo Batam…..BAJAFASH is On….!”. Di buka dengan kolaborasi yang memukau dengan penampilan The Lightcraft band dan sederetan penampilan pagelaran busana yang di peragakan model model batam, hasil karya designer lokal kota batam pula, mereka adalah  Natasya Rofalina, Feby Erika dan IWAPI Batam. Acara berjeda sejenak hingga usai makan malam,  suasana senja nan temaram seketika semarak kala penampilan Janine Annice penyanyi jazz wanita asal inggris. Janine membawakan tiga lagu andalannya, meski penonton tampak tak begitu familiar dengan nama Janine, namun materi lagu yang di pilih oleh nya mampu membuat penonton hanyut dalam suara lembut nya.

Balawan dengan group musik etnik Bali nya tampil menghentak setelah penampilan Janine, permainan gamelan Bali Balwan nan energik di padu dengan teknik tapping pada gitar double neck nya mampu membuat penonton hanyut dan terpukau, “Forest” dan “Keroncong kemayoran” salah satu lagu yang di suguhkan Balawan. “Bagus Bagus”, brand busana karyaWike Dwiharti di tampilkan saat balawan tampil, perpaduan musik etnik dan fashion konsep entik yang benar benar ter-ramu dengan baik di panggung BAJAFASH malam itu. Rudy Djoe, penyanyi singapura tampil kemudian di BAJAFASH, penampilannya seakan tak menginginkan kemeriahan malam ini terhenti, Rudy Joe berhasil membuat penonton bergoyang dengan Jazz melayu ciri khas Joe. Fatwa Pujanggga adalah salah satu lagu yang dibawakan Rudy Joe. Penonton seakan tak rela Joe harus mengakhiri penampilannya, “lagi…Lagi…Lagi…” teriak penonton. Penampilan joe dilanjutkan penampilan penyanyi senior asal malaysia Kadijah Ibrahim, kontras dengan suara Djoe yang lembut, Kadhijah langsung tampil dengan lagu dengan tempo cepat dipadu dengan suaranya yang yang powerfull, penonton terpukau akan penampilan penyanyi wanita yang telah 40 tahun berkarya dibidang musik itu.

Malam memang telah larut, namun Vanue BAJAFASH masih tetap semarak, bahkan semakin semarak. Penampilan penyanyi bertubuh mungil asal singapura Amelia Ong tak lantas menurunkan gegap gempita suasana festival Jass dan Fashion itu. Amelia boleh saja tampilannya “imut”  namun iya energik diatas panggung, lagu-lagu bertempo cepat di pilih nya, seakan akan tubuhnya tak dapat berhenti dihipnotis nada nada swing jazz yang membius,  penampilan amelia memberikan energi di tengah malam itu.

Tak Terasa pesta BAJAFASH malam itu telah sampai diujung, namun justru ini lah yang sangat di nanti nanti oleh warga batam, penampilan penyanyi Jazz senior Indonesia Syaharani. Rani juga langsung tampil dengan lagu bertempo cepat, tak betah berada di lini belakang panggung bersama band, Saharani langsung memancing adrenalin penonton dengan di ujung panggung, mengajak mereka menari bersama menikmati alunan musik, penonton histeris, mereka berasa dekat dengan penyanyi legendaris itu, syaharani seakan bernyanyi bemar-benar di samping mereka. Penampilan Syaharani diikuti oleh penampilan sederetan model model yang memperagakan busana karya designer ternama Jossy Latu, Busana dengan tema “Batik history” itu di tampilkan secara bergantian. Jossy pun tampil diujung pargelaran , menari bersama syaharani.

Syaharani kemudian tampil berkolaborasi dengan seluruh bintang tamu BAJAFASH, di pada akhir pertunjukan, Steve Torhton, Rudy Joe, dan Datok Nik Azmi tampil sepanggung bersama Syaharani. Pertunjukan di tutup dengan apik, sungguh penantian beberapa bulan ini terbayar lunas malam ini, Penonton seakan tak rela pesta malam itu berakhir, tapi beruntung nya para penonton tidak perlu kecewa, karena malam selanjutnya masih akan banyak lagi musisi musisi hebat akan tampil lebih spektakuler lagi, di tambah penampilan penyanyi Glen Fredly.

Music Camp, ajang para mentor berbagi pengalaman

 

Akhirnya Bajafash Hari ini di mulai dengan kegiatan Music Camp. Program Music Camp menghadirkan musisi-musisi jazz handal bahkan diantaranya telah menjadi legenda music Jazz. Nama besar seperti Indro Hardjodikoro ( Jazz Bass Class ), Balawan ( Jazz Guitar Class ), Andy Gomez ( Jazz Piano Class ) dan ketiganya dari Indonesia. Semakin luar biasa dengan kehadiran mentor-mentor dari Malaysia yaitu Zahid Ahmad ( Drum Class ), Azmi Hairudin ( Saxophone Class ), Stan Calvin ( Tabla & Music Apps ).

Matahari bersinar terik siang itu di “Theme Park”, sebuah ruang terbuka dengan view lautan biru yang menawan di salah satu sudut Batam View resort Nongsa. Hari ini, Theme park akan menjadi tempat pelaksanaan  “Music Camp” yang merupakan rangkaian dari event BAJAFASH 2108. Di atas panggung sederhana, Zahid Ahmad dan Stan Calvin tampak sedang mempersiapkan instrumen mereka masing-masing,  Zahid Ahmad dengan drum set nya, sedangkan stand calvin dengan Tabla nya.  Di belakang stand calvin, Balawan sang guitaris pun tengah mempersiakan guitar dan pedal effect nya. tak lama, Andi gomes pun terlihat mempersipakan keyboard nya di sudut panggung. Kurang lebih 15 orang akan musisi lokal batam telah hadir di Theme park untuk menghadiri sesi sharing pengetahuan bermusik yang telah mereka nanti nanti itu. Di pandu Oleh Teungku Ryo, seorang pemain biola ternama di indonesia,  Music camp di mulai.

Sebagai “warming up” Zahid Ahmad dan Stan Calvin menunjukkan kebolehannya memainkan instument, menampilkan skill individu  mereka masing masing, secara spontan Andi Gomesa pada keyboard dan Balawan pada guitar ikut mengiringi. Kurang lebih tujuh menit zahid ahmad dan stand calvin  unjuk kebolehannya dalam ber-improvisasai secara spontan membuat para peserta music camp kagum dan disambut oleh riuh tepuk tangan. Peserta masih tampak malu malu bertanya, namun  Teungku Ryo coba mencairkan suasana, mengajak para peserta untuk bertanya apa saja tentang musik, bahkan di perislahkan untuk “nge-jam” dengan para musisi-musisi  ternama tersebut.  Agar lebih memancing antusias peserta,  band dadakan yang berisi kumpulan mentor musik ini kembali memainkan musik ber-irama jazz secara spontan, Steve Thornron, pemain perkusi legendaris asal amerika, ikut bermain di lagu kedua ini, peserta music camp tampak semakin antusias, di tengah permainan lagu kedua, Basis senior asal indonesia Hendro Harjodikoro yang baru saja tiba di lokasi musik camp, segera bergabung tanpa sedikitpun permainan tersebut terusik, mereka langsung “blend” dalam permainan musik mereka satu sama lain secara spontan. Berikutnya sesi sharing berjalan lebih cair, peserta mulai melemparkan pertanyaan –pertanyaan seputar teknik bermusik, bahkan beberapa peserta tampak tak segan segan berdiri di samping para mentor untuk menyaksikan sendiri pra mentor memainkan instrumen musik nya. “peserta boleh berdiri di samping para mentor, melihat langsung mereka dari dekat, menyaksikan  bagaimana mereka bermain bahkan melihat bagaimana mereka men-setting amplifier dan sebagainya, silahkan… manfaatkan kesempatan ini” ujar Teungku Ryo yang memandu sesi music camp.

Kesempatan bisa ber-interaksi dengan para mentor merupakan   kesempatan yang langka, disini peserta mendapat bimbingan dan nasehat secara langsung seputaran teknik dan juga pengalaman bermusik dari dari para mentor. Satu persatu mereka berbagi pengalaman mereka kepada para peserta. Balawan, Musisi asal pulau Bali dalam kesempatan itu mengatakan “ saat ini,  siapa saja mungkin bisa belajar teknik secara mandiri dari kemudahan informasi di internet, seperti youtube dan sebagainya, bukan tidak mungkin  jika kamu rajin berlatih kamu juga akan  mampu memainkan Not seperti yang Joe satriani mainkan, namun yang tidak bisa kamu dapatkan adalah pengetahuan yang di dapat dari pengalaman yang dihasilkan dari “jam terbang”, di sesi seperti ini lah informasi seperti itu bisa kamu dapat kan”.  Disamping itu Steve Thornton sang legend juga ikut memberikan nasehat bagi para pemusik pemula batam yang hadir pada saat itu,  Steve mengatakan, “untuk menjadi musisi, kamu harus menemukan musisi yang menginspirasimu, dengan cara tersebut akan membantu kamu belajar lebih mudah”. Di kesempatan yang sama, Basis Indro Harjodikoro memberikan tips bermain musik secara spontan dalam sebuah group. Menurut Indro, untuk dapat bermain dengan spontan, musisi harus sering mendengarkan dan mengenal banyak lagu, “dari permainan berapa lagu tadi kami tidak pernah latihan sebelumnya, semuanya terjadi secara spontan disini, “ yang membuat kita bisa blend saat sesi “jamming” adalah karena kita tahu lagu tersebut, minimal penah dengar deh, jadi bisa gampang ngikutin teman teman bermain” Indro menambahkan.

Music camp terus berlanjut semakin seru hingga ke peghujung acara, tampak antusias para peserta tidak dapat dipenuhi dengan waktu yang tersedia, terlihat para peserta masih  tampak berinteraksi secara personal meskipun acara telah usai. Music camp merupakan program baru dalam BAJAFASH setelah tiga kali berlangsung di batam, harapan dengan program ini akan membantu para talenta-talenta lokal Jazz batam untuk dapat menjadi lebih baik dalam berkarya berkat bimbingan dari para mentor berpengalaman, seperti yang di sampaikan oleh Ibu Indina, penggagas BAJAFASH dalam koferensi press sebelum rangkaian Bajafash dimulai. “Kita sudah datangkan para mentor-mentor yang berpengalaman ke batam, harapannya agar dari tangan mereka akan lahir pula musisi musisi handal dari kota batam” ..

Program Music camp masih akan berlanjut hingga tanggal 17 maret di Batam View, pada tanggal tersebut Balawan dan Indro Harjodikoro akan kembali berbagi tips dan pengalaman secara intens dengan para peserta.

Rangkaian BAJAFASH 2018 di mulai

DSC_3716_edited

 

Pukul lima petang, ruangan ballroom SANUR Restaurant tampak telah di penuhi oleh para undangan, sebentar lagi konferensi pers BAJAFASH 2018 di gelar, beberapa wartawan dari media cetak, Online dan Radio telah tampak hadir.  Teunku Ryo, sang  pemain biola ternama tanah air memandu koferensi pres petang itu. Satu persatu para Artist  Bajafash diundang ke panggung, hadir diantaranya Datok Nik Azmi dari malaysia, Steve Thornton, seorang Legend pemain perkusi asal negeri paman Sam, Azmi Hairudin, pemain saxphone senior dari malaysia , Saharani,  penyanyi Jazz  ternama dari Indonesia, Penyanyi Jazz dari Inggris Janine Annice , Musisi muda Imam Wijaya dari Indonesia  (Lightcarft Band), Rudy Joe, penyanyi ternama dari Singapura serta Designer ternama dari tanah Air Jossie Latu, di tengah para artis tersebut juga hadir Ibu Indina Putri Fadfar sang Founder BAJAFASH.

Esok 16 Maret 2018, Rangkaian Event BAJAFASH 2018 akan di mulai. Batam View Beach Resort Nongsa sebagai vanue akan memberikan pengalaman yang berbeda BAJAFASH fans tahun ini, Nuansa indahnya pantai yang dimiliki resort tersebut akan mewakilkan potensi keindahan pantai dan alam Kepulauan Riau. “ini akan jadi tempat pelaksaan yang terbaik sepanjang perjalanan BAJAFASH” ungkap Datok Nik Azmi dari Jazz ampang malaysia dalam Konferensi Press yang di gelar Sore ini di SANUR Restaurant Batam  Center

Bajafash 2018 akan menyajikan pertunjukan musik spektakuler tahun ini di KEPRI. sederetan artis dan musisi ternama di asia dan dunia dihadirkan di Batam untuk memeriahkan Festival musik Jazz dengan konsep yang sangat unik itu, Dari indonesia akan hadir Glenn Fredly dan Baku Cakar, Balawan dan Batuan Etnik, Syaharani, Soukma, Light Craft beserta para musisi lokal Batam seperti Bajafash All Star, Cheppy & friends, 4 Pieces Batam Percussion, Royal Coustic, ASAP feat Choir dan Sakazada. Sementara itu para performer dari Malaysia juga akan tampil diantranya  penyanyi legendaris Khadijah Ibrahim, Siel dan Slef Trio. Sedangkan dari Singapura akan menghadirkan Rudy Djoe, Steve Thornton dari USA dan Janine Annice dari inggris.

Bagaimana tidak unik dan menarik jika panggung musik Jazz dipadukan dengan dan Peragaan Busana karya para designer. “its Very interesting” ujar steve thorton, Musisi legend asal negeri paman Sam itu. “Tahun ini akan menjadikan BAJAFASH dengan konsep yang Lebih “gila” dari Bajafash sebelumnya” ungkap Ibu Indina selaku founder BAJAFASH. Bagaimana tidak, dua event kejutan dihadirkan agar festival musik ini semakin spektakuler, diantaranya adalah musik bertajuk “Music Camp. Music Camp akan memberikan kesempatan terbuka kepada para peserta dari berbagai negara untuk dapat belajar secara langsung bagaimana memainkan alat musik dengan baik bersama para mentor ahli dan sekaligus dapat berbagi pengalaman dengan para peserta lainnya. Bahkan para peserta juga bisa melihat langsung para mentor ahli beraksi memainkan alat musik dihadapan mereka pada saat jam session. Nama besar seperti Indro Hardjodikoro ( Jazz Bass Class ), Balawan ( Jazz Guitar Class ), Andy Gomez ( Jazz Piano Class ) dan ketiganya dari Indonesia. Semakin luar biasa dengan kehadiran mentor-mentor dari Malaysia yaitu Zahid Ahmad ( Drum Class ), Azmi Hairudin ( Saxophone Class ), Stan Calvin ( Tabla & Music Apps ). “Tunggu apa lagi, para legend sudah kita hadirkan hadir di tengah kita, tinggal datang saja untuk belajar dari  mereka” ungkap Ibu Indina di sela-sela konferensi pers, “sebenarnya ini kesempatan yang baik untuk musisi lokal agar tumbuh lebih baik lagi di tangan para metor-mentor berpengalaman”  beliau kembali menegaskan.

Selain musik Camp, akan ada juga dialog terbuka dengan tema “Sustainable Creative Industry in Diversity of South East Asia Through Jazz & Fashion” yang bertujuan menimbulkan “komitmen” dari para pihak pengambil kebijakan termasuk negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura untuk bersatu dan bekerjasama melahirkan solusi-solusi untuk peningkatan industri kreatif secara berkesinambungan, membuka peluang positif bagi masing-masing pemerintahan sekaligus membuka jaringan kerjasama bisnis kreatif. Dalam dialog terbka tersebut Akan hadir berbagai nara sumber seperti Khadijah Ibrahim seorang penyanyi legendaris dari Malaysia, Rudy Djoe seorang penyanyi Jazz Melayu dari Singapura serta hadir juga Indro Hardjodikoro dan  Glenn Fredly dari Indonesia. Selain itu sebagai nara sumber lainnya yaitu Sigit S. Widiyanto ( Minister Counselor Economic Fair KBRI Singapura ), Lukita Dinarsyah Tuwo ( Kepala BP Batam ), Teguh Wicaksono ( Founder Archipelago Festival ), Piyapong Muenprasertdee ( Co-founder & Community Manager of Fungjai.com ) dari Thailand dan beberapa nara sumber hebat lainnya

Rangkaian event Bajafash 2018 akan di gelar dalam dua hari berturut-turut dari 16-17 Maret 2018 bertempat di Batam view beach resort Nongsa. Hari pertama, 16 Maret 2018 akan diisi oleh Music Camp dan pertunjukan musik jazz dan eragan busana bertajuk Sunset Jazz and fashion. Sedangkan hari kedua 17 Maret 2018 kembali akan melanjutkan dengan music camp, Dialog terbuka , Jazz and Fashion dengan sederetan artis  termasuk glen fredly.

Untuk pemesanan tiket dan reservasi kunjungi www.bajafash.com

 

Pinang Paleo, Outlet Oleh-Oleh “kekinian” dari Tanjungpinang

DSC_3321

Pukul 10 Pagi, Outlet Oleh-Oleh di jalan DI.Panjaitan Batu 9 Tanjungpinang itu tampak semarak dibanding toko toko di sekitarnya. Oranmen berwarna hijau muda dan putih menghiasi area outlet, balon warna-warni di rangkai sedemikian warna dan rupanya, sehingga tampak semarak. Outlet belum lagi di buka, tapi kesibukan beberapa karyawan telah nampak, sedangkan pembeli telah berkumpul sejak pagi hari di halaman Outlet, bahkan ada yang mengaku sudah datang dari pukul 8 pagi untuk mengantri. Apa yang mereka Tunggu dan seberapa pentingkah mereka datang lebih awal…?

Pagi Ini adalah Grand opening Outlet “Pinang paleo”, outlet oleh-oleh  Khas kota Tanjunginang yang telah di nanti nanti oleh penikmat kulliner tanjungpinang, Rasa penasaran akan product  Cake andalannya yang telah ramai menjadi topik perbincangan di media sosial beberapa bulan belakangan.  Sejak januari, foto-foto Cake Pinang Paleo telah beredar di laman-laman instagram para selebgram dan flood blogger kota tanjungpinang. Perpaduan warna dan bentuk pada foto foto cake  di halaman instagram tersebut amat sangat mengudang selera.  seorang warganet Ali Muakhir berkomentar di laman sebuah blog tentang Pinang Paleo  “Asli Langsung ngiler lihat jajaran tampilannya yang menggoda” .

Disamping itu, Management Pinang Paleo telah merencanakan agar hari grand Opening ini akan berkesan bagi pelanggan mereka, tak  tanggung tanggung, Artis Sinetron Tomy Kurniawan di datangkan langsung ke tanjungpinang untuk menyambut costumer pertama Pinang Paleo. Pelanggan mana yang tak berebut untuk jadi yang pertama di layani oleh artis yang tampan itu, berkorban bangun lebih pagi pun tiada masalah rasanya, asalkan dapat menjadi pembeli pertama dan dilayani Artis pula.

Pukul 10.30, Mobil Mewah berwarna putih berhenti di Depan halaman outlet Pinang paleo, seorang karyawan berseru, itu mobil Tomy, sontak saja para pengantri yang telah mengular itu bubar, ganti mengerumuni mobil yang mengantar tomy, “Tomy…Tomy…Tomy…” sorak sorai warga yang di dominasi ibu-ibu itu. Para pegawai toko harus terpaksa mengambil sikap sebagai satuan pengaman Bagi Tomy, banyak dari mereka histeris, berebut mendapatkan foto di tengah kerumunan “Tenang…. tenang… tenang…. kita kasih Tomy Lewat dulu Ya….” ucap seorang pegawai melerai.  Tomy Hermawan Di sambut oleh pimpinan Pinang Paleo di depan Outlet, Pimpinan memasangkan tanjak di kepala Tomy sebagai bentuk ucapak selamat datang dan sebuah penghotmatan. Sebelum masuk ke Toko Tomy menyapa para penggemar nya yang sekaligus para pengunjung Outlet Pinang Paleo, dan pada moment tersebut Tomy mengungkapkan kekagumannya akan KEPRI. ”Sebelum Mendarat, saya melihat banyak pulau pulau cantik dari udara, saya rasanya ingin memiliki waktu lebih lama disini untuk berkeliling menikmati keindahan alam nya ” ungkap Tomy. Selain itu Tomy menanyakan, apa nama benda yang di lekatkan di kepalanya ini, Seseorang menjelaskan itu adalah tanjak, sebuah tanda penghormtan  bagi tamu di tanah melayu, Tomy terkagum dan ia merasa lebih tampan menggunakan Tanjak.

Lepas menyapa para pelanggan, Tomy dan staff Pinang Paleo masuk kedalam outlet, para pelanggan segera membentuk antrian, seorang wanita muda telah beruntung berada di barisan paling depan menjadi pelanggan pertama, dari balik meja pejualan, Tomy telah menanti dengan karangan bunga untuk sang pelanggan pertama, keriuhan di di dalam outlet bergema, para pengunjung bersorak sorai dan antrian tetap panjang mengular, macet.. lantran pelanggan ambil kesempatan ber swafoto bersama sang arti tampan itu.

4 Maret 2018, Pinang Paleo Telah Resmi Di buka. Sekarang, Warga tanjungpinang atau para pelancong tak usah bersusah payah lagi menemukan tempat membeli oleh oleh. Cake Pinang paleo Outlet bisa menjadi buah tangan anda dari kota Tanjungpinang. Dengan Tagline “Oleh-Oleh Tanjungpinng Kampong Kite” Diharapkan  menjadi rujukan yang mudah diingat, ingin membeli Oleh-oleh di Tanjungpinang, langsung ingat Pinang Paleo.   Cream Chesee Cake  adalah Produk andalan yang di jual di Outlet ini, Cake ini Lebih  di kenal dengan istilah “Cake kekinian”. “Cake Kekinian” Pinang Paleo tersedia dalam beberapa varian  rasa, diantaranya Coklat, Hazelnut, Durian. Green teaRed Valvet dan  cheese. Disamping cake Pinang Paleo Outlet ini menyediakan beragam jenis oleh oleh dari tanjungpinang dan KEPRI, Dominasi produk adalah  produk produk UKM, jadi tak usah kemana mana lagi, mencari oleh-oleh  cukup disini, semua urusan oleh oleh Tersedia Di Pinang Paleo.

 

Empat hal menarik di bajafash 2018

IMG-20180221-WA0010

Pulau Batam,  salah satu wilayah provionsi kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga, menjadikan Batam  menjadi salah satu pulau dengan posisi yang disebut sebut  paling strategis untuk investasi. Peluang ini dibaca dan dimanfaatkan oleh talenta talenta lokal batam yang tergabung dalam “Batam Jazz Socity” untuk mendevelope sebuah Event musik Jazz bertaraf internasional di Pulau Batam tersebut.   Bajafash diharapkan  akan menjadi wadah bagi para pelaku industri musik nasiona umumnya, serta kota batam pada khususnya.

Bajafash akan menjadi peluang untuk musisi lokal  masuk ke pasar industri musik Asia Tenggara. Konsep yang unik dari Bajafash yang menggabungkan antara Musik dan fashion  dikarenakan industri musik dan fashion di indonesia saat ini masih sangat  menjanjikan dan mempunyai potensi untuk menjadi jauh lebih besar. Terselenggaranya Bajafash ini diharapkan juga membuka peluang bagi investor asing untuk menanamkan modalnya di batam dalam bidang ini, sekaligus meningkatkan jumlah kujungan wisata asing maupun wisatawan ke kota batam.

Tentu kamu sudah tidak sabar lagi menantikan event besar ini. Tahun 2018 menjadi tahun ke-3 pelaksanaan festival ini di batam. Kali ini,  Bajafast akan mengambil tempat  di salah satu resort dengan view pantai terbaik di pulau batam, yaitu  Batam view Bech Resrot. Ingin tahu apa saja keseruan yang akan kamu temukan di Bajafast tahun ini…? Berikut empat hal menarik yang akan kamu jumpai di bajafash 2018;

                                                           

  • Bajafash 2018 Bertabur Bintang

Bajafash 2018 akan menyajikan pertunjukan spektakuler yang dimeriahkan oleh para musisi jazz profesional dari berbagai negara. Dari Indonesia yaitu Glenn Fredly dan Baku Cakar, Balawan dan Batuan Etnik, Syaharani, Soukma, Light Craft beserta para musisi lokal Batam seperti Bajafash All Star, Cheppy & friends, 4 Pieces Batam Percussion, Royal Coustic, ASAP feat Choir dan Sakazada. Sementara itu para performer dari Malaysia juga akan tampil diatranya  penyanyi legendaris Khadijah Ibrahim, Siel dan Slef Trio. Sedangkan dari Singapura akan menghadirkan Rudy Djoe penyanyi Jazz Melayu dan juga semakin luar biasa dengan penampilan dari Steve Thornton dari USA dan Janine Annice dari UK.

 

  • Klinik musik bertajuk “Music Camp” , Dengan Mentor Ternama

Kegiatan klinik MUSIC CAMP akan memberikan kesempatan terbuka kepada para peserta dari berbagai negara untuk dapat belajar secara langsung bagaimana memainkan alat musik dengan baik bersama para mentor ahli dan sekaligus dapat berbagi pengalaman dengan para peserta lainnya. Bahkan para peserta juga bisa melihat langsung para mentor ahli beraksi memainkan alat musik dihadapan mereka pada saat jam session. Nama besar seperti Indro Hardjodikoro ( Jazz Bass Class ), Balawan ( Jazz Guitar Class ), Andy Gomez ( Jazz Piano Class ) dan ketiganya dari Indonesia. Semakin luar biasa dengan kehadiran mentor-mentor dari Malaysia yaitu Zahid Ahmad ( Drum Class ), Azmi Hairudin ( Saxophone Class ), Stan Calvin ( Tabla & Music Apps ). Peserta juga bisa menggali ilmu dari Steve Thornton yang berasal dari USA ( Percussions Class ). Kegiatan music camp berlangsung dua hari dan ditutup dengan sajian sunset jazz

Pangelaran Fashion Show dari Designer-Designer  Berbakat 

Pagelaran busana tentu juga akan menjadi salah satu hal menarik bagi pengunjung yang hadir, menampilkan koleksi-koleksi terbaik dari para fashion designer seperti Chossy Latu, Arturro dari Seminyak Bali, Wieke Dwiharti, Didit Jarit, Anda Nasution, Decy Tyramona dan juga tidak ketinggalan menampilkan koleksi dari fashion designer lokal Batam yaitu Natasya Rofalina dan Febby Erika yang disupport oleh Iwapi Batam sehingga para pengunjung bukan hanya bisa menikmati musik jazz dan peragaan busana tapi juga dapat berbelanja beragam produk dari para peserta EXIBITION dengan penawaran harga terbaiknya.

 

Dialog Terbuka Tentang Industri Musik dan Fashion Asia tenggara  

program OPEN DIALOGUE dengan tema “Sustainable Creative Industry in Diversity of South East Asia Through Jazz & Fashion” yang bertujuan akan adanya “komitmen” dari para pihak pengambil kebijakan termasuk negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura untuk bersatu dan bekerjasama melahirkan solusi-solusi untuk peningkatan industri kreatif secara berkesinambungan, membuka peluang positif bagi masing-masing pemerintahan sekaligus membuka jaringan kerjasama bisnis kreatif. Akan hadir berbagai nara sumber seperti Khadijah Ibrahim seorang penyanyi legendaris dari Malaysia, Rudy Djoe seorang penyanyi Jazz Melayu dari Singapura serta hadir juga Indro Hardjodikoro dan  Glenn Fredly dari Indonesia. Selain itu sebagai nara sumber lainnya yaitu Sigit S. Widiyanto ( Minister Counselor Economic Fair KBRI Singapura ), Lukita Dinarsyah Tuwo ( Kepala BP Batam ), Teguh Wicaksono ( Founder Archipelago Festival ), Piyapong Muenprasertdee ( Co-founder & Community Manager of Fungjai.com ) dari Thailand dan beberapa nara sumber hebat lainnya. Open dialogue akan dipandu oleh dua orang moderator handal yaitu Guntur Sakti yang sebelumnya pernah menjabat sebagai kepala Dinas Pariwisata dan Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kepulauan Riau yang akan berkolaborasi dengan Tengku Ryo seorang Violinist yang telah menampilkan kebolehannya dalam menggesek biola di berbagai negara dan hampir semua benua telah didatanginya.

Rangkaian Bajafash 2018 memberikan suguhan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, mulai dari pemilihan lokasi yang berada di Batam View Beach Resort Nongsa akan memberikan pengalaman yang berbeda dengan indahnya suasana alam terbuka di samping kolam renang dan juga di theme park.  Batam View Bech resort akan menjadi  Vanue  Music Camp selama dua hari itu,  yaitu pada  tanggal 16-17 Maret 2018, dan bukan itu saja, keseruan kolaborasi musisi-musisi  hebat pengisi Bajafash 2018 akan tampil  dalam jamming session bersamaan dengan peragaan  fashion show hasil karya  para designer ternama pula, sebuah kolaborasi dalam satu panggung yang tentu akan menjadi moment yang sangat dinantikan.